Growth · Kesehatan · Review Produk

Jangan Remehkan Kepala Peyang pada Bayi. Atasi Sekarang Juga!

Hai moms ketemu lagi dengan mommy di sesi #curcolyukmoms. Nah kali ini mommy akan membahas masalah kepala peyang. Mungkin para moms sudah tahu ya mengenai kepala peyang, dan bahkan sudah menjadi hal yang cukup umum. Sama halnya dengan mommy sendiri, mommy pernah mengalami masalah kepala peyang ini di kedua anak mommy. Kalau kita flashback sedikit, anak pertama mommy (Louisse) mengalami masalah kepala peyang dengan kategori cukup ringan, sedangkan anak kedua mommy (Loewy) mengalami masalah kepala peyang yang menurut mommy hampir berat.

Ketika anak pertama lahir pada saat itu mommy masih new mom, masih enggak ngerti apa-apa, saat Louisse baru saja dibawa pulang ke rumah dia sukanya tidur menghadap ke arah kanan. Yaudah dong, namanya juga kita new mom, anak mau tidur menghadap ke mana aja yang penting dia tidur dengan tenang enggak ada masalah. Tapi, karena mommy terus membiasakan Louisse tidur hanya menghadap kanan bahkan kita juga ikut-ikutan tidur menghadap kanan, akhirnya sampai suatu hari mommy sedang berada di sebelah kiri, mommy bingung kok dia tetap menghadapnya ke arah kanan, enggak menghadap ke kiri. Sempat mommy agak sedikit paksa Louisse untuk hadap ke kiri, tapi Louise malah berontak, nangis, enggak mau menghadap ke arah kiri dan balik lagi ke arah kanan.

Dan waktu itu rambut Louisse sudah mulai tumbuh, saat mommy lihat, ada keanehan yang sebelah kanan seperti pitak moms, rambutnya enggak rata tumbuhnya. Padahal sebelah kiri dan bagian belakang sudah lebat, tapi sebelah kanan sedikit pitak. Nah dari sana saudara-saudara mommy sudah mulai aware, enggak boleh seperti itu karena nanti bisa kepala peyang. Kalau dibiarkan makin lama itu akan menghambat pertumbuhan otot leher anak.

Kalau untuk anak kedua mommy, Loewy saat newborn sukanya tidur telentang. Kita pikir enggak ada masalah karena enggak seperti anak pertama yang hanya menghadap ke kanan aja. Tapi ternyata tidur telentang terus menerus juga bisa mengakibatkan kepala peyang, dan akhirnya kepala bagian belakang pitak rambutnya. Dia terlalu sering tidur telentang dan bagian belakang kepalanya rata. Bentuknya aneh.

Sampai menginjak usia 3 atau 4 bulan, anak kedua mommy sudah mulai bisa untuk menghadap ke kanan dan ke kiri, tapi yang jadi masalah utama dia sukanya menghadap ke arah kiri. Akhirnya terus-terusan ke kiri, kalau dihadapkan ke kanan dia marah. Dan saat dia sudah mulai suka duduk ketika usia 2 atau 3 bulan, saat dia duduk atau kalau difoto miring ke kiri kepalanya. Dan diperhatiin di video dia, dia suka miring ke kiri. Kalau mommy enggak dikasih tau mommy juga enggak tahu kalau ternyata Uwi mengalami masalah kepala peyang yang cukup parah. Sampai akhirnya masalah kepala peyang ini berakhir di usia 10 bulan. Saat newborn hingga dia usia 9 bulan dia selalu miring ke kiri, kalau kita tegakkan dia marah.

Nah dari pengalaman tersebut mommy mau sharing bagaimana solusi mengatasi kepala peyang pada anak, karena sekarang kepala kedua anak mommy sudah normal dan simetris. Tapi sebelum mommy berikan solusinya, yuk kita kenali dulu tentang kepala peyang.

Apa itu kepala peyang?

