Covid 19 · Uncategorized

Virus Mematikan Selain Corona yang Terdapat Pada Kelelawar Buah, Ular dan Tikus

Di China memakan hewan yang masih hidup sudah menjadi salah satu adat-istiadat yang diturunkan oleh nenek moyang mereka dan beberapa orang bahkan menjadi tantangan untuk dia sendiri yang ingin viral dengan memakan binatang yang hidup. Namun China bukan satu-satunya negara yang memakan binatang hidup, hampir di seluruh dunia ada saja orang-orang yang melakukan eksperimen untuk memakan binatang hidup.

Di Indonesia ada beberapa contoh kasus yaitu seorang lelaki tua yang memakan kucing secara hidup-hidup di daerah Kemayoran, yang katanya untuk ilmu hitamnya, lalu ada wanita yang cukup viral bernama Miskaula asal Sidoarjo yang mampu memakan ayam hidup sebanyak 5-7 ekor setiap harinya yang dikarenakan trauma masa kecil yang selalu kelaparan.

Di Jepang juga banyak orang yang memakan sashimi yaitu daging ikan dalam keadaan segar tanpa melalui proses pemasakan, juga ada gurita dan kodok yang dimakan hidup-hidup. Jadi untuk orang-orang yang suka sekali makan makanan yang masih hidup adalah salah satu tanda gangguan kejiwaan atau psikopat.

Bayangkan seseorang mau menikmati sebuah makanan sambil menikmati kesakitan yang dirasakan oleh binatang itu, yang lama kelamaan menjadi sebuah kebiasaan yang tidak segan untuk menyiksa sesama manusia bahkan menghilangkan nyawa sesama.

Yang akan kita bahas kali ini bukanlah soal gangguan kejiwaan orang-orang itu namun soal virus-virus berbahaya lain selain virus Corona yang bisa ditimbulkan oleh orang-orang yang memakan bintang hidup tersebut terutama virus yang terdapat pada kelelawar buah, ular, dan tikus.

Pertama pada kelelawar peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Research Center for Zoonosis Control (RCZC) Universitas Hokkaido, Jepang telah mengkaji kelelawar buah di Indonesia. Hasil penelitian itu menunjukkan, ada 6 virus pada kelelawar buah di Indonesia. 

Keenam virus tersebut yaitu coronavirus, bufavirus, polyomavirus, alphaherpesvirus, paramyxovirus, dan gammaherpesvirus. Keenam virus itu berpotensi menimbulkan zoonosis yang belum ditemukan obatnya.

Zoonosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus pada binatang dan bisa menulari manusia atau sebaliknya. Salah satu contohnya adalah virus Corona yang berasal dari Wuhan, China yang kini sedang mewabah. Virus lainnya yang bisa di sebabkan oleh kelelawar yaitu :

  • Virus Nipah

Dalam kasus virus nipah, virus menyebar dari kelelawar ke babi. Babi yang terpapar virus tersebut tidak sakit, namun bisa menularkan virus ke manusia. Virus ini memiliki indikasi demam, infeksi pernapasan, bahkan sampai menyebabkan radang otak.

  • Virus Hendra

Penyebar virus ini secara alami adalah kelelawar dari genus Pteropus yang ditemukan di Australia. Hendra virus menyebabkan penyakit pada kuda di Australia. Infeksi pada manusia terjadi karena paparan dari sekresi dari kuda yang terinfeksi virus Hendra.

  • Virus Rabies

Ini berbeda dari jenis rabies yang ditularkan oleh hewan anjing, hal ini bisa terjadi jika kita hidup dilingkungan kelelawar buah ini. Jika kita tidak sengaja tercakar, tergigir atau memakan makanan yang terkena kencing dari kelelawar tersebut.

  • Virus Marburg

Sama halnya dengan kontak fisik penyakit rabies apabila kita tidak sengaja terpapar air ludah, cakar atau tergigit oleh kelelawar, kita bisa terkena virus marburg yang sangat mematikan yang bisa menularkan dari manusia ke manusia lainnya.

Kedua adalah ular, begitu banyak ular yang dikonsumsi di China, entah di buat sup atau dimakan hidup-hidup. Pada daging ular juga terdapat virus-virus yang menyebabkan kematian yaitu :

  • Bakteri Salmonela

Bakteri salmonella dan bisa ular masih ada tertinggal pada daging ular yang sudah dibersihkan. Ketika daging itu kita konsumsi kita bisa mengalami keracunan dan infeksi parasit. Infeksi salmonella menyebabkan bintik-bintik merah pada perut, demam, bakteri dalam darah atau tulang, dan dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan abses dan meningitis.

Ketiga adalah tikus. Di China tikus dimakan hidup-hidup, kenapa? Karena dipercaya dengan memakan bayi tikus yang masih hidup bisa menjadi obat kuat untuk para pria. Tapi kita harus tau bahaya dari virus yang diakibatkan dari tikus tersibut yaitu :

  • Hanta Virus

Penyebaran infeksi hanta virus ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan feses, urine, dan air liur tikus yang terinfeksi. Penyakit hantavirus tergolong langka, tapi cukup berbahaya.

Hanta virus akan menyebabkan demam yang tinggi selama beberapa hari, lalu empat hari kemudian akan mengalami batuk, sesak napas karena infeksi pernapasan.

Semoga artikel ini bisa menyadarkan banyak orang untuk tidak memakan binatang yang hidup lagi karena banyak resiko berbahaya yang di berikan. Jangan hanya karena kita ingin viral kita melakukan hal-hal yang membahayakan bagi diri kita sendiri dan bagi orang banyak.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

One thought on “Virus Mematikan Selain Corona yang Terdapat Pada Kelelawar Buah, Ular dan Tikus

Comments are closed.