Motherhood

Perlukah ASI Booster?

Sedikit cerita, beberapa minggu setelah melahirkan Louisse, saya sempat bingung karena dia sering rewel dan menangis, padahal sudah mendapat ASI, digendong dan popok pun dalam keadaan kering. Namun, saat dia menangis saya beberapa kali sering melakukan direct feeding langsung dari payudara dan dia langsung tenang. Sehingga saya bingung, apakah dia mudah sekali lapar atau jumlah ASI saya yang cenderung sedikit. Setelah saya mencari tahu kesana kemari, ternyata produksi ASI saya tegolong sedikit dan sayapun mulai mengonsumsi makanan yang dapat membantu melancarkan produksi ASI seperti daun katuk dan mencari tahu tentang ASI Booster.

Berbicara tentang ASI berikut ini saya akan berbagi beberapa tips apakah sebagai ibu menyusui kita membutuhkan ASI Booster, kapankah waktu terbaik untuk mengonsumsi ASI booster dan lainnya, yuk disimak moms!

Beberapa ciri, apakah saya membutuhkan ASI booster :
ASI tidak terpenuhi, biasanya ditandai dengan bayi rewel, tidur nggak nyenyak dan menangis terus menerus.
Pencernaan BAB dan BAK tidak terlalu banyak, normalnya bayi buang air kecil 3-5 kali dan buang air besar 3-4 kali dalam satu hari.

Apabila kedua ciri tersebut dialami oleh si Kecil, maka tandanya moms memerlukan ASI Booster. Namun, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi ASI Booster, ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu kenapa produksi ASI menurun?

5 Penyebab produksi ASI menurun :

Payudara tidak dikosongkan dengan sempurna
Membiarkan payudara penuh dalam jangka waktu cukup lama. Kebetulan saat menyusui baby Louisse saya memompa secara manual dan hasil pompanya kurang efektif sehingga menyebabkan saya merasa lelah dan sakit, ditambah dengan waktunya yang lama.

Adanya asupan lain selain ASI
Asupan lain seperti susu formula dan air putih. Adanya pemberian asupan lain akan membuat bayi merasa kenyang sebelum mengonsumsi ASI.

Bayi dibiarkan tidur secara terus menerus
Apabila si Kecil di biarkan untuk tidur secara terus menerus maka waktu bonding antara bayi dengan moms akan berkurang. Sehingga menyebabkan produksi ASI cenderung menurun.

Bayi terbiasa minum dari botol susu
Hal ini justru akan membuat si Kecil menjadi bingung puting dan menyebabkan dia tidak mau mengonsumsi ASI secara langsung dari payudara moms. Yang mana untuk meningkatkan produksi ASI, bayi disarankan untuk menyusui langsung dari payudara moms.

Stress
Saat dalam masa menyusui ada baiknya moms menghindari stress karena dapat mengganggu produk ASI

4 Solusi agar produksi ASI bertambah :
Menyusu sesering mungkin.
Lakukan pijat payudara.
Jangan lupa Me Time!
Konsumsi ASI Booster.

Untuk membantu meningkatkan produksi ASI, mengonsumsi ASI booster adalah pilihan utama para moms. Selain mengonsumsi makanan sehat dan alami seperti daun katuk, oatmel dan susu almond. Untuk membantu meningkatkan produksi ASI saya mengonsumsi satu rangkaian ASI Booster dari brand mama bear yang terdiri dari teh pelancar ASI, biskuit/kue kering dan soya milk yang mana didalam soya milk ini memliki kandungan daun katuk. Berdasarkan pengalaman saya mengonsumsi ASI booster ini, cukup berkhasiat karena jumlah ASI saya dalam 2 minggu bertambah cukup drastis. Tentunya harus didukung dengan penggunaan secara rutin ya.

Itulah sharing singkat saya mengenai perlukah ASI booster, untuk cerita detailnya dapat di tonton di video berikut ya moms. Happy Pumping dan selamat mengASIhi. Terima kasih sudah membaca dan menonton.