Pregnancy

Wajib Tahu! Mendeteksi Hamil Kembar di Trimester Pertama

Tentunya hamil kembar adalah kabar yang sangat membahagiakan. Kenapa? Karena kita bisa sekaligus mendapatkan 2 buah hati yang lucu-lucu banget ya moms. Jadi mommy sendiri sudah memiliki pengalaman hamil sebanyak 3x. Kehamilan pertama mommy hamil baby girl, kehamilan kedua mommy mendapatkan baby boy yang artinya mommy sudah memiliki pengalaman perbedaan hamil baby girl dan hamil baby boy. Dan kebetulan di kehamilan ketiga ini mommy mendapatkan si kembar. Dan ternyata kehamilan kembar itu beda banget dengan kehamilan pertama dan kedua mommy. Kebetulan mommy sendiri hamil dengan program bayi tabung dari kehamilan pertama hingga ketiga.

Kehamilan kembar itu kita bisa dapatkan apabila ada faktor genetik ya moms, entah itu dari ibu atau ayah kita, istri atau suami kita. Untuk kita yang enggak memiliki genetik kembar kita bisa hamil kembar dengan cara inseminasi atau bayi tabung seperti yang mommy lakukan. Nah penasaran kan bagaimana mendeteksi awal kehamilan bayi kembar. Yuk kita ketahui yuk ciri-ciri hamil kembar berikut ini :

1. Beta hCG Super Tinggi

Jadi hCG ini adalah hormon human chorionic gonadotropin yang dimana hormon ini diproduksi oleh plasenta selama kehamilan.

Di kehamilan pertama, mommy melakukan pemeriksaan darah Beta hCG di hari keempat setelah embrio transfer. Waktu itu kenapa mommy periksa di hari keempat? Karena di hari keempat sempat pendarahan, that’s why mommy langsung disarankan ke rumah sakit terdekat untuk cek Beta hCG dan hasilnya Beta hCG mommy di hari keempat setelah embrio transfer adalah 55,5 yang artinya mommy positif hamil.

Di kehamilan kedua mommy memeriksakan Beta hCG saat hari kesebelas setelah embrio transfer yang hasilnya adalah 121,5 yang artinya mommy positif hamil.

Di kehamilan ketiga sama, mommy melakukan pemeriksaan Beta hCG di hari kesebelas setelah embrio transfer dan hasilnya Beta hCG mommy adalah 1588 moms. Jadi disini mommy sudah sempat agak curiga hamil kembar, karena mommy sempat memasukkan 2 embrio dengan grade excellent di kehamilan ketiga ini. Mommy juga curiga kok Beta hCG nya beda banget, meningkatnya berkali-kali lipat dibandingkan kehamilan pertama dan kedua mommy. Jadi disana mommy sudah tahu kayaknya mommy hamil kembar nih. Walaupun sebenarnya untuk mendeteksi secara lebih akurat lagi harus melalui pemeriksaan USG.

Nah jadi untuk moms yang ingin mendeteksi awal kehamilan kembar yang paling cepat adalah dari hasil Beta hCG. Beta hCG ini dilakukan dengan pemeriksaan darah ya moms, tidak bisa dilakukan dengan testpack urin. Jadi kalau mau cek langsung ke rumah sakit untuk pemeriksaan darah Beta hCG, maka kita bisa tahu kita hamil kembar atau tidak, dan kita positif hamil atau tidak. Walaupun sebenarnya dengan pemeriksaan Beta hCG dengan hasil yang meningkat tajam sering dikaitkan dengan hamil anggur, tapi Beta hCG yang meningkat ini bisa jadi alat untuk mendeteksi kita sedang hamil kembar atau tidaknya loh moms.

2. Mual yang Sangat Parah

Jadi mommy sendiri saat hamil pertama dan kedua enggak pernah mual. Enggak pernah merasakan morning sickness, selama hamil fine-fine aja. Tapi di kehamilan ketiga ini yang mana hamil kembar, baru juga mulai testpack di hari ketiga setelah embrio transfer, mommy sudah merasakan mual, muntah, eneg bahkan sampai yang parahnya mommy sampai kayak jijik banget sama seafood moms apalagi ikan. Cium bau ikan enggak bisa, pokoknya lebay banget moms morning sickness nya.

Dari situ mommy cari tahu, kok bisa begitu ya? Ternyata setelah mommy cek ini dikarenakan ketika kita hamil kembar Beta hCG kita meningkat drastis dan inilah yang membuat efek mual yang sangat parah kepada para mommy yang sedang hamil kembar. Dan morning sickness yang mommy rasakan bertahan selama trimester pertama. Jadi 3 bulan pertama kehamilan mommy ini full morning sickness. Tapi sekarang mommy sudah jalan trimester kedua sudah mulai mereda. Jadi jangan khawatir moms, morning sickness ini untuk kehamilan kembar akan mereda seiring dengan meningkatnya usia kehamilan.

3. Sangat Lelah

Yang namanya hamil, lelah itu wajar ya moms cuma kalau berdasarkan pengalaman mommy di kehamilan pertama dan kedua lelahnya masih bisa teratasi. Mommy masih semangat, masih fine-fine aja, masih naik gunung bahkan saat hamil usia 8 bulan. Jadi di kehamilan kembar ini baru dari hari ketiga embrio transfer, mommy merasa lelah yang luar biasa. Jadi benar-benar menguji mental mommy sendiri.

Yang mommy rasakan itu seperti sesak nafas, terus jantung berdebar-debar kencang banget, kepalanya pusing, badannya capek, bawaannya pengen tiduran, bahkan sempat saat bangun tidur ingin BAK mommy merasa seperti ingin jatuh dan pingsan, benar-benar parah banget. Kelelahan di kehamilan kembar ini benar-benar berbeda banget dengan kehamilan pertama dan kedua mommy. Dan kelelahan ini akan terus dirasakan terus menerus seiring bertambahnya usia kehamilan dan itu mommy buktikan.

Mommy hamil belum 4 bulan tapi perut sudah besar ya moms jadi perut ini makin besar karena menampung 2 baby, that’s why sekarang mommy kalau bisa tidur di rumah ya tidur aja. Beda banget sama mommy dulu saat hamil pertama dan kedua yang setiap hari jalan non stop.

Kok bisa sih sampai lelah begitu? Jadi setelah mommy cari tahu, ternyata tubuh kita itu harus memberikan energi yang lebih banyak untuk memberikan asupan kepada kedua baby. Dan belum lagi perut kita yang harus menopang 2 baby di dalamnya. That’s why tubuh kita lebih mudah lelah.

4. Berat Badan Naik Drastis

Jadi saat kehamilan pertama dan kedua mommy, total berat badan mommy sampai lahiran naik hingga 12kg. Tapi berbeda dengan kehamilan kembar ini, jadi kalau kehamilan pertama itu usia kehamilan 4 atau 5 bulan mommy pakai dress aja masih muat semua ya moms, masih kelihatan langsing tapi di kehamilan kembar ini walaupun baru 3 hari setelah embrio transfer, berat badan mommy sudah naik 1-2kg moms, bahkan sempat 3kg. Terus sekarang mommy belum 4 bulan tapi perut sudah besar banget dan naik sampai 6kg. Dan di usia 3 bulan jalan 4 bulan dress mommy yang enggak muat semua.

5. Sesak Nafas dan Jantung Berdebar-debar

Jadi seperti yang mommy sudah jelaskan, di awal kehamilan baby kembar ini belum juga USG yang mommy rasakan mommy sesak nafas parah lalu detak jantung berdebar-debar cepat banget. Sehingga membuat kepala pusing, lelah, hingga mau pingsan pokoknya enggak enak banget ya moms. Setelah mommy cari tahu ternyata kehamilan kembar itu membuat 2 janin dalam rahim mendorong diafragma sehingga ibu hamil lebih sering sesak nafas. Dan untuk detak jantung yang berdebar-debar, itu ketika kita hamil kembar darah harus memiliki oksigen yang lebih banyak dari biasanya that’s why detak jantung kita berdebar-debar sangat cepat.

Untuk kasus sesak nafas dan detak jantung yang berdebar-debar ini tenang aja moms, kita enggak akan merasa sampai lahiran kok, walaupun mommy belum merasakan ya moms sampai trimester ketiga, tapi di trimester 1 yaitu 3 bulan pertama kita akan merasakan hal seperti itu. Tapi semakin bertambahnya usia kehamilan kembar, itu sudah mulai mereda dan sekarang mommy juga sudah hampir enggak merasakan itu kecuali kalau mommy capek banget.

6. Kram Perut

Kalau soal kram perut pasti dialami oleh semua wanita hamil ya moms apalagi di awal kehamilan seperti mommy sendiri. Di kehamilan pertama dan kehamilan kedua, mommy merasakan kram perut. Cuma bedanya, kram perut yang mommy rasakan di kehamilan dengan 1 baby itu enggak sering, seminggu paling 2x. Terus berangsur-angsur cepat hilang gitu. Sedangkan kalau kehamilan kembar yang mommy rasakan setelah mommy embrio transfer, hari kedua itu mommy kram perutnya luar biasa moms. Jadi mommy kram terus dan kramnya itu frekuensinya sering, 1 jam sekali kram. Jadi kramnya itu memang enggak lama ya moms paling kurang lebih 15-20 menit namun frekuensinya sering. Dan mommy mengalami kram perut ini di 2 bulan pertama usia kehamilan mommy, itu mommy ingat banget saking kramnya mommy sampai enggak bisa tidur moms.

Setelah mommy cari tahu kenapa kram perutnya bisa sampai begini, beda banget sama kehamilan hanya 1 baby? Jadi kram perut ini terjadi karena rahim kita lebih membesar daripada biasanya. Yang biasanya rahimnya cuma untuk menampung 1 baby sekarang hamil kembar, rahimnya harus diperbesar untuk menampung 2 baby di dalam, that’s why kita akan mengalami kram perut yang cukup berlebihan dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan kehamilan 1 baby.

7. Sakit Punggung

Kalau sakit punggung namanya ibu hamil wajar ya moms. Tapi biasanya kalau di kehamilan hanya 1 baby yang mommy rasakan saat trimester akhir, pas mau dekat waktu lahiran. Berbeda halnya dengan kehamilan kembar. Jadi hamil kembar di awal kehamilan mommy sudah merasakan sakit punggung yang luar biasa. Setelah mommy cari tahu, sakit punggung mommy ini ketika hamil kembar dikarenakan adanya kenaikan berat badan yang drastis, adanya pembesaran rahim dan kelebihan aktivitas hormonal.

8. Susah BAB

Mommy ini termasuk wanita yang masalah BAB nya lancar, enggak ada masalah sama pencernaan karena usus mommy sudah pernah dipotong ya moms, jadi tinggal setengah karena operasi usus besar. Waktu mommy hamil pertama dan kedua itu mommy enggak pernah ada masalah pencernaan. Tapi di kehamilan kembar ini, baru kali ini mommy mengalami susah BAB moms. Kayak pengen BAB aja harus mengejan dan itu susah banget keluarnya moms. Sering juga mommy merasakan perutnya kembung, sembelit gitu, enggak bisa BAB.

Sempat mommy enggak bisa BAB 3-4 hari, bayangkan moms sampai mommy enggak bisa tidur karena perutnya sembelit, kembung, pengen BAB enggak bisa. Pencernaannya enggak lancar. Nah setelah mommy cari tahu kok bisa begini? Ternyata kehamilan kembar itu bisa menyebabkan pergerakan usus melambat yang akhirnya membuat proses pencernaan juga melambat ujung-ujungnya menyebabkan sembelit. Selain itu mommy makan sayurnya juga kurang banyak that’s why jadi sembelit, kembung dan susah BAB.

9. Insomnia

Saat hamil biasanya ibu hamil bawaannya ingin tidur terus ya moms. Dan itu mommy rasakan di kehamilan pertama dan kedua mommy, beda halnya di kehamilan ketiga mommy. Jadi mommy di kehamilan ketiga ini sering banget insomnia. Seminggu mungkin bisa 2-3 kali enggak bisa tidur moms sampai pagi. Penyebab insomnia mommy karena kram perut, terus mommy sering sakit perut karena sembelit, kembung, sakit punggung dan capek yang berlebihan. Jadi kalau hamil kembar, setelah mommy cari tahu ternyata memang akan sering mengalami insomnia dan penyebabnya karena kram perut, sembelit, kembung dan lain sebagainya yang membuat kita insomnia.

10. Saat USG Ada 2 Detak Jantung

Jadi ini adalah ciri-ciri yang terakhir untuk mendeteksi kita hamil kembar atau enggak versi mommy. Jadi setelah mommy embrio transfer, di hari kesebelas periksa darah, mommy dijadwalkan untuk cek dokter lagi. Jadi minggu ketiga setelah embrio transfer. Setelah minggu ketiga itu mommy datang ke dokter Nando untuk memeriksakan USG dan hasilnya dokter mengatakan bahwa mommy hamil kembar, ada 2 janin di dalam rahim dan ada 2 detak jantung. Jadi untuk memastikan lebih akurat kita hamil kembar atau tidak, USG juga harus kita lakukan ya moms.

Nah moms itu adalah ciri-ciri hamil kembar versi mommy yang sudah mommy rasakan sendiri. Semoga bermanfaat.