Seputar Program Bayi Tabung

Prosedur Seputar Program Bayi Tabung

Bayi tabung atau in vitro vertilization (IVF) merupakan suatu alternatif bagi moms yang ingin memiliki momongan. Bayi tabung dilakukan dengan cara menggabungkan telur dan sperma di luar tubuh. Kemudian, sel telur yang sudah dibuahi dan sudah dalam fase siap akan dipindahkan ke dalam rahim. Lalu bagaimana prosedur mengikuti program bayi tabung? Nah berikut ini mommy akan jelaskan prosedurnya sesuai dengan pengalaman mommy.

Bagaimana prosedur melakukan program bayi tabung?

1. Memilih rumah sakit dan dokter yang tepat, aman dan nyaman.

Rekomendasi: Jakarta, Morula IVF Menteng dengan dokter Arya Nando. Menurut mommy pelayanannya ramah dan helpful.

2. Tes darah

Tes darah ini dilakukan ketika kita sedang menstruasi. Oh iya moms tes darah ini dilakukan enggak hanya mommy ya, tapi daddy juga dites. Kegunaan dari tes darah ini untuk mengetahui apakah calon pasien layak melakukan program bayi tabung ini. Jadi dari pemeriksaan darah tersebut kita akan dilihat apakah mempunyai kista, ada penyakit menular lain atau hal-hal yang bisa membuat program bayi tabung ini gagal. Kalau misalnya ada hal-hal yang memungkinkan program bayi tabung kita tidak berhasil, biasanya dokter akan mencari tahu solusinya dan akan membereskan dulu masalahnya.

3. Melakukan beberapa suntikan

Suntikan-suntikan tersebut ada 2 macam yaitu suntik gonal yang gunanya untuk menstimulasi agar sel telur matang dan ukurannya pas untuk dibuahi sel sperma sedangkan suntik cetrotide untuk mencegah agar telur tidak pecah sebelum diambil. Suntikan ini bisa dilakukan di rumah sakit maupun sendiri ya moms. Biasanya kita akan dapat suntikan dengan dosis 225 IU tapi semua tergantung resep yang dikasih masing-masing dokter ya moms. Dari hari pertama hingga ketujuh selama 1 minggu kita hanya melakukan suntik gonal aja. Lalu pada hari ke-8 hingga hari ke-14 suntikannya enggak hanya suntik gonal tapi juga suntik cetrotide. Di hari kedua melakukan suntik gonal, biasanya kita akan ke rumah sakit lagi untuk konsultasi dan tes darah dengan tujuan dokter ingin melihat kadar esterogen dalam tubuh kita, bagaimana pengaruh dari suntikan yang kita berikan dan kita akan di USG vagina (Transvaginal Ultrasound) untuk melihat apakah telur kita sudah terstimulasi dengan baik dan bagaimana ukurannya dari hari ke hari. Sel telur yang matang biasa ukurannya 16ml sampai 18ml, biasanya dokter akan terus memantau perkembangannya.

4. OPU (Ovum Pick Up)

Dokter akan mengambil sel-sel telur kita yang sudah siap dibuahi oleh sel sperma dan malam sebelumnya kita biasa akan ke rumah sakit untuk melakukan suntikan hCG. Suntikan hCG ini gunanya untuk memecahkan telur yang akan pecah 1×24 jam selanjutnya dan kita akan diminta untuk puasa dari jam 10 malam sampai besok harinya. Ketika kita mau melakukan pengambilan ovum ini kita akan dibius total, setelah proses ini biasanya akan ada luka sedikit di kelamin kita moms. Setelah ini dokter akan mempertemukan sel telur dan sel sperma suami proses ini disebut inseminasi dan pembuahan. Selanjutnya kita menunggu sel sperma dan sel telur kita menjadi calon embrio biasanya 3-5 hari.

5. Memasukkan calon-calon embrio

Dari proses inseminasi dan pembuahan tersebut maka dokter akan melihat embrio sudah ada berapa, dan kualitasnya seperti apa. Setelah itu embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Setelah embrio masuk ke dalam rahim, kita hanya tinggal menunggu apakah program bayi tabung tersebut berhasil atau tidak. Nanti setelah 2 minggu lalu kita lakukan testpack moms.

Mudah kan moms prosedur melakukan program bayi tabung? Jadi buat moms dan dads yang masih bingung dengan prosedur bayi tabung, semoga setelah membaca tulisan ini moms dan dads bisa semakin yakin mengikuti program bayi tabung ya enggak bingung lagi.