Fakta-Fakta

Ada Apa dengan Hongkong?

Masih ingatkah dengan demo berbulan-bulan yang terjadi di Hongkong? Bahkan sempat pada saat pandemi ini Hongkong masih menggelar aksi demonstrasi. Nah tapi tahukah kalian sebenarnya apa yang membuat masyarakat Hongkong terutama muda mudinya terus melakukan demonstrasi? Bahkan aksi demo ini dikatakan oleh pemerintah China sudah ke arah terorisme.

Seperti kita tahu sendiri, bandara Hongkong sempat lumpuh ya moms, ratusan penerbangan sempat ditiadakan. Bayangkan berapa banyak kerugian negara Hongkong tersebut, belum lagi para rakyat demo berkumpul jadi satu bahkan membuat keributan di titik-titik vital seperti pusat perekonomian dan traveling. Banyak banget orang-orang seperti turis yang resah dan kabur dari negara Hongkong karena memang keadaannya sudah enggak nyaman banget. Selain itu banyak kelompok yang memanfaatkan situasi ini untuk lebih memanaskan kondisi di Hongkong sehingga warga Hongkong makin lama makin parah dan banyak banget tindakan kekerasan terjadi.

Nah setelah mommy merangkum semua berita di Google Indonesia bahkan berita di China, akhirnya mommy bisa meringkas bahwa ada 2 fakta yang menyebabkan demonstrasi di Hongkong terus berlanjut, yaitu :

1. Perubahan Status

Perubahan tentang status Hongkong ini menjadi salah satu penyebab utama, karena Hongkong ini yang kita tahu sendiri sudah menjadi salah satu kayak koloni Inggris selama 150 tahun. Sejak setelah perang dunia di tahun 1842, China menyerahkan sebagian pulau Hongkong ke Inggris dan China menyewakan sebagian pulau di negara Hongkong selama 99 tahun ke Inggris, sampai akhirnya Hongkong di tahun 1950 pusat perekonomiannya, manufakturnya mengalami kenaikan drastis untuk ekonomi negaranya. Akhirnya negara China berpikir untuk mengambil alih Hongkong dari Inggris.

Akhirnya China meminta kepada Inggris untuk mengembalikan Hongkong yang telah disewakan. Setelah beberapa lama Inggris dan China mencapai 1 kesepakatan yang mana di tahun 1997 Inggris mengembalikan Hongkong ke China. Maka dari itu sampai hari ini China menerapkan sebuah sistem yaitu 1 negara 2 sistem. Ya seperti China dan Hongkong saat ini. Sistem tersebut seperti kalau kita mau ke China ada visanya sendiri, kita mau ke Hongkong ada visanya sendiri kalau misalnya barang dari Hongkong mau ke China itu juga harus melalui custom clearance.

Jadi walaupun mereka 1 negara sebenarnya ini punya China, tetapi karena Hongkong itu sudah menjadi koloni Inggris selama 150 tahun otomatis mereka punya sistem hukum sendiri, sistem kebebasan sendiri, hak mereka sendiri dan itu berlanjut sampai hari ini.

Hongkong itu anak mudanya kebanyakan mereka kalau ditanya apakah kalian orang China? Mereka akan jawab mereka bukan orang China, mereka adalah orang Hongkong. Jadi setelah melewati beberapa survei tentang apakah orang Hongkong itu adalah orang China, kebanyakan sekitar 87% orang akan bilang bukan. Mereka itu enggak bangga jadi orang China. mereka maunya sendiri, China itu sendiri, Hongkong juga sendiri, enggak boleh disamakan, mereka itu beda.

Kenapa orang Hongkong bisa memiliki pemikiran seperti itu? Jadi kebanyakan remaja itu merasa kalau menjadi orang China bukan suatu kebanggaan, malah mereka merasa malu. Kenapa? Karena salah satunya banyak banget turis China datang ke Hongkong kebanyakan kasar, norma-normanya juga enggak oke. Dan banyak banget kayak berita orang China suka banget datang ke Hongkong belanja susu dan abisin stok susu di Hongkong. Padahal secara logika, Hongkong itu adalah pusat perekonomian, kalau misalnya susunya enggak mau dibeli sama orang China dan kebetulan dibeli semua, yang ada ekonominya malah menurun. Sebenarnya kalau kita pikirkan lebih positifnya ya bagus dong ada yang borong barang buatan Hongkong, walaupun itu dari China karena dengan begitu ekonomi Hongkong naik drastis.

2. Adanya RUU Ekstradisi

Jadi pemerintah China membentuk RUU Ekstradisi pada 2019 yang isinya adalah memungkinkan seorang pelanggar hukum dapat dibawa ke negara China untuk diadili sesuai sistem hukum di China. That’s why orang Hongkong pada enggak terima, mereka berpikir mereka punya sistem sendiri jadi enggak perlu China mengurusi hal tersebut. Padahal kalau kita pikir secara positif memang Hongkong itu banyak banget pelanggar hukum, kriminal internasional juga kebanyakan bersembunyi di sana karena memang mereka dilindungi di Hongkong. Kalau kita pikirkan dengan RUU Ekstradisi yang dibuat oleh pemerintah China bukannya itu lebih baik ya? Itu lebih membantu wilayah otonom dan menegakkan keadilan internasional. Contohnya kayak mommy ditipu sama orang berapa Milyar terus orang itu kabur ke Hongkong, terus kabur ke Hongkong karena dilindungi oleh Hongkong kita enggak bisa ambil dia, kita enggak bisa tegakkan hukum secara benar.

Sedangkan dari sisi para orang Hongkong merasa kalau misalnya RUU Ekstradisi ini dioke kan oleh warga Hongkong, itu mereka merasa lama kelamaan mereka makin dekat dengan China, enggak cuma sistem hukum aja yang diambil nanti semua kebebasan mereka juga diambil. Nah itulah yang membuat kenapa mereka demo terus.

Memang sih kalau sampai hari ini boleh dibilang warga Hongkong kebanyakan enggak suka sama orang China. Bahkan di Hongkong aja walaupun mereka bisa bahasa Mandarin, mereka enggak mau ngomong Mandarin. Misal nih orang China ngomong Mandarin, orang Hongkong malas jawabin. Atau banyak juga orang yang ngomong Mandarin terus nanti dibalas pakai bahasa Inggris. Dari situ kita bisa lihat bagaimana mereka kurang menyukai China padahal sebenarnya China dan Hongkong itu kakak adik loh. Padahal moms perdana menteri Carrie Lam sudah menunda RUU Ekstradisi ini sampai waktu yang tidak ditentukan bahkan sudah dikatakan mati.

Menurut teman-teman apakah tindakan ini sudah keterlaluan? Tindakan ini sudah mengarah ke terorisme loh. Apakah ada pihak lain yang memanfaatkan situasi ini? Semoga pejelasan mommy ini bisa menjawab moms semua yang sampai sekarang masih belum paham akar masalah dari demo yang ada di Hongkong ya. Semoga bermanfaat.