Baby · Kesehatan

Kisah Pilu Baby Terkena Eczema Parah Karena Dipegang-pegang

Hai moms, beberapa waktu lalu sempat ada berita viral tentang seorang ayah yang curhat mengenai babynya yang disentuh-sentuh oleh keluarga besarnya dan akhirnya babynya jadi terkena eczema. Jadi, ceritanya ini bermula ketika anaknya yang baru berumur 6 bulan dibawa ke kondangan. Karena saking cutenya si baby, keluarga besar otomatis menyentuh, mencium bahkan menggendong si baby.

Pada saat malam harinya si baby mulai gatal-gatal, beberapa hari kemudian keluar yang namanya eczema. Di sana dia share cerita kepada semua orang, menghimbau untuk hati-hati dan memberitahu kalau baby kita jangan sembarang dipegang orang. Kalau sampai sembarang dipegang orang, kita enggak tau bakteri apa saja yang ada di tangan mereka, belum lagi dari bibir saat mereka mencium baby kita itu bisa menyebabkan yang namanya eczema. Dan dia juga menghimbau pada orang-orang juga harus tahu diri, jangan sembarang pegang-pegang, jangan sembarang cium-cium anak orang.

Nah mommy sendiri juga ada cerita nih moms, dulu pas mommy belum married kan teman mommy pergi jenguk baby saudara, pas datang saudaranya menanyakan sudah cuci tangan belum, kalau belum cuci tangan enggak boleh pegang anaknya dan menyuruh teman mommy ini untuk ke kamar mandi cuci tangan dulu. Temen mommy cerita, dia saking kesalnya dia bilang bahwa dia tidak akan memegang anaknya.

Dari cerita singkat itu, coba deh moms bayangkan kalau misalnya kita sebagai teman jauh-jauh datang ke rumah sakit terus kita mau jenguk teman kita. Sebenarnya belum berniat pegang anaknya, baru masuk ke kamarnya langsung dibilang enggak boleh pegang-pegang anak dia, gimana perasaan kita? Sedih kan moms? Kita sedih sebagai teman dan sebagai keluarga besar. Kedatangan kita kan bertujuan untuk jenguk dia, memberikan selamat ke dia tapi dia pemikirannya sudah beda.

Mommy kalau misalnya digituin mommy juga sedih, that’s why mommy yang saat baby Louisse dan baby Loewy masih bayi it’s okay untuk dipegang-pegang. Teman dan keluarga datang lalu gendong-gendong, bahkan cium-cium anak mommy, mommy biasa aja.

Oke mungkin moms akan berpikir mommmy bisa seperti itu karena anak mommy enggak ada alergi. But no moms. Baby Louisse memang aman enggak ada eczema, tapi baby Loewy dari newborn sudah eczema. Muka dia jerawatan banyak banget dan dalamnya ada air, 1 muka moms dan itu gatalnya luar biasa, sampai baby Loewy itu kerjaannya garuk-garuk muka terus sampai mukanya lecet-lecet. Bagian kepala dia banyak scalp, tangan dia dua-duanya dan juga kaki setiap abis mandi dan mau mommy pakaikan lotion kayak sisik ikan moms, dan merah-merahnya juga banyak. 2 bulan berlalu, mommy sudah pakai lotion berbagai macam enggak memberikan efek, akhirnya mommy ke dokter dan diberikan lotion racikan dari dokter.

Lalu apakah mommy sudah freak sampai enggak boleh ada yang sentuh anak mommy kalau keadaan baby Loewy sudah eczema parah?

Jujur mommy sendiri enggak pernah buat peraturan apapun, siapapun mau ketemu anak mommy boleh, mau pegang silahkan enggak pegang juga boleh. Jadi kalau memang ada pecinta baby banget, gemes banget, pengen pegang, pengen gendong bahkan sampai cium ya mommy kasih. Dan apakah itu bikin makin parah? Enggak. Setelah mommy bawa keluar-keluar baby Loewy dan baby Louisse dari umur 1-2 bulan itu eczema ya begitu-begitu saja enggak makin parah. Dan mommy malah merasa pada saat baby Loewy eczema dari newborn hingga umur 2 bulan itu setiap mommy bawa keluar makin lama malah enggak terlalu parah.

Jadi kan kita sering dengar ya moms istilah, anak berani kotor itu makin sehat. That’s why baby Louisse mau main kotor-kotoran mommy biarkan aja, ketika sudah kotor lalu pulang mommy bersihin mommy mandiin, it’s okay mommy enggak pernah larang. Sama juga dengan baby Loewy, dari umur dia 1 bulan terus-terusan mommy bawa keluar dan mommy merasa alerginya itu makin berkurang bukan makin parah moms. Dan mommy merasa dari sana, kita sering-sering membawa baby kita keluar, sering-sering ketemu orang, disentuh-sentuh orang memang dia pulang masih eczema ya moms tapi lama-kelamaan tubuhnya baby Loewy akan membentuk yang namanya antibodi. Jadi kalau misalnya ada virus atau alergi atau bakteri yang menyerang dia, dia sudah tahu bakteri tersebut. Jadi tetap eczema mungkin, tapi hasil yang ditimbulkan itu lebih ringan moms.

Apakah benar disentuh sama orang anak kita bisa eczema?

Itu sih enggak ya moms. Cuma kalau disentuh-sentuh orang jadi faktor pendukung munculnya eczema, itu mommy setuju. Eczema itu memang sudah genetika dari anaknya, genetika itu bisa dari papa, mama, kakek atau neneknya yang mungkin menderita alergi. Sama kayak mommy, mommy juga eczema makanya baby Loewy juga ada eczema. Tapi ada juga anak yang papa mamanya enggak ada eczema, tapi dia bisa tiba-tiba juga kena eczema karena dari faktor yang lain kita kan enggak tahu ya moms.

Tapi kalau misalnya disentuh-sentuh bisa jadi eczema itu mommy enggak pro. Menurut mommy ini mungkin dikarenakan si baby dari awalnya sudah ada eczema tapi 6 bulan full dikurung di rumah enggak dibawa kemana-mana. Pas baru pertama kalinya dibawa ke kondangan, banyak banget kan orang-orang, lingkungan udara juga kotor di Jakarta ya mungkin kaget badan dia, belum terbiasa. Makanya langsung keluar eczema dia moms. Dan parah jadinya kan moms karena memang selama ini dia kurung anaknya baru ketahuan sekarang. Jadi menurut mommy ya faktor pendukungnya ya disentuh-sentuh itu ya memang benar tapi kalau penyebab utama eczema itu mommy enggak setuju.

Selain disentuh-sentuh penggunaan tisu basah menurut mommy juga bisa menjadi salah satu pendukung munculnya eczema. Kenapa mommy kontra dengan penggunaan tisu basah? Soalnya kalau misal baby Loewy dan baby Louisse di rumah ya kita kerjaannya pakai air pakai kain lap lalu dilap dibanding pakai tisu basah. Tisu basah itu cuma bagian untuk saat membersihkan pantatnya saja setelah menggunakan diapernya. Tapi kalau untuk Louisse sekarang ya langsung aja ke wc pakai air, mommy enggak suka pakai tisu basah, mending langsung aja pakai air, itu lebih bersih daripada penggunaan tisu basah moms. Karena penggunaan produk yang berlebihan apalagi di bagian wajah baby kita yang berumur di bawah 1 tahun itu kurang baik moms. Itu juga bisa menjadi salah satu faktor pendukung keluarnya eczema atau alergi ini.

Selain itu, menurut mommy mungkin lebih baik kalau soal ini enggak usah dishare di sosial media ya moms apalagi sampai ditulis keluarga besar, nanti yang ada keluarga besarnya jadi tertuduh terus nanti nextnya sudah enggak mau pegang-pegang baby kita. Namanya teman dan keluarga ya moms, kalau ketemu mungkin ingin menghargai perasaan kita, ingin memuji anak kita, ingin memuji kita, memberikan apresiasi kepada kita setelah kita melahirkan makanya mereka ngomong baby kita cute banget, gemes banget dan sampai pegang-pegang.

Sebenarnya penting enggak sih mereka ngomong baby kita cute, bahkan sampai pegang-pegang?

Sebenarnya sih kalau dari sisi positifnya kemungkinan besar mereka mau menghargai kita, bikin kita senang aja moms. Tapi kalau setelah dishare begini kan kita jadi gimana ya moms ya. Selain itu untuk postingan ini menghimbau kepada semua orang agar jangan sembarangan pegang-pegang baby orang, terus juga anaknya enggak boleh dipegang-pegang. Itu kan jadi bikin 1 pemikiran apalagi new mommy jadi agak parno ya moms. Semoga moms bisa lebih bijaksana ya, mommy sih netral aja, enggak ada yang salah enggak ada yang benar. Namanya dari sisi orangtuanya juga pasti sedih banget, sampai anaknya bisa mengalami eczema seperti itu apalagi sampai koreng-koreng begitu. Tapi ya untuk imbauannya mungkin kita bisa lebih bijaksana lagi dalam share sesuatu, sebelum kita judge orang lain yang menyebabkan alergi pada anak kita lebih baik kita ketahui dulu penyebab sebenarnya apa, jadi enggak main langsung dengan emosi kita langsung share-share begitu.

Segitu aja pendapat mommy dari cerita di atas, semoga berguna dapat bermanfaat. See you di next #CurcolYukMom.