Fakta-Fakta

Fakta Menarik tentang Shenzhen China, Harga 1 Meter Tanah 100 Juta Rupiah

Shenzhen adalah salah satu kota di China. Shenzhen adalah kota tersibuk, pusat perdagangan, pusat ekonomi dan pemerintahan China juga. Dia adalah salah satu kota yang cukup besar. Nah kebetulan mommy ada kesempatan pergi ke Shenzhen untuk business trip selama 3 hari 2 malam. Jadi kita ke sana memang sudah ada supplier di Shenzhen yang memang supplier daddy dan juga ada supplier mommy. Semua keperluan kita di sana dari hotel, transportasi, makan, main dan lain sebagainya kecuali tiket pesawat sudah ditreat oleh supplier kita ya moms.

Mommy ke Shenzhen naik kereta lokal China Express dari Fujing ke Shenzhen kurang lebih 5 jam, saat kita sudah sampai kita dijemput pakai mobil. Setelah itu kita ditreat makan. Jadi kalau orang China misalkan kita datang pasti akan ditreat makan. Ditreat makannya gimana? Yang mewah.

Kita ditreat sangat mewah dan dengan porsi banyak, karena orang China itu yang penting adalah harga diri. Jadi mereka akan mentreat sebagus mungkin, pesan makanan sebanyak mungkin, kalau sisa enggak papa dibuang aja. Jadi begitulah orang China mentreat kita. Besokannya kita dijemput lagi pakai mobil dibawa ke kantor mereka, ditreat dulu nih moms makan mewah lagi. Terus kita dibawa ke kantor mereka lalu membicarakan bisnis kita. Setelah selesai kita diajak jalan-jalan terus nanti kita dipesankan lagi makanan-makanan kecil dan malamnya makan malam. Besok makan pagi lagi yang enak-enak, begitupun siang. Setelah itu mommy diantar ke stasiun untuk pulang. Itu semua dari hotel, mobil semuanya kita enggak keluar duit sepeserpun.

Dari business trip mommy selama 3 hari 2 malam, kita membicarakan banyak hal enggak hanya masalah bisnis tapi juga tentang kota Shenzhennya sendiri moms. Jadi kalau Shenzhen itu kota yang cukup unik dan enak sih buat mommy. Penasaran fakta apa saja yang mommy dapatkan? Yuk simak moms di bawah ini.

Fakta menarik kota Shenzhen

1. Udara

Memang kalau udara di Shenzhen panas banget beda sama Fujing, kalau Fujing dekat sama pegunungan jadi masih dingin, sejuk. Kalau di Shenzhen rasanya luar biasa panas enggak kalah sama Indonesia, katanya kalau musim panas bisa sampai 40°C lebih. Dan biasanya kalau musim dingin di sana paling hanya 1 bulan saat sedang masuk imlek di bulan Januari, selebihnya mereka akan panas lagi beda sama kota atau negara lain yang kalau musim dingin bisa 3 bulan lebih.

Udaranya itu udah kotor banget, saking kotornya Loewy itu mukanya sampai merah semua, mommy sendiri merasa udaranya enggak segar. Kenapa? Karena menurut sensus, penduduk di kota Shenzhen itu luar biasa banyak, benar-benar banyak banget mommy enggak tahu berapa tepatnya. Kota yang sangat padat, mobil juga luar biasa banyaknya. Inilah yang membuat udara di kota Shenzhen sendiri itu sangat buruk. Karena saking buruknya, pemerintah China mengeluarkan tata tertib yang baru, per tahun ini sudah mulai banyak mobil listrik di jalanan Shenzen. Banyak pom bensin di kota Shenzhen mulai dibongkar diganti untuk cas-an mobil listrik.

Pemerintah China mensupport sekali mobil listrik karena memang enggak bikin udara kotor, efeknya nanti ke depan akan lebih bersih udaranya dibanding sekarang. Dan dari segi harga, mobil listrik lebih murah jauh banget padahal modelnya juga bagus. Kemudian untuk cas listriknya juga murah banget. Katanya 1,5 jam cas bisa untuk 400km, itu mereka paling hanya menghabiskan kurang lebih 200ribuan. Murah banget dibanding pakai bensin kan moms? Di sana pemerintah China sangat mensupport agar udara di China bagus maka dari itu di daerah perkampungan seperti Fujing, mobil listrik itu sudah banyak dan cas-an mobil listriknya juga dimana-mana.

2. Lifestyle

Kota Shenzhen itu pagi jadi malam, malam jadi pagi. Kenapa? Jadi mommy juga tahu dari supplier mommy, saat kita sampai di hotel kurang lebih jam 11 malam kita makan, mommy tanya kok masih pada buka? Jadi ternyata orang Shenzhen itu baru akan benar-benar mulai kerja di jam 12 siang. Mereka akan kerja lalu main sampai jam 5 pagi. Dan itu terjadi sama daddy. Daddy ditreat sama supplier dari jam 5 sore sampai jam 5 pagi, mommy sih tidur. Mereka biasa akan mengajak tamu itu minum lalu merokok bagi perokok, karaoke yang family, ke diskotik tapi daddy enggak ke sana, terus pijit dan lain sebagainya, sampai jam 5 pagi main terus. Nanti tidur sampai jam 12 siang baru dijemput lagi. Maka dari itu saat jam 9 pagi kita mau makan di hotel itu kayak enggak ada orang sama sekali, terus pergi ke depan juga sepi banget jalanan. Baru mulai ramai jam 1 siang gitu. Makan malam mereka biasa start jam 9 malam. Jadi enggak aneh kalau misalnya kita punya hubungan dengan orang Shenzhen, pagi-pagi kita chat mereka enggak balas karena mereka masih tidur, mereka akan bangun jam 12 siang, dan biasanya akan gampang dikontak saat malam hari.

3. Tempat tinggal

Kemarin mommy juga sempat membicarakan rumah di Shenzhen. Rumah di Shenzhen 1 meternya 100 juta, kalau 200 meter itu sudah 20M dan itu adalah apartemen. Apartemen yang kosong, jadi masih penuh dengan batu bata, semen-semen belum ditutupin semua. Sisanya itu kita harus renovasi sendiri dan kita butuh uang bisa sampai 4-6M.

4. Sekolah

Sekolah di Shenzhen itu seperti kompetisi. Di Shenzhen kompetisi untuk masuk sekolah juga salah satu yang penting banget. Jadi untuk masuk sekolah di salah satu sekolah di Shenzhen itu juga susah banget, banyak banget dokumen yang diperlukan salah satunya kita harus punya apartemen di sini. Selain itu uang sekolahnya mahal banget, per semester bisa 300 juta. Itu TK ya moms, gimana kalau yang sudah ke jenjang yang lebih tinggi.

Kalau kita berbicara sekolah yang mungkin agak lebih murah, itu per semester mereka bisa habiskan kurang lebih 50 juta untuk anak kecil, itu pun juga harus kompetisi banget. Kita di Indonesia 4 juta sebulan aja sudah wow ya moms tapi di sini lebih luar biasa. Orang yang tinggal di Shenzhen aja belum tentu bisa sekolah di Shenzhen, kebanyakan pada kabur. Kaburnya kemana? Ke luar negeri. Makanya banyak banget orang China di Australia, Amerika, Malaysia dan Singapura karena mereka mau sekolah di negara mereka sendiri aja itu susah banget dan mahal luar biasa, lebih baik sekalian ke luar negeri dan belajar bahasa inggris lebih baik.

5. Transportasi

Untuk kendaraan seperti mobil itu lebih mahal daripada di Indonesia. Contohnya mobil Alphard kalau di Indonesia harganya sekitar 1M kalau di sini 2M jadi harganya 2x lipat lebih mahal. Untuk bensin juga sama, mahalnya luar biasa.

6. Alat pembayaran

Di kota Shenzhen bahkan di kota lain pembayaran sudah digital, cukup bawa handphone aja dan scan muka mereka maka kita mereka sudah bisa melakukan pembayaran. Dan enaknya enggak kayak di Indonesia, kalau ojek online di Indonesia gitu kita mau isi saldo ada batas maksimalnya kan moms, kalau mereka sudah connect sama bank, jadi berapapun untuk bayar sudah unlimited. Saking semua sudah serba digital, sampai pengemis pun terima uang digital.

7. Makanan

Kalau untuk makanannya enak-enak ya mom,s emang kebetulan mommy juga dibawa ke restoran yang cukup mewah, enak, cukup recommend. Dan selalu mengantri moms, mau ke restoran full dengan orang, enggak heran ya moms kan China merupakan negara dengan populasi penduduk yang terbanyak.

8. Tempat belanja

Soal tempat belanja, kalau orang ke Shenzhen yang business trip dengan tujuan mencari supplier carilah supplier elektronik karena kan Shenzhen pusatnya elektronik dan mommy juga sempat jalan-jalan ke pusat elektronik di Shenzhen. Ya seperti ITC, kios kecil-kecil cuma memang harganya murah-murah banget mommy sampai beli lumayan banyak untuk keperluan pribadi. Tapi kalau sekarang kondisi pasar itu sudah enggak seperti dulu, kalau dulu 5 tahun lalu kata daddy orang tabrak orang saking banyaknya, tapi sekarang sudah hampir enggak ada orang sama sekali. Kenapa? Karena sudah ada Alibaba, semua orang cukup santai di rumah pesan lewat Alibaba pesananpun sampai rumah.

9. Kebersihan toilet

Mommy itu sampai takut ke toilet. Setiap ke toilet selalu ketemu yang namanya “kue coklat”. Jadi pas masuk selalu disambut hal seperti itu dan enggak ada tissue serta air, maka dari itu mommy selalu nahan buang air, sampai hotel baru deh dikeluarin. Jadi kemarin kan sempat makan di restoran mewah mommy kira toiletnya enak dong eh pas ke toiletnya sama aja seperti yang lain. Jorok banget.

Anyway kalau ditanya masih mau balik ke Shenzhen lagi enggak? Mommy sih mau untuk balik ke Shenzhen lagi karena Shenzhen sendiri enak, masih banyak tempat wisata yang belum mommy kunjungi karena memang kemarin mommy ke sana untuk business trip.

Nah itu dia sekilas untuk kota Shenzhen, semoga bisa membantu bagi moms yang mau pergi ke Shenzhen.