Kepala peyang atau biasa disebut flat head syndrome yang mana kondisi kepala baby bentuknya enggak simetris. Dari 1 sisi dengan sisi yang lain berbeda. Jadi kalau dari cerita mommy tadi, kepala anak mommy yang sebelah kanan itu bentuknya bulat, belakang juga bulat enggak rata enggak masuk ke dalam, tapi sebelah kiri rata atau bahkan ke dalam. Kalau kita mau tahu kepala anak kita peyang atau tidak bisa kita lihat dari atas, kelihatan banget perbedaannya moms.

Kenapa kepala baby bisa peyang?

Jadi moms, kepala peyang bisa dialami oleh semua bayi. Semua bayi pada usia 4 bulan pertama dia. Dikarenakan tulang tengkorak bayi kita masih tumbuh setiap menitnya dan lunak banget. Sehingga dalam kondisi tertentu seperti tidur kelamaan di 1 sisi, atau yang membuat kondisi dimana kepala bayi tertekan itu bisa membuat kepala bayi bentuknya enggak simetris atau 1 sisi dengan sisi yang lain berbeda.

Bisa enggak kepala peyang diatasi atau dihindari?

Bisa. Jadi kepala peyang ini bisa diatasi dan dicegah dari dini.

Apa penyebab kepala peyang?

1. Posisi tidur

Posisi tidur ini biasanya kita remehkan moms, yang penting anak kita bisa tidur tenang, enggak ganggu kita tidur, enggak bikin kita begadang, it’s okay lah bagaimanapun posisinya yang penting tidur. Tapi ternyata, posisi tidur apalagi untuk bayi newborn itu sangat penting. Jadi moms, ketika bayi kita terus menerus dalam posisi tidur yang sama seperti telentang terus, hadap kanan terus, hadap kiri terus, akhirnya menjadi penyebab masalah kepala peyang pada bayi kita.

2. Bayi prematur

Dengan kondisi dia yang adalah bayi prematur kemungkinan mengalami kepala peyang itu lebih besar, karena usia kehamilan lebih muda otomatis bayi prematur itu usianya lebih muda. Sehingga tulang tengkoraknya jauh lebih lunak dibanding dengan bayi pada umumnya. Sehingga pada kondisi-kondisi tertentu dapat membuat tekanan yang mengakibatkan kepala peyang.

3. Masalah di rahim

Tekanan di rahim atau kurangnya cairan ketuban untuk melindungi tubuh bayi akan memperbesar kemungkinan anak kita bisa mengalami kepala peyang atau kondisi sungsang pada bayi. Kondisi sungsang itu adalah kondisi dimana rahim kita terlalu sempit sehingga bayi susah untuk mengubah kondisi dan akibatnya kepala bayi terus menetap di 1 sisi terlalu lama, itu juga bisa memperbesar kemungkinan terjadinya kepala peyang. Dan terutama yang hamil kembar, rahim sempit, bayi susah berubah posisi tentunya akan semakin memperbesar kemungkinan peluang bayi kita lahir dengan kepala peyang moms.

Bagaimana cara mencegah kepala peyang pada bayi?

1. Variasikan posisi tidur bayi

Posisi tidur sangat berpengaruh terhadap kemungkinan bayi kita mengalami kepala peyang. Usahakan jangan membiarkan bayi kita tidur di posisi yang sama terlalu lama. Kalau misalkan anak saya sudah terus-terusan ke arah kanan, otomatis kalau kita paksa ke kiri dia akan nangis dan berontak. Lalu bagaimana moms? Nah pada saat ini peran kita sebagai orangtua dibutuhkan, kita coba cari perhatian dia seperti menggunakan mainan ke arah yang bayi kita enggak suka, sehingga lama kelamaan bayi kita mau coba untuk memaksakan kepala dia ke arah yang mereka enggak suka. Lakukan terus menerus maka itu bisa menjadi salah satu cara mengatasi kepala peyang pada anak.

2. Gunakan bantal anti peyang

Bantal anti peyang ini gunanya banyak, selain bisa mencegah anak kita mengalami kepala peyang tentunya juga bisa mengatasi kepala peyang yang sudah terlanjur dialami bayi kita dari usia 0-9 bulan.

Bantal anti peyang itu banyak banget, yang mana yang harus saya pilih?

Mommy sendiri punya rekomendasi bantal anti peyang nih, yaitu bantal Baby Cloudfoam yang sudah mommy gunakan sejak anak pertama mommy. Bantal Cloudfoam ini sudah membantu perjalanan mommy untuk mengatasi kepala peyang anak mommy yang pertama dan kedua. Bahkan sampai kondisi Uwi yang kalau duduk kepalanya bisa sampai miring ke kiri ini Baby Cloudfoam bisa mengatasinya, benar-benar membantu banget. Waktu itu mommy baru mulai pakai dari Uwi usia 4 bulan. Saat kepala peyangnya terasa mulai agak berat menurut mommy. Tapi walaupun dari 4 bulan start kita langsung coba bantal anti peyang dari Baby Cloudfoam ini, terbukti saat usia dia sudah 9 bulan berhasil. Setiap hari pakai, akhirnya bantal anti peyang dari Baby Cloudfoam ini benar-benar bisa mengatasi kepala peyang anak-anak mommy. Selain dapat mengatasi kepala peyang ini juga bisa melancarkan peredaran darah loh moms.

3. Posisi menyusui

Posisi menyusui mungkin memang diremehkan oleh para ibu menyusui. Tapi moms kalau kita menyusui kan ada bagian kanan dan kiri, anak kita bisa menghadap ke kanan dan ke kiri tergantung bagian mana yang kita kasih ke anak kita. Kalau kita terlalu sering menyusui di bagian kanan saja otomatis anak kita akan mengalami kepala peyang di bagian kanan. Nah, kalau anak kita sudah mengalami kepala peyang di bagian tertentu, kita bisa membiasakan dengan posisi menyusui yang bergantian arah. Kalau misalnya anak kita kepala peyangnya di sebelah kiri, kita mulai biasakan menyusui anak kita di sebelah kanan. Lalu payudara yang kiri bagaimana? Moms bisa memompanya ya. Saat mau tidur itu adalah waktu yang paling efektif. Dengan kita membiasakan seperti itu, kepala peyang yang dialami anak kita akan berangsur-angsur membaik dan kembali normal seperti yang sudah mommy rasakan di anak pertama dan kedua mommy.

4. Tummy time

Tummy time ini adalah waktu bermain ya moms. Walaupun bayi kita ketika awal-awal lahir kerjanya masih tidur, tapi tummy time itu adalah posisi dimana anak kita bisa bermain dengan cara tengkurap sambil melatih otot leher anak kita. Jadi kita bisa membiasakan tummy time dengan posisi tengkurap dan kita biasakan setiap 1 sesi 5 menit, kita biarkan dia mencoba untuk mengangkat leher dia. Itu juga bisa melatih kekuatan otot leher dan tentunya dapat mengurangi kepala peyang yang dialami oleh anak kita.

Nah itu dia tips-tips dari mommy untuk mencegah dan mengatasi kepala peyang pada anak kita. Jadi kita harus waspada ya moms terhadap kepala peyang terutama yang disebakan karena kelainan otot. Karena kalau kita biarkan terus menerus baby kita akan kesulitan untuk mengangkat kepala seperti yang terjadi pada Uwi. Dan nantinya akan menghambat perkembangan otot leher dia, mengurangi kekuatan otot dan yang paling dikhawatirkan dapat mengakibatkan kondisi permanen, otot leher anak kita seperti itu terus tidak bisa berubah. Belum lagi kalau sampai ada pendarahan di area tersebut. So, jangan sepelekan kepala peyang pada anak kita. Atasi sejak dini tentunya dengan cara yang tepat.