Motherhood

Gigi Patah, Waspada Gejala Bruxism!

Hi moms! Pada kesempatan kali ini, saya akan sharing mengenai salah satu masalah gigi yaitu, Bruxism. Apa itu Bruxism? Bruxism adalah sebuah kondisi dimana seseorang seringkali menggemeretakkan, menekan, atau menggesekkan giginya ke atas dan ke bawah maupun ke kanan dan ke kiri secara tidak sadar.

Bruxism pada tahap awal tidak membutuhkan pengobatan khusus, namun jika bruxism sudah menjadi kebiasaan, hal itu bisa menimbulkan dampak yang lebih besar, seperti kerusakan gigi, sakit kepala, gangguan pada rahang, dan masalah lainnya.

Bruxism kebetulan menjadi masalah yang saat ini sedang di alami oleh suami saya sendiri bahwa dia memiliki 1 kebiasaan ketika tidur selalu menggesek gigi nya sendiri dengan durasi kurang lebih bisa berlangsung selama beberapa menit.

Tidak hanya terjadi 1 kali, melainkan bisa 10 kali bahkan lebih dalam semalam. Kemudian, yg akan menjadi pembahasan kali ini adalah, apakah gigi si penderita ini akan rusak, dan bagaimana cara mengatasi Bruxism?

Sebelum membahas lebih dalam cara mengatasi Bruxism, kita ketahui terlebih dahulu ya moms, penyebab dan waktu dari terjadinya Bruxism.

Bedasarkan penyebabnya, Bruxism dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

  • Bruxism Primer, adalah Bruxism yang muncul bukan karena suatu kondisi medis tertentu.
  • Bruxism Sekunder, adalah Bruxism yang muncul bukan karena suatu kondisi medis tertentu.

Selain itu, pembagian waktu dari terjadinya Bruxism adalah sebagai berikut :

  • Awake Bruxism, adalah Bruxism yang terjadi pada saat siang hari.
  • Sleep Bruxism, adalah Bruxism yang terjadi pada malam hari atau sedang tidur.

Baik dari penyebab maupun pembagian waktu terjadinya Bruxism, penderita Bruxism tidak merencanakan atau menyadari ketika akan melakukan kegiatan menggemetarkan gigi yang telah menjadi kebiasaan itu, karna kondisi tersebut adalah hal yang alami dan sudah melekat dalam diri mereka.

Lalu, bagaimana mengenai faktor pendukung yang menjadi ciri – ciri seseorang berpotensi sebagai penderita Bruxism, moms?

Faktor – faktor pendukung seseorang berpotensi menjadi penderita Bruxism adalah sebagai berikut :

  • Penderita Bruxism memiliki masalah gangguan tidur. Baik itu gangguan tidur ketika seseorang tidak bisa tidur secara cepat, maupun gangguan Sleep Anea. Sleep Anea adalah suatu keadaan dimana, saat seseorang tidur lelap, mereka akan bisa bangun secara berkali – kali di tengah tidur mereka. Secara medis, kondisi penderita Sleep Anea ini juga akan beresiko menjadi penderita Bruxism.
  • Faktor yang kedua adalah, seseorang yang memiliki gangguan psikologis akan berpotensi sebagai penderita Bruxism. Mereka yang memiliki gangguan psikologis dikenal sangat sulit untuk konsentrasi atau fokus pada suatu hal sehingga secara alamiah mereka akan menggemetarkan gigi mereka atau Bruxism sebagai bentuk dari fokus mereka untuk berkonsentrasi.
  • Memiliki emosi, rasa cemas, dan stess yang ckup tinggi juga dikenal sebagai faktor yang mendukung seseorang berpotensi penderita Bruxism loh moms, terutama Awake Bruxism.
  • Faktor pendukung yang terakhir adalah, seseorang yang memiliki gaya hidup atau life style yang tidak sehat akan berpotensi menjadi penderita bruxism. Apa sih kira – kira contoh gaya hidup atau life style yang tidak sehat? Mereka yang merokok, mengkonsumsi alkohol, bahkan mengkonsumsi kopi saja termasuk ke dalam kategori life style yang tidak sehat loh, moms. Karna kopi mengandung kafein, dan semakin banyak mereka mengkonsumsi kafein maka akan memicu terjadinya Bruxism.
vector illustration of bruxism. grinding of teeth. tooth appliance. dental care. dentistry health problem

Perlu diketahui ya moms, ternyata anak – anak juga beresiko terkena Bruxism loh, bukan hanya untuk orang dewasa saja. Tetapi, pada anak – anak, Bruxism akan sembuh dengan sendirinya saat mereka beranjak dewasa, asalkan tidak didukung dengan life style yang tidak sehat ya, moms. Bruxism bukanlah sesuatu yang harus di khawatirkan apabila penderitanya itu tidak menunjukan gejala – gejala yang berat.

The most important thing is, bagaimana ya moms cara untuk mengatasi Bruxism? Yuk, simak lagi di bawah ini :

  • Secara medis, Bruxism bisa diatasi dengan menggunakan kawat gigi tentunya setelah konsultasi dengan dokter gigi ya moms, bukan di tukang gigi.
  • Kemudian, jika Bruixsm terjadi karna adanya masalah dari gigi si penderitanya atau karna masalah life style, dokter gigi akan cek terlebih dahulu mana gigi yang bermasalah kemudian si penderitanya akan disarankan untuk menggunakan pelindung gigi atau pelindung mulut (mouth guard) seperti yang biasa digunakan oleh petinju agar gigi si penderitanya tidak patah.
  • Lalu bagaimana jika penderita Bruxism disebabkan karna adanya faktor emosional yang mendukung? Tentunya dokter gigi akan menganjurkan mereka untuk ke psikiater terlebih dahulu agar psikis mereka normal, setelah itu baru akan dilakukan tindakan selanjutnya.
  • Cara yang terakhir untuk mengatasi Bruxism adalah dengan melakukan Botox. Botox merupakan cara yang dilakukan juga oleh suami saya untuk mengatasi Bruxism yang dialami oleh nya. Untuk melakukan Botox, suami saya sendiri melakukan treatment gigi di  Dermaster dengan tujuan agar saraf di bagian rahang tidak kaku, sehingga perawatan ini dilakukan dengan cara melemahkan saraf rahang suami saya. Sehingga kebiasaan Bruxism akan berkurang. Dan selama suami saya melakukan treatment ini, dia pun sudah tidak lagi melakukan kebiasaan menggemetarkan gigi atau Bruxism ini.

Kira – kira seperti ini ya moms sharing dari saya mengenai Bruxism, untuk lebih lengkap nya bisa langsung cek video di bawah ini. Semoga membantu dan bermanfaat!

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI