Uncategorized

Akibat yang Ditimbulkan dari Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Hai moms jadi sekarang mommy lagi buka account aplikasi mommy Air Visual yang dimana ini gunanya untuk mengecek polusi udara atau kualitas udara di tempat kita tinggal itu berapa. Nah sekarang kan mommy lagi di daerah Cengkareng, Citra Garden 5 posisinya Pegadungan dan mommy melihat kualitas udara 147 AQI. AQI itu apa? AQI itu adalah Indeks Kualitas Udara yang dimana indeks kualitas udara ini bisa mengecek kualitas udara di tempat kita tinggal atau di suatu tempat itu baik atau buruk atau berbahaya.

Jadi AQI ini sebenarnya ada standarnya moms, jadi kalau AQI itu nilainya di bawah 50 itu berarti kualitas udaranya bagus, kalau sampai AQI ini angkanya di atas 300 itu kualitasnya sudah buruk alias berbahaya. Sekarang mommy lihat di rumah mommy itu 147 AQI jadi apakah itu bagus? No. Ini artinya kualitas udara di tempat mommy tinggal enggak bagus, dan bahkan disarankan untuk pakai masker, jangan keluar-keluar dulu, jangan buka jendela dulu biar enggak ada udara luar yang masuk ke rumah.

Sekarang belum lama ini kan lagi heboh banget di Riau, Kalimantan bahkan Malaysia dan Singapura juga tahun lalu mendapatkan polusi udara paling parah yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan pembakaran lahan yang biasa kita sebut dengan Karhutla.

Nah sekarang kita cek untuk Kalimantan lewat aplikasi tadi ya moms dan yang nomor 1 itu di Palangkaraya kualitasnya 824 AQI. Padahal 300 AQI aja sudah berbahaya ini malah sudah mau 3x lipat loh. Maka dari itu disarankan untuk pakai masker terus menerus, jangan keluar, jangan aktivitas di luar, jangan buka jendela, jangan buka pintu. Itu benar-benar berbahaya bahkan kemarin di tanggal 16 September 2019 kualitas AQI di Kalimantan 1100 AQI.

Kita coba cek di Riau, karena Riau juga parah untuk kualitas udaranya. Untuk Riau yang paling tingginya itu di daerah Pekanbaru yaitu 346 AQI yang artinya kualitas udara di sana sudah buruk dan dianjurkan pakai masker, jangan keluar rumah, jangan buka jendela, jangan buka pintu dan jangan aktivitas di luar.

Kalau kita lihat Malaysia, karena Malaysia itu sempat terdampak polusi udara dari kebakaran hutan di Kalimantan dan Riau. Untuk sekarang kualitas udara di Kuching 214 AQI. Kualitas udara di Kuching Malaysia itu sudah sangat tidak aman, sangat tidak sehat untuk tubuh kita. Disarankan pakai masker, jangan keluar rumah, jangan buka jendela, jangan buka pintu. Karena sekalinya sudah keluar dari rumah dan menghirup udara yang kualitasnya sudah buruk bahkan sangat berbahaya itu akan mempengaruhi tubuh kita.

Jadi sebenarnya mommy buat sharing ini bukan untuk ikut-ikutan aja, agar trending atau yang lain sebagainya, tapi mommy benar-benar prihatin sama keadaan dunia kita ini. Memang mommy di Jakarta enggak di Kalimantan sama Riau, mommy enggak ada keluarga di sana juga but ini berhubungan sama dunia kita loh moms, global warming.

Belum lama ini setelah kita dihebohkan dengan polusi udara di Kalimantan dan Riau, hutan Amazon terbakar berbulan-bulan dan sulit banget dipadamkan karena anginnya kencang dan apinya menyebar cepat banget. Nah begitu pula dengan sekarang yang terjadi di indonesia tepatnya Kalimantan dan Riau. Karena kalau sekali kebakaran atau karhutla itu tuh benar-benar kabutnya tebal banget dan sulit banget dipadamkan. Belum lagi musim kemarau yang cukup panjang, hujan juga belum kunjung datang.

Kebakaran Hutan Amazon

Saat mommy lihat kemarin kualitas udaranya itu 1100 AQI di Kalimantan mommy benar-benar sakit banget dan mommy kepikiran terus. Orang yang ngebakar itu tinggal di Kalimantan tau Riau enggak sih sebenarnya? Jadi banyak banget kan perusahaan-perusahaan yang membakar hutan itu demi menghemat operasional untuk buka kebun kelapa sawit atau untuk buat gedung, atau yang lainnya dengan cara murah