Motherhood

Stop Kekerasan pada Anak!

Moms sempat melihat video yang sempat viral mengenai anak kecil yang menjadi korban kekerasan oleh ibunya sendiri demi photoshot? Kejadian ini berasal dari negara China dan anak yang menjadi korban ini bernama Niu Niu. Niu Niu ini adalah seorang model baju anak yang sudah cukup terkenal moms di China. Dia menjadi model iklan untuk website Alibaba. Sehari-harinya menurut yang mommy tahu, Niu Niu menyelesaikan foto untuk 300 baju. Dalam 1 hari itu dia bisa menghasilkan uang sebanyak 10-30 juta.

Jujur kita dari sisi orangtua, tahu anak kita bisa menjadi seorang model dan mendapatkan uang sendiri kita pasti happy banget. Dan mommy juga pernah merasakan seperti itu kepada baby Louisse. Mommy merasa senang ketika baby Louisse sedari kecil sudah bisa mendapatkan penghasilan sendiri lewat foto endorse. Tapi lama kelamaan setelah dijalani apalagi sudah mendapatkan beban yang lebih banyak lagi seperti mamanya Niu Niu yang harus menyelesaikan foto untuk 300 baju per hari pasti mulai ada tekanan dan rasa stres karena beban tidak kunjung terselesaikan.

Karena hal tersebut, mamanya Niu Niu akhirnya memukul Niu Niu dengan gantungan baju karena Niu Niu tidak mau diajak bekerjasama seperti yang terlihat dalam video yang beredar. Namanya anak kecil kan moodnya berubah-ubah ya moms, kita yang sudah dewasa saja disuruh foto terus menerus kalau memang capek enggak bisa dibohongi lagi mukanya, apalagi anak kecil.

Kalau mommy lihat dari sisi orangtuanya Niu Niu, mungkin dia stres banget karena Niu Niu enggak mau kerjasama. Mamanya juga sudah capek apalagi sudah tahap bisa jadi seorang model itu kan enggak gampang. Di China juga kompetisinya cukup sulit juga that’s why mungkin mamanya sampai melakukan sesuatu yang kurang baik.

Tapi moms kalau kita lihat dari sisi seorang anaknya, baby Louisse aja di usia 8 bulan atau 1 tahun kemarin untuk foto-foto itu susah banget moms. Untuk mendapatkan 1 foto yang cantik, itu dibalik layar ada beberapa tim yang bikin dia ketawa, nari-nari sampai kita yang di belakang layar itu keringetan, lepek dan capek.

Apalagi untuk anak usia 3 tahun, anak usia 3 tahun itu adalah usia dimana dia mau eksplor di lingkungan dia, teman-teman dia, main sama teman-teman dia, kalau Niu Niu dikasih beban sehari 300 baju untuk foto berarti dia enggak punya waktu untuk main dalam 1 hari pun loh moms. Jadi setiap hari kerjaan dia di depan kamera, harus senyum terus walaupun capek, kasihan kan moms.

Jadi wajar enggak sih Niu Niu berontak? Wajar. Baby Louisse aja berontak kalau mommy sudah suruh dia foto produk dan fotonya itu lama banget. Karena memang foto lama itu karena baby Louisse enggak mau ketawa-ketawa, itu kadang bisa makan waktu 10-15 menit, dan itu aja dia sudah enggak betah apalagi Niu Niu yang harus sampai berjam-jam moms.

Kalau ditanya mommy sendiri pernah enggak sih marahin baby Louisse sampai pukul? Yes, pernah. Mommy kesal, dan itu wajar ya namanya juga manusia biasa. Saat foto baby Louisse, mommy sudah capek-capek sampai lepek suruh dia ketawa tapi dia enggak mau ketawa, that’s why mommy sampai marah-marah ke dia. Sudah marah mommy juga pernah pukul dia, walaupun enggak kencang memang.

Sampai daddy tanya ke mommy kenapa mommy pukul baby Louisse dan menanyakan kenapa kok tega melakukan itu. Dari situ mommy sadar, masa iya hanya demi uang, endorse, mommy rela pukul-pukul anak sendiri. Sejak saat itu mommy ubah mindset mommy, kalau memang baby Louisse enggak mau ya sudah mommy enggak akan paksa, kalau dia mau baru mommy foto. That’s why mommy itu kalau foto 1 hari 1 produk paling banyak 2 lah maksimal, atau bahkan enggak sama sekali karena baby Louisse enggak mau difoto dan mommy enggak paksa. Kalau dipaksa terus, mommy nya capek baby nya juga kesal, dia juga capek.

Nah semoga dari kejadian Niu Niu ini bisa menampar semua mommy-mommy di dunia agar tidak melakukan kekerasan pada anaknya hanya demi melakukan foto pencitraan di media sosial, hanya demi mendapatkan uang endorse atau iklan. Semoga moms bisa menyadari bahwa anak kita itu jauh lebih berharga daripada nilai pencitraan di media sosial bahkan jauh lebih berharga daripada uang.