Fakta-Fakta

Tantangan Menjadi seorang Ibu, Selamat Hari Ibu | Happy Mother’s Day

Tanggal 22 Desember di tetapkan sebagai hari Ibu di Indonesia. Banyak dari kita yang mengucapkan seberapa cinta dan bersyukurnya telah lahir ke dunia ini lewat perjuangan ibu kita dengan berbagai cara, mulai dari media sosial kita atau secara langsung mengajak ibu atau mama kita dinner di luar.

Meskipun banyak yang mengucapkan terima kasih kepada ibu kita, namun aslinya? Apakah setiap hari kita membantu ibu kita? Apakah kita perhatian kepada ibu kita? Atau hanya pada hari ibu, baru kita mengucapkan cinta kepada ibu kita?

Saya sendiri bukan anak yang baik untuk mama saya. Namun setelah saya memiliki 2 anak, saya jadi mengerti arti menjadi seorang ibu dan tau tantangan menjadi seorang ibu juga curhatan hati seorang ibu. Berikut adalah beberapa fakta mengenai makna perayaan hari ibu versi saya :

  1. Ibu mempertaruhkan nyawa untuk anaknya

Menurut data WHO di seluruh dunia ada 800 wanita yang setiap tahunnya meninggal karena persalinan dan kehamilan. Dari tahun 2011-2015 dari seratus ribu persalinan yang berhasil terdapat 128 wanita yang meninggal. Penyebab utama adalah meninggal karena pendarahan. Saya sendiri sudah melakukan caecar 2 kali dan rasanya tidak enak sekali, mau normal maupun caecar semua sama, tidak ada yang enak dan sama-sama mempertaruhkan nyawanya.

Pada saat bayi tabung saya juga sempat komplikasi, mengalami OHSS dimana saya kesulitan bernapas karena paru-paru saya terendam cairan OHSS. Saya sempat bilang ke daddy bahwa kehamilan ke dua ini berat sekali, sedikit-dikit capek, mengeluh dan tidak kuat, sampai saya berkata kepada suami saya “jika persalinan kali ini tidak berjalan lancar dan harus memilih istri atau anak, tolong pilih anak ya sayang” dan suami saya berkata “anak bisa dibikin lagi, tapi istri tidak”.

Saya seorang mami muda yang berumur 26 tahun sudah bisa berfikir segala-galanya untuk anak, rela memberikan apapun untuk anak kita walaupun harus mengorbankan nyawa. Bayangkan bagaimana perjuangan ibu kita pada saat dulu dimana teknologi kedokteran belum secanggih saat ini, dimana resiko melahirkan lebih besar.

  1. Ibu menjaga anaknya hingga besar

Setelah mempertaruhkan nyawa lewat persalinan dan melahirkan anaknya, dalam keadaan lemas dan sakit bagian perut seorang ibu masih tetap kuat untuk melihat anaknya dan ingin sekali menggendongnya. Setelah itu ibu harus berusaha mengeluarkan asi  untuk anak kita sampai tiap malam kita begadang memberikan asi untuk anak kita, setelah itu kita tetap harus menjaga anak kita, menggendong anak, mandiin anak, tidak ada berhentinya.

Kantung mata pasti besar ketika menjaga anak kita yang baru lahir sampai beberapa bulan, tapi saya tetap mau program hamil yang ke tiga karena saya sayang kepada anak saya. Begitu pula dengan ibu kita lho moms, apapun di lakukan untuk kita agar anaknya yang tercinta dapat tumbuh berkembang dan segalanya cukup untuk anaknya.

  1. Ibu itu sabar

Jadi mulai dari proses anak kita bertumbuh, mulai dari memberikan makan, belajar merangkak dan mengajarkan anak kita jalan pasti semua penuh kesabaran. Penuh kesabaran walaupun anak kita suka rewel, marah, dan bilang “ga mau mami” bahkan memukul saya, tapi saya tetap dengan sabar bahwa “mami mengerti kalo kamu belum ngerti, tidak apa kamu pukul mami yang penting kamu bisa belajar merangkak, kamu sudah bisa makan, bisa berjalan, bahkan tertawa” sama halnya dengan orang tua kita yang selalu bersabar kepada kita anak.

Saya sendiri dulu adalah anak yang durhaka kepada ibu saya, jadi waktu saya berumur 13 tahun di saat keadaan keluarga sedang miskin, saya sempat bilang ke mama saya seperti ini “ma kenapa sih aku harus lahir di keluarga miskin? Kenapa teman-teman aku kaya? Hidupnya enak, mereka naik mobil ke sekolah, sedangkan aku mesti jalan kaki, mau naik becak dan bajai sayang uangnya harus dihematin kalo tidak hemat tidak bisa makan, belum harus menabung untuk bayar uang sekolah, kenapa kita harus tinggal di rumah susun kumuh banget, aku di ketawain sama teman-teman ma. Kenapa sih aku harus punya orang tua kayak kalian? Kenapa aku ga lahir di keluarga yang lebih baik?”

Saya pernah menyakiti orang tua saya sedemikian rupa, menyakiti perasaan mama saya dan respon mama saya hanya bisa tersenyum dan berkata seperti ini “Sorry ya Ame, mami udah bikin kamu susah, semoga nanti kamu kalo udah lebih gede, kamu bisa kerja, hidup kamu bisa lebih enak. Kamu jangan hidup seperti mama ya, mama susah, mama ga mau kamu susah cukup mama aja yang susah, kamu harus seneng ya sayang”.

  1. Kasih sayang ibu sepanjang masa

Jadi saya dan daddy pernah bilang “nanti kalo Loisse udah nikah sama orang lain dan ga peduli sama kita lagi, gimana ya?. Nanti kalo Louisse sudah punya anak, mau ah nimang cucunya, jagain anaknya”. Sama halnya dengan mami kita, sampai sekarang mami saya masih suka telepon saya menanyakan kabar, masih mau masakin saya dan ingin kerumah untuk menjaga anak saya.

Mami saya tidak ingin saya stress dan bahkan ingin memberikan tabungan masa tuanya jika saya ada kendala keuangan.  Bayangkan saya yang sudah sebesar ini dan memiliki tanggung jawab dengan 2 anak, sampai hari ini masih diperhatikan. Coba bayangkan hidup tanpa mama, akan hampa banget, kita pasti kangen ada yang perhatiin kita bahkan teleponin kita tiap hari yang terkadang risih karena kita sudah besar tapi itulah contoh kasih ibu sepanjang masa.

  1. Hanya memberi tak harap kembali

Jadi ini lirik lagu yang sering kita dengar ya, tapi saya setuju banget. Pernah ga sih mama kita perhitungan sama kita? Pasti tidak pernah ya, sama halnya dengan mami saya yang tidak pernah perhitungan sama sekali kepada saya, karena seorang ibu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan saya tidak mengharapkan anak saya anak kembalikan uang saya. Yang penting anak saya bisa tumbuh sehat, kuat, dan senang itu sudah cukup.

  1. Superhero tak kenal lelah

Jadi inget dulu sama mami saya yang kerjanya jualan kue setiap hari kerja sampai jam 12 malam dan harus bangun jam 2 pagi untuk mempersiapkan kue untuk dijual kembali, dan tidak pernah berhenti. Selain harus jualan, berdiri, anter-anter jalan kaki, dan masih harus care sama anaknya, yang penting anaknya bisa makan dan sekolah, uang cukup itu sudah membuat mami saya senang sekali. Setiap hari rutinitasnya seperti itu sampai sempat mama kakinya tidak bisa jalan, tapi mama tetap mau ngelakuin itu dan berkata “mama tidak apa-apa kok, mama ga perlu ke rumah sakit, mama masih bisa berdiri dan jualan, kalo ga jualan hari ini ga dapet uang”

Mama kita benar-benar superhero yang tidak pernah menunjukan rasa capenya di depan kita, yang hanya bisa mengeluh di dalam hati dan terus terlihat kuat agar anak tetap happy dan tidak kuatir. Thank you for my superhero, mama.

  1. Rela menderita untuk anak

Doa hanya untuk anaknya. Setiap harinya orang tua selalu berdoa yang terbaik untuk anak-anaknya, seperti mami saya sendiri yang rela mengorbankan masa mudanya untuk mengurus anak-anaknya, sampai akhirnya kakinya sakit dan tidak mampu berjalan, yang setiap hari hanya memikirkan apakah jualan besok laku atau tidak, jika tidak laku bagaimana bisa bayar uang sekolah untuk anak.

Mama saya tidak mau saya berdiri di depan kelas karena tidak mampu membayar uang sekolah sampai 3 bulan dan ketika saya bertanya, dia menjawab “besok Ame bisa masuk sekolah kok, mama sudah jual semua emas mama, kamu yang sabar ya nanti mama mau hutang lagi sama tetangga, semoga tetangga kasih ya” sampai mengemis ke saudara-saudara yang lain, dan banyak saudara yang tidak mau kenal keluarga kami karena dicap sebagai keluarga pengutang.  Tapi mama rela harga dirinya diinjak-injak, rela dimarahin karena suka ngutang dan lama membayarnya, rela menderita demi anak-anaknya yang penting anaknya enak.

Ini adalah beberapa fakta mengenai hari ibu, dan setiap hari harus kita jadikan sebagai hari ibu, kita harus menyayangi orang tua kita setiap hari. Sayangilah mama kita sepenuh hati bukan untuk tampilan medsos kita saja yang terlihat begitu care dan cinta dengan mama kita namun dilakukan dengan sungguh-sungguh setiap harinya.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell #HappyMother‘sDay #MaknaHariIbu #HariIbuIndonesia