Covid 19

10 VIRUS MEMATIKAN SELAIN VIRUS CORONA

Virus korona adalah satu keluarga dengan penyakit SARS dan MERS yang sempat menghebohkan kesehatan di dunia. Pasti kita tidak akan lupa mengenai kasus SARS dan MERS tersebut dan bahkan dinyatakan bahwa virus Corona jauh lebih berbahaya dan mematikan dibandingkan dengan SARS dan MERS.  Tapi virus Corona ini bukanlah virus pertama yang banyak menelan korban jiwa. Berikut ulasan virus-virus mematikan yang pernah terjadi sebelumnya :

  1. Virus Dengue (Tingkat Kematian 20-30 persen)

Virus dengue pertama kali muncul di Filipina dan Thailand pada 1950-an. Virus ini hidup di wilayah tropis, termasuk Indonesia, dan ditransmisikan lewat nyamuk Aedes aegepti. Tiap tahun, dengue menginfeksi 50 sampai 100 juta orang di seluruh dunia. Di Indonesia , dengue terus mewabah dari tahun ke tahun.

  1. Spanish Flu (Tingkat Kematian 2,5-50 persen)

Salah satu jenis influenza paling mematikan adalah flu Spanyol yang dimulai pada 1918 dan merebak hingga 40 persen populasi dunia serta menewaskan sekitar 50 juta orang. Ini merupakan pandemi influenza kategori 5 yang mulai menyebar di Amerika Serikat, muncul di Afrika Barat dan Prancis, lalu menyebar hampir ke seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Influenza Tipe A subtipe H1N1. Kebanyakan korban pandemi ini adalah orang dewasa dan muda.

3. Flu Burung (Tingkat Kematian 60 persen)

adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang telah beradaptasi untuk menginfeksi burung. Penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi yang tinggi karena membunuh ternak ayam dalam jumlah besar. Terkadang mamalia, termasuk manusia, dapat tertular flu burung.

4. Virus Lujo (Tingkat Kematian 80 persen)

Nama “Lujo” berasal dari Lusaka dan Johannesburg, dua kota tempat virus ini ditemukan pertama kali. Para pakar di Afrika semula mengira virus ini adalah Ebola. Sebab sejumlah pasein mengalami pendarahan di gusi dan sekitar lokasi suntikan jarum. Gejala-gejala lainnya termasuk demam, shock, koma dan kegagalan organ.Hasil tes menunjukkan bahwa virus ini masih ada kaitan dengan demam Lassa, penyakit lainnya yang ditemukan di Afrika. Obat ribavirin yang diberikan untuk penderita Lassa, juga telah diberikan ke pasien kelima virus Lujo, seorang perawat.

5. Virus Herpes B (Tingkat Kematian 80 persen)

Herpes adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya lepuhan pada kulit yang berwarna kemerahan dan berisi cairan. Penyakit herpes termasuk dalam penyakit jangka panjang. Virusnya bisa bertahan seumur hidup di dalam tubuh seseorang. Virus ini menyerang sistem saraf pusat dan gangguan saraf kerap menjadi kematian jika tidak diobati.

6. Virus Marburg (Tingkat kematian 23-90%)

Para ilmuwan mengidentifikasi virus Marburg pada 1967, ketika wabah kecil terjadi di antara para pekerja laboratorium di Jerman yang terpapar monyet-monyet yang terinfeksi yang diimpor dari Uganda. Virus Marburg mirip dengan Ebola karena keduanya dapat menyebabkan demam berdarah. Orang yang terinfeksi akan mengalami demam tinggi dan perdarahan di seluruh tubuh yang dapat menyebabkan syok, kegagalan organ, dan kematian. Menurut WHO, tingkat kematian dalam wabah pertama adalah 25 persen, tetapi lebih dari 80 persen pada wabah periode 1998-2000 di Republik Demokratik Kongo, serta pada wabah 2005 di Angola.

7. Virus HIV (Tingkat kematian 80-90%)

Di dunia modern, virus yang paling mematikan dari semuanya mungkin adalah HIV. Menurut Dr. Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular dan juru bicara untuk Infectious Disease Society of America, HIV masih menjadi pembunuh terbesar. Diperkirakan 32 juta orang telah meninggal karena HIV sejak penyakit ini pertama kali diakui pada awal 1980-an. Obat antivirus yang kuat memang memungkinkan pasien hidup selama bertahun-tahun dengan HIV. Tetapi penyakit ini terus menghancurkan banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana 95 persen infeksi HIV baru terjadi. Hampir 1 dari setiap 25 orang dewasa di wilayah Afrika positif HIV, terhitung lebih dari dua pertiga dari orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia.

8. Virus Ebola (Tingkat kematian 90%)

Wabah Ebola pertama yang diketahui pada manusia menyerang secara serentak di Republik Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada 1976. Ebola menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain, atau interaksi dari orang atau hewan yang terinfeksi. Menurut seorang ahli virus Ebola dan profesor mikrobiologi di Universitas Boston, Elke Muhlberger, strain virus Ebola diketahui bervariasi pada dampak kematian. Menurut WHO, wabah yang sedang berlangsung di Afrika Barat dimulai pada awal 2014 ini merupakan wabah penyakit terbesar dan paling kompleks hingga sekarang.

9. Virus Cacar (Tingkat kematian 95 persen)

Cacar diketahui sudah ada sejak 11 ribu tahun lalu di pertanian di India. Virus yang juga dikenal dengan Smallpox ini merupakan virus paling mematikan di dunia yang telah membunuh paling banyak manusia dibanding virus lain dalam sejarah.

10. Rabies (Tingkat Kematian 100 persen)

Virus yang tergolong neurotropika ini ditularkan lewat air liur hewan kepada manusa. Virus ini bakal bekerja 100 persen saat gejalanya mulai berkembang. Oleh karena itu, jika gejala muncul angka kematian hampir selalu 100 persen. Akibat dari virus ini tergolong fatal karena langsung menyerang otak dan sistem saraf manusia. Pada 2010, virus rabies membunuh 78 orang di Bali.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI