Uncategorized

Pelajaran Berharga Aksi 21-22 Mei 2019 yang Perlu Kita Renungkan

Siapa yang ingat tentang peristiwa 21-22 Mei 2019? 21 Mei 2019 saat pagi-pagi baru bangun tidur lihat Line Today, sudah ada pengumuman bahwa pemenang Pilpres 2019 adalah Bapak Joko Widodo dan Bapak Maaruf Amin sebagai wapres. Nah di tanggal 21 itu mommy memang sudah dengar katanya mulai banyak rakyat datang ke depan Gedung Bawaslu untuk demo tapi belum banyak. Dan kebetulan di tanggal 21 Mei itu mommy sudah ada kerjaan, dimana mommy harus attending acara Senka Indonesia yang dimana peminatnya juga orang Jepang asli loh moms dan acara itu di Grand Indonesia Kempinski.

Jadi pas kurang lebih jam 2an mommy jalan dari Cengkareng ke sana wah padat banget, tolnya padat banget di daerah turunan Slipi. Pas turunan Semangginya sih lancar sampai ke Grand Indonesia itu lancar. Pas mommy sampai, harusnya orang-orang yang attending sekitar 60an tapi ternyata yang datang cuma 15 moms dan itu semuanya ngaret. Acara harusnya mulai jam 4 harus tapi itu malah 5.30 baru mulai karena menunggu semua orang yang datang itu kena macat enggak jalan sama sekali.

Acara dimulai sampai selesai, ya mommy lihat kasihan sama orang Jepang yang punya produk ini, mereka terlihat sedih dan kecewa kok bisa ada kejadian seperti ini otomatis mereka rugi, collapse banyak moms. Gimana enggak rugi, yang harusnya 60an peserta jadi hanya 15 orang yang datang. Padahal peserta itu adalah selebgram-selebgram yang mereka sudah bayar moms untuk mempromosikan produk baru Senka Indonesia.

Saat mommy lagi di acara, mommy itu enggak bisa konsen sama penjelasan produknya. Enggak cuma mommy tapi kita yang hadir cuma konsen dengan desas-desus yang mengatakan bahwa di depan Gedung Bawaslu kayaknya sudah panas. Kita bahkan disend di medsos kita tentang foto-foto demonstran yang banyak banget yang lagi di depan Gedung Bawaslu. Kemudian juga banyak Polisi, TNI, Brimob itu semuanya juga sudah menutup jalan depan Gedung Bawaslu moms. Sampai ada penutupan jalan dan pengalihan jalan di sana. Mommy juga dikejar-kejar sama mama, mertua, suami, anak pokoknya itu mereka kayak sudah marah-marahin mommy, mommy itu mesti pulang takut mommy kenapa-napa.

Jadi kita sendiri aja yang attending enggak bisa konsentrasi, kita seperti lagi ditakut-takutin sama orang rumah. Jadi parno takut enggak bisa pulang ya alhasil kita enggak bisa 100% konsentrasi. Pas mommy pulang ternyata ketakutan kita itu enggak ada. Pas pulang lancar banget sampai Cengkareng. Yang mommy lihat cuma truk-truk yang besar yang biasanya harusnya keluar malam, mereka keluar di jam 7-8 malam moms, yang ada jadinya bikin macet pas turunan tol. Mommy merasa mungkin mobil-mobil ini takut kalau sampai benar-benar demo, ya minimal pengiriman mereka harus selesai dulu, barang-barang jangan ditaruh takutnya nanti kenapa-napa.

Nah demo 21 Mei 2019 itu terus berlanjut, sampai keesokan harinya mommy dengar sudah makin rusuh, ada mobil-mobil dibakar. Pas mommy baca di Line Today ternyata benar, banyak banget puluhan mobil di Petamburan Grogol itu dibakar. Baca itu mommy merasa sedih gitu, nah itu di tanggal 22 Mei 2019 memang kita semua itu disarankan jangan kemana-mana, kalau mau main ya paling dekat rumah aja.

Karena mommy stay di PIK, rumah dekat sama PIK Mall jadi kita cuma ke PIK Mall bawa anak jalan-jalan. Di PIK Mall aja itu ramai banget, orang-orang yang lagi gosip soal demo itu, orang-orang yang pro dan kontra soal itu, terus kita ngelihatin TV polisi dimana-mana dan bagaimana penanganannya dan lain-lain. Dan ada juga pemblokiran medsos untuk sementara waktu karena banyak banget berita-berita yang bikin orang-orang jadi parno dan takut. Enggak sedikit pesan yang disebar medsos mengajak orang-orang yang tidak tahu menjadi tahu dan jadi pengen ikutan demo-demo seperti itu.

Terus banyak juga berita-berita hoax yang disebarkan, diedit-edit yang bikin pro dan kontra di masyarakat, yang bikin makin panas aja hati masyarakat, padahal kan itu palsu. Jadi sempat kayak WA, medsos semua itu hampir enggak bisa. Padahal keluarga kita sendiri bahkan orang-orang lain membutuhkan WA untuk kerja. Kita enggak bisa ke kantor minimal kita ngurus-ngurus kerjaan dari rumah dan lain-lainnya, tapi itu enggak bisa diakses karena WA nya diblokir jadi kita mandek gitu.

Terus ada acara ulang tahun teman di Puri sempat itu enggak boleh semua, enggak boleh pergi takut kenapa-napa. Cuma mommy bilang ya sudahlah enggakpapa itu kan mereka demo di Gedung Bawaslu mengutarakan pendapat mereka enggak ada hubungan sama Puri, tetap mommy lanjut ke Puri datang ke ulang tahun teman. Ulang tahun teman juga kasihan banget karena sepi banget, sudah didekor bagus-bagus menghabiskan uang banyak-banyak untuk tamu-tamu yang datang ternyata tamu yang datang 30% aja enggak ada.

Keluarga mommy sendiri sudah prepare kita mau kabur ke luar negeri kalau memang sampai kondisi di Indonesia sudah enggak tenang, kita mau kabur dulu sementara ke Singapura sampai Indonesia tenang. Bahkan Amerika Serikat, Perancis, Belanda, China mengeluarkan pernyataan dimana mesti hati-hati di tanggal tersebut, jangan kemana-mana. Terus mereka juga sudah menyiapkan kapal mereka kalau misalnya amit-amit Indonesia enggak tenang banget, mereka akan angkut warga mereka pulang ke negara mereka masing-masing.

Memang demonstrasi itu diperbolehkan Indonesia tapi hanya berlangsung 1×24 jam aja. Dan demonstrasi yang benar itu adalah demonstrasi yang damai bukan dengan lempar-lempar batu, lempar-lempar kembang api.

Negara Indonesia ini dikenal dengan negara yang damai, tentram dan makmur dan sangat terkenal dengan keramahannya. Hai para rakyat indonesia termasuk saya sendiri, yuk kita sama-sama jaga negara Indonesia kita, negara tercinta ini karena kita lahir di negara Indonesia, tempat kita bertumbuh maka kita harus jaga negara kita.

Negara kita ini bagaikan ibu buat kita sendiri, janganlah karena kemarahan yang dipicu dengan kebencian akhirnya merusak negara kita tercinta ini. Janganlah kita dipengaruhi oleh kelompok-kelompok tertentu yang memanfaatkan keadaan ini untuk merusak negara tercinta. Dan yang terpenting adalah jagalah persatuan dan kesatuan bangsa ini.