Motherhood

Stop BULLYING (kamu bisa membunuh masa depan seseorang)

Terkadang hidup kita itu seperti suatu titik di atas kertas putih, jika kita bertanya kepada orang lain apa yang dilihat pada kertas itu, pasti kebanyakan akan menjawab ada sebuah titik di kertas tersebut padahal bagian paling banyaknya adalah putih pada bagian kertas itu. Seperti yang saya gunakan untuk bertanya kepada anak saya baby Louisse, saya menggunakan  tissue putih dan menggunakan lipstik sebagai titik di tengahnya. Ketika saya bertanya “apa ini yang ada di tissue?” baby Louisse menjawab “lipstik mami” seringkali hidup kita seperti itu kita lebih suka melihat titik atau kesalahan seseorang daripada kebaikan yang ada pada dirinya, dan itu yang dinamakan dengan perundingan atau bullying.

Hidup di era yang serba digital, dimana kita bisa mengakses internet dan teknologi semau kita. Kita mudah untuk berkomunikasi, mudah untuk mengakses begitu banyak informasi yang kita tau dan semakin banyak kita tahu mengenai kehidupan seseorang dan dampaknya adalah kita dengan mudah mengomentari kehidupan seseorang, dan kebanyakan yang sering kita komentari adalah sesuatu yang negatif tentang seseorang tersebut. Nah bullying itu sendiri apa sih moms? yuk kita bahas fakta-fakta mengenai bullying.

Pertama bullying atau perundungan itu adalah sebuah tindakan kekerasan ancaman atau paksaan terhadap orang lain dimana kita bisa menyakiti dalam bentuk fisik, seperti memukul, mendorong, dan sebagainya. Dalam bentuk verbal adalah menghina, membentak, dan menggunakan kata-kata kasar.

Kedua adalah alasan kenapa orang-orang suka melakukan bullying?  Sebenarnya ada beberapa alasan tapi yang saya mau bagikan adalah pengalaman saya sendiri. Pertama pasti karena iri hati, kita punya perasaan orang lain untuk tidak bahagia, kita mau orang itu menderita, tidak mau dia sukses dan mengalami kegagalan. Contohnya ketika kita melihat orang cantik berjalan di mall dan kita perhatikan dari atas sampai bawah, dan beri komentar “cakep ya, tapi sepertinya operasian semua” pasti ada kalimat negatif yang keluar dari mulut kita, dan banyak contoh lainnya.

Fakta ketiga, bullying secara fisik : adalah sebuah tindakan kekerasan dimana kita bisa melukai seseorang pada bagian fisiknya. Jika kita mengatakan belum pernah melakukan bullying secara fisik coba ingat-ingat kembali, mungkin kita pernah melakukan hal-hal seperti mencubit pipi atau tangan, atau kita pukul tangannya, kita menghancurkan barangnya itu sudah termasuk ke bullying secara fisik. Seperti jaman saya dulu bersekolah sering dipandang sebelah mata oleh teman-teman sekelas karena berasal dari keluarga yang kekurangan, sering diisengin, dicubit, bahkan isi tas saya bisa keluarkan dengan paksa.

Fakta keempat, bullying secara verbal : adalah tindakan kekerasan kepada seseorang dengan menggunakan kata-kata tertulis atau yang diucapkan secara langsung dari mulut kita. Bullying secara verbal itu termasuk mengancam seseorang, gosipin seseorang, mengkomentari body shaming seseorang, bahkan merusak nama baik seseorang. Dan hal tersebut juga sering saya alami dulu waktu saya bersekolah, sering kali dibilang miskin dan berbagai cacian yang lain.

Fakta Kelima, bullying secara sosial : adalah tindakan penindasan kekerasan yang dilakukan kepada seseorang dengan cara mengomentari kehidupan seseorang merusak hubungan seseorang bahkan menyebarkan informasi seseorang dan mempermalukan seseorang tersebut. Jadi sedikit pengalaman waktu saya kecil, saya pernah mencuri di Indomaret (bukan untuk ditiru ya) karena keadaan saya yang sangat miskin menbuat saya mengambil keputusan seperti itu dan yang memang akhirnya saya ketauan dan diamankan di Indomaret tersebut, kebetulan ada teman sekolah saya yang mengetahui hal tersebut dan yang dilakukan adalah menyebarkan informasi tersebut di sekolah. Akhirnya setiap hari saya harus menerima bullying dari teman-teman sekolah yang membuat keadaan saya dulu semakin drop.

Fakta keenam adalah cyberbullying : adalah tindakan penindasan kekerasan terhadap seseorang dengan kita mengunggah foto atau video dengan menyebarkan informasi yang seharusnya tidak kita share ke orang lain meluli media sosial. Jadi ini yang lagi banyak dilakukan banyak orang belakangan ini, berhubungan dengan akses informasi yang cepat dan mudah kita lakukan jadi kita bisa dengan mudah memberikan komentar atau melihat akun-akun gossip yang pada akun itu banyak mengunggah foto dan video yang mengundang banyak komentar dari orang-orang yang melihatnya.

Lalu apa efek dari bullying itu sendiri? Dari apa yang saya sudah alami yang menjadi korban bullying di sekolah, yang saya rasakan adalah semua tindakan bullying yang dilakukan baik verbal maupun non verbal semuanya masih tersimpan sampai saat ini, sangat membekas di hati. Karena ini efek dari depresi yang panjang sampai kepikiran untuk pindah sekolah, ke sekolah adalah sebuah ketakutan untuk saya. Tidak bisa belajar dengan tenang dan tidak bisa mendapatkan prestasi di sekolah. Dan salah satu pelarian yang salah ketika kita sudah depresi adalah kecanduan dengan narkoba atau minum minuman keras untuk melupakan segala depresi yang dia terima di sekolah. Sampai akhirnya bisa melakukan tindak kekerasan karena pengaruh alkohol dan mencontoh pelaku bullying, dan terakhir yang paling parah adalah sebuah keputusan untuk melakukan bunuh diri. Yuk kita stop bullying atau perundungan karena itu tidak ada gunanya dan hanya merugikan orang lain dan akan merusak masa depan seseorang.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI