Fakta-Fakta

Awal 2020 Banjir, Siapa yang Salah?

Happy new year moms! Awal tahun ini kita dikejutkan dengan hastag #banjir yang menyapu daerah JABODETABEK bahkan sekitarnya. Banyak dari mommy – mommy atau teman – teman yang habis menikmati malam pergantian tahun pun terjebak tidak bisa pulang karna harus melawan banjir di pagi hari.

Curah hujan yang tinggi dan bencana banjir menyebabkan rumah kita sendiri pun menjadi korban. Bahkan akses jalanan dan tol juga sampai explode dan ditutup karna banjir yang melanda. Sudah tidak heran apabila beberapa sungai ikut siaga 1 karna banjir yang tak terbendung.

Ketika terjadi bencana termasuk salah satu nya banjir, seringkali muncul pertanyaan, bencana ini salah siapa? Siapa yang harus disalahkan, apakah Gubernur? Atau Pemerintah? Nah, sebelum kita menyalahkan siapapun, yuk kita cari tahu dulu fakta mengenai banjir ini.

Banjir merendam kawasan Kampung Pulo dan Bukit Duri di Jakarta, Kamis (2/1/2020). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.

Pertama, apa sih banjir? Jadi, banjir adalah suatu keadaan dimana sungai sudah tidak mampu menampung debit air di dalamnya. Sehingga air tersebut keluar ke daratan melalui palung sungai.

Kedua adalah jumlah manusia yang terlalu banyak. Jadi moms, menurut data perkembangan manusia dari tahun 1960 sampai tahun 2016, jumlah penduduk dari yang sebelumnya 3 juta menjadi 10 juta jiwa (belum termasuk imigran). Banyaknya populasi ini menciptakan demanding tempat tinggal yang mengharuskan pemerintah akhirnya menebang pohon untuk pembebasan lahan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dan otomatis dalam hal ini, resapan air akan semakin berkurang yang akan menyebabkan terjadinya banjir

Ketiga, pohon dan gunung banyak dimusnahkan. Seperti yang kita bahas diatas ya moms. Pemerintah banyak musnahkan pohon dan gunung untuk tujuan pembebasan lahan yang berguna untuk meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi. Baik itu untuk mall, rumah, sekolah, kantor, dan lain sebagainya.

Fakta yang keempat adalah banyaknya mall. Kita tahu ya moms JABODETABEK terutama Jakarta terkenal dengan tempat wisata yaitu mall. Nah dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi karna adanya mall, tanpa disadari hal ini menjadi hambatan untuk peresapan air hujan karna banyaknya mall yang telah dibangun di kota kita sendiri moms.

Kelima, membuang sampah sembarangan. Fakor ini adalah yang terpenting ya moms. Praktik membuang sampah sembarangan nyatanya masih terus dilaksanakan ya moms hingga saat ini oleh siapapun. Kita bahkan tidak menyadari atau lupa kalau membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan terjadinya banjir.

Jadi moms, dari fakta kelima dapat disimpulkan bahwa banjir merupakan kesalahan dari kita sendiri sebagai warga. Bukan kesalahan Gubernur maupun Pemerintah. Karna kalau diri kita sendiri tidak bisa melestarikan budaya pembuangan sampah dengan baik, dan tidak bisa menjaga lingkungan dengan baik maka akan terjadi banyak bencana alam salah satu nya banjir lho, moms.

Nah, gimana si moms sebenernya cara efektif menanggulangi banjir? Yuk cari tau di video bawah ini! Semoga bermanfaat ya, moms.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell #Parenting#MomsMilennial#YoutuberAnak#MainanAnak#TipsBayiTabung#MPASI