Motherhood

Bercermin dari Masalah #JusticeforAudrey dari Sisi sebagai Orangtua

Masih ingat kejadian yang sempat viral dengan hashtag #JusticeforAudrey moms? Kejadian tersebut adalah tentang seorang anak yang dibully oleh anak-anak SMA. Pembullyan tersebut adalah dijambak, dipukul hingga diseret kepalanya. Kalau ditanya, mommy itu bela siapa korban atau pelaku. Jujur mommy enggak bela siapa-siapa, mommy cuma prihatin dengan kejadian ini. Karena yang mommy lihat, mental, sifat dan sikap anak-anak terutama dari remaja itu sudah mulai menurun, sikap bagaimana menghormati, menghargai satu sama lain sudah berkurang.

Kalau ditanya ini sebenarnya salah siapa sih moms? Salah orangtuanya atau sekolahnya atau gurunya yang mengajar atau lingkungannya?

Mommy di sini sebagai seorang ibu yang sudah punya 2 anak, mommy juga sudah tahu bagaimana mengurus anak walaupun anak mommy ini belum remaja. Tapi kalau dari keseharian baby Louisse kan sekarang sudah sering banget dia pukul adiknya sendiri. Itu jujur mommy marah sama baby Louisse kenapa dia harus pukul adiknya, dia masih kecil, dia masih dalam tahap tumbuh kembang apalagi bagian kepalanya yang cukup bahaya kalau misalnya dipukul terus. Apakah mommy langsung marahin baby Louisse? No. Jadi gini, mommy mempelajari dari seminar-seminar yang lain bahwa ketika kita ingin mengajari anak kita ketika mereka sedang berbuat salah, kita jangan marah dengan dia tapi kita harus baik-baik bicarakan dengan dia.

Sama halnya penanganan dengan anak-anak yang sudah beranjak dewasa, remaja khususnya. Menurut mommy sendiri peran yang paling penting untuk menentukan sikap dan sifat anak kita dari kecil hingga beranjak dewasa itu dari orangtuanya terlebih dahulu. Jadi untuk kasus #JusticeforAudrey ini kemungkinan besar dari pelaku yang sudah SMA yang mengeroyok Audrey, menurut mommy karena anak-anak tersebut kurang kasih sayang, kurang perhatian.

Kenapa mereka menyakiti Audrey?

Karena mereka ingin menunjukkan bahwa mereka itu berkuasa, menunjukkan bagaimana besarnya kekuatan mereka pada public, kepada teman-teman mereka. Kenapa mereka harus melakukan seperti itu? Karena mereka butuh perhatian dari orang-orang sekitarnya, dikarenakan mungkin perhatian dari orangtuanya kurang sehingga mereka melakukan hal tersebut. That’s why mommy bilang peranan orangtua kepada anaknya dari kecil hingga beranjak dewasa itu sangat penting.

Jadi menurut mommy bagaimana kita menanamkan sifat dasar pada anak kita dari dia kecil itu sangat penting. Memang sih mungkin berat apalagi untuk working mommy. Working mommy memang mungkin jarang banget bisa di rumah, tapi moms tetap kita harus tanya sama diri kita sendiri, mana yang lebih penting, bekerja atau anak kita. Sama dengan mommy, mommy juga working mommy kok. Mommy itu dulu setiap hari ke kantor, non stop kerja dari pagi sampai malam, ketemu customer dan lain-lain, benar-benar sibuknya minta ampun.

Tapi semenjak mommy hamil, mommy bertanya sama diri mommy, mommy lebih pilih mana kerja untuk dapat uang atau mendidik anak mommy. Setelah itu mommy memutuskan untuk melepaskan pekerjaan mommy itu walaupun benar-benar berat banget, karena menurut mommy itu dulu setiap jam adalah uang, mommy kerja setiap jam itu pasti akan menghasilkan uang sangat banyak. Tapi demi anak mommy relakan itu semua dan mommy cari solusi lain bagaimana bisa kerja menghasilkan uang walaupun tidak sebanyak yang dulu tapi tetap bisa cukup dan bisa menomor satukan anak.

Mommy sendiri ini juga termasuk orang yang sangat tidak sabar, emosional. Tapi semenjak punya anak, karena mommy dibekali dengan beberapa seminar tentang parenting dan mommy ingin memberikan yang terbaik untuk anak mommy sehingga anak mommy jangan buruk nanti tumbuh kembangnya, mommy belajar apa yang kita lakukan di rumah akan ditiru anak kita kalau misalnya moms dan dads di rumah dan sering berantem, saling mencaci dengan bahasa yang buruk itu akan dipelajari oleh anak kita.

Jadi kalau misalnya kita ingin anak kita tumbuh kembang dengan baik dengan pola pikir, ucapan dan perbuatan yang baik tentunya harus dimulai dari mommy dan daddy kalau bisa kurangi untuk mengatakan sesuatu yang buruk, yang kasar. Sebaliknya perbanyaklah untuk berkata-kata hal-hal yang positif karena itu akan dipelajari oleh anak-anak kita.

Ingat loh moms, jangan bilang anak kita kecil enggak tahu apa-apa, enggak ngerti apa-apa, jangan salah. Justru dari kecil begini adalah waktu dia belajar dan daya tangkap belajarnya itu bagus banget.

Semoga kejadian #JusticeforAudrey ini bisa memberikan 1 pembelajaran untuk mommy dan daddy agar menyadari betapa pentingnya mendidik anak kita, mengajari anak kita, memberikan perhatian kepada anak kita dari dia kecil sehingga bisa menghindari perbuatan-perbuatan yang negatif tersebut seperti bullying dan berkelahi.

Pastinya kita sebagai orangtua, enggak mau kan anak kita bisa terjerumus dengan hal-hal yang negatif? Kalau dikatakan kita menyalahkan sekolah karena tidak bisa mendidik anak dan akhirnya malah terjadi perkelahian, bullying dan sebagainya, sebenarnya sekolah itu adalah media perantara kegiatan sosial anak.

Nah moms semoga dengan kejadian #JusticeforAudrey ini kita sebagai orangtua tentunya bisa menyadari betapa pentingnya untuk mendidik anak kita sedari kecil untuk menanamkan sifat-sifat sosial, sifat-sifat luhur, sifat-sifat baik dari kecil hingga beranjak dewasa nantinya. Jadi moms, setiap hari jangan lupa tanamkan nilai-nilai sosial, nilai-nilai luhur pada anak kita dan terus mengajak anak kita berbicara hal-hal yang positif yang tentunya bisa mendidik dia.