Ibu Menyusui

8 Faktor Ibu Menyerah Memberikan ASI Eksklusif ke Anak

Nah moms sebelum mommy sharing tentang alasan seorang ibu menyerah memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya, yang seperti kita ketahui seorang bayi yang baru lahir ke dunia makanan satu-satunya adalah ASI. ASI telah ditetapkan oleh WHO sebagai asupan yang wajib diberikan oleh ibu kepada anak dan minimal pemberian ASI Eksklusif ini sampai anak berumur 6 bulan.

Menurut catatan WHO sampai tahun 2019 untuk pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan berturut-turut pada bayi itu baru mencapai 35%. Padahal dari WHO saja minimal harus mencapai target 50% seorang ibu memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya selama 6 bulan. Kalau bisa sampai 1 tahun lebih baik lagi dan kalau bisa 2 tahun lebih hebat lagi. Kalau mommy sendiri, saat baby Louisse Scarlett sampai umur 8 bulan dan untuk baby Loewy juga sudah lewat dari 6 bulan mommy berikan ASI Eksklusif.

Apa saja sih faktor-faktor yang membuat seorang ibu menyerah untuk memberikan ASI kepada anaknya? Berikut ada 8 faktor versi mommy :

1. Mitos Air Susu Tidak Cukup

Ini yang paling sering banget dihadapi oleh para ibu pejuang ASI. Enggak usah jauh-jauh, mommy sendiri pas mommy baru jadi new mommy, sempat berpikir ini ASI cukup enggak ya, kok babynya nangis mulu, kok pas dipompa cuma 10ml. Jadi beberapa faktor tentang ASI enggak cukup ini memang sangat banyak dialami oleh semua ibu terutama new mommy. Bahkan enggak cuma new mommy, mommy sendiri yang baru melahirkan baby Loewy (anak kedua) itu juga mengalami hal tersebut. Walaupun sudah punya pengalaman menyusui sebelumnya cuma tetap masalah mitos ASI enggak mencukupi masih menghantui mommy.

Padahal sebenarnya mitos ASI enggak cukup itu salah, kenapa? ASI yang keluar itu sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh baby kita. Baby kita baru lahir dan ASI yang diterima baby kita juga enggak boleh terlalu banyak. Kalau terlalu banyak nanti juga enggak bagus. Jadi berapapun yang keluar dari payudara kita, ASI yang kita hasilkan sudah cukup.

Kalau misalnya baru awal-awal lahiran itu wajar kalau ASI nya masih sedikit. Nah lama kelamaan dirangsang dengan direct breastfeeding atau pompa setiap 2 jam sekali, lama kelamaan ASI kalian sudah banyak banget dan mommy mengalami itu di 2 baby mommy. Memang namanya baru lahiran pasti merasa panik dan takut karena baby kita nangis terus tapi sebagai seorang mommy kita harus tenang dan kita harus cek dulu sebenarnya baby kita ini membutuhkan berapa banyak ASI dan apakah cukup atau enggak.

Kalau versi mommy waktu baby Louisse lahir mommy kasih ke baby Louisse direct breastfeeding 1 jam sekali saat dia newborn sampai umur 1 bulan. Di umur dia sudah 2 bulan mommy cuma kasih dia 30ml ASI dan itu per 1 jam sekali, jadi itu dikondisikan. Dan dari yang awalnya ASI mommy itu sedikit banget, dipompa 5ml aja sudah bagus banget, enggak sampai berapa bulan mommy itu bisa stok ASI 1 kulkas dan ujung-ujungnya banyak ASI yang harus dibuang karena sudah terlalu lama.

Mommy akhirnya lebih milih untuk direct breastfeeding ke baby Louisse daripada pakai ASI yang ada di freezer. See, it works. Jadi enggak usah takut soal ASI yang enggak cukup. Percayalah ASI yang kalian hasilkan itu cukup, terus menerus rangsang ASI kalian dengan direct breastfeeding dan pompa, dijamin ASInya bakal banyak banget.

2. Penggunaan Obat atau Penyakit Menular

Kalau untuk faktor yang kedua ini biasanya dari ibunya sendiri ya. Anggap seorang ibu itu tetap bisa mengeluarkan ASI tapi dia tidak bisa memberikan ASI yang dihasilkan dari payudaranya itu karena mungkin dia sedang konsumsi obat-obatan yang mengandung bahan kimia yang kurang baik. Karena seperti yang kita tahu obat-obatan apa saja yang kita makan masuk ke dalam tubuh kita akan mempengaruhi kualitas ASI dan itu juga akan tercampur dalam ASI.

Jadi dokter saja sudah menyarankan kalau bisa jangan sampai mengonsumsi obat-obatan saat sedang menyusui karena obat itu akan mempengaruhi ASI yang diberikan. Walaupun sampai makan obat, minimal seorang ibu itu harus tidak menyusui selama 24 jam atau ASI yang dikeluarkan harus dibuang langsung jangan disimpan.

Bagaimana kalau penyakit menular? Biasa kalau penyakit menular ini kayak seorang ibu mengidap AIDS atau HIV dan lain sebagainya sehingga membuat seorang ibu itu tidak bisa menyusui karena kenapa? Dengan kita menyusui padahal kita sedang ada penyakit menular, penyakit menular yang kita derita itu bisa menular ke anak kita. Jadi mau enggak mau enggak bisa menyusui.

3. Kondisi Bayi

Biasanya kondisi bayi ini terlahir dengan prematur, bibir sumbing, ada kelainan di bagian bibirnya, ada kelainan di bagian saluran pencernaannya yang mengakibatkan seorang baby itu sulit untuk menyusu. Tapi moms, yakin deh walaupun baby kita terlahir dalam keadaan yang mungkin agak sulit untuk menyusui tapi dengan tekat yang kuat dari seorang ibu untuk memberikan ASI yang dia punya kepada anaknya pasti akan berhasil dalam proses menyusui.

4. Kurang Support

Ini adalah faktor yang dialami oleh semua orang. Mommy sendiri mengalaminya dari baby Louisse sampai baby Loewy, support untuk memberikan ASI Eksklusif dari orangtua, mertua bahkan dari suami aja itu enggak ada. Kenapa? Jadi namanya kita baru lahiran ya moms untuk langsung keluar ASI itu belum tentu semua ibu bisa mengalaminya dan itu mommy sendiri juga merasakan.

Di kelahiran baby Louisse dan baby Loewy mommy baru bisa keluar ASI di hari ke-3 dan itu sedikit banget. Sampai-sampai kedua baby mommy itu enggak minum ASI sama sekali selama 3 hari. Dan kata dokter fine-fine aja, cuma masalahnya mertua, orangtua, suami bahkan teman-teman komentar terus kalau baby nangis, kasihan dan menyuruh mommy untuk memberikan susu formula saja.

Kita itu lagi berjuang untuk mengeluarkan ASI, tapi dari orang-orang sekeliling enggak mendukung kita sama sekali bahkan menganjurkan untuk memberikan susu formula saja. Sampai mama mommy juga bilang bahwa mommy itu dulu dari lahir dikasih susu formula dan enggak ada masalah sampai sekarang.

Nah jadi untuk soal support dari orang terdekat itu sangat penting, kalau sampai tidak ada support dari orang terdekat dan mereka malah menyarankan kita untuk memberikan susu formula pada bayi kita, ini menjadi faktor sangat utama kenapa ibu-ibu menyerah untuk memberikan ASI Eksklusif padahal dokter, suster semuanya pada support, tapi kalau misalnya orang-orang penting di sekeliling kita enggak supoort gimana ya rasanya?

5. Kondisi Fisik Ibu

Jadi ada beberapa ibu, sebenarnya enggak perlu bilang new mommy ya karena bahkan mommy sendiri sudah punya anak kedua aja punya kondisi dimana mommy hampir baby blues, kenapa? Yang pertama pas baby Louisse mommy sempat baby blues, mommy merasakan kelelahan, secara mommy enggak punya suster dan mommy bukannya enggak mau hire cuma mommy pengen merasakan gimana menjadi seorang ibu dan itu benar-benar capek banget.

Kondisi kecapekan ini membuat seorang ibu bisa sampai mengalami yang namanya baby blues. Kalau kondisi seorang ibu itu fisiknya sudah mulai capek, lelah, terus baby blues itu menjadi salah satu faktor juga seorang ibu tidak mau memberikan ASI pada anaknya. Secara kalau sudah baby blues, dia sudah enggak mau dekat sama babynya kalau bisa babynya jauh-jauh. Dengar suara tangis baby itu sebel banget moms apalagi harus menyusui.

6. Ibu Bekerja

Seorang ibu yang bekerja memang hebat banget. Mommy sih juga kerja cuma memang pas mommy lagi menyusui mommy lebih banyak di rumah. Nah untuk ibu-ibu yang bekerja di kantor bagaimana? Jadi ini memang salah satu faktor juga yang membuat para ibu itu menyerah padahal sebenarnya walaupun seorang ibu itu bekerja mereka juga bisa memompa ASI mereka di kantor, karena kan jaman sekarang sudah ada cooler box kemana-mana bawa cooler box.

Mommy aja kalau keluar ketemu klien bawa cooler box, jadi mommy pompa dan ASInya mommy taruh di cooler box, itu bisa tahan 8-10 jam di luar dan cukup. Setelah 8-10 jam bawa ke rumah tinggal masukin ke freezer atau langsung kasih anak yang sebelumnya sudah dihangatkan dulu. Jadi itu balik lagi ke ibunya apakah ibu itu mau repot atau enggak. Tapi memang saking ibu itu bekerja terlalu repot jadi lupa untuk pompa akhirnya yaudah deh dikasih formula atau mungkin karena ibu itu bekerja belum sempat stok ASI dan langsung kerja, otomatis ASI yang di rumah itu kurang, jadi akhirnya nyerah memberikan ASI.

7. Tidak Disiplin untuk Pompa

Ini mommy alami di baby Loewy, jadi setelah mommy punya anak yang kedua mommy agak malas pompa, capek. Ya wajar ya mommy di anak pertama dan kedua ini jaraknya cuma 2 tahun belum selesai 1 tahun sudah harus pompa lagi, menyusui lagi, jadi capek banget. Jadi untuk pompa lagi, mengulang bangun subuh-subuh tiap 2 jam sekali pompa itu capek banget. Karena kita enggak disiplin pompa ASI otomatis ASI kita jadi berkurang, padahal lama kelamaan yang dibutuhkan oleh baby kita semakin dia besar semakin banyak kan, otomatis jadinya kurang. Ini menjadi salah satu faktor ibu menyerah memberikan ASI Eksklusif dan akhirnya memberikan susu formula.

8. Ibu Terlalu Lelah

Kalau untuk stres, beban pikiran dan lain-lain itu mommy alami karena pada saat menyusui baby Loewy ini mommy mengalami masalah yang luar biasa yaitu tentang penipuan. Jadi mommy itu hampir setiap minggu ke Polda untuk mengurus kasus penipuan otomatis fisik mommy capek, mommy juga lelah, stres dan benar itu pengaruh banget sama ASI kita, ASI mommy itu jadi kurang karena seperti yang kita tahu sendiri untuk bisa menghasilkan ASI dengan kualitas yang baik dan banyak pun kita harus dalam kondisi yang happy. Tapi ketika kita ada di kondisi yang enggak membuat happy, mikirin masalah-masalah lain itu menjadi salah satu faktor utama juga seorang ibu menyerah untuk memberikan ASI.

Nah untuk para ibu ayo semangat untuk memberikan ASI ke anak kita karena ASI adalah salah satu ungkapan sayang kita kepada anak dan memang seorang anak yang diberikan ASI Eksklusif apalagi selama 6 bulan berturut-turut itu biasanya jauh lebih sehat, lebih pintar dan memang ASI yang diberikan kepada anak kita itu lebih mudah untuk dicerna si baby. Semangat mengASIhi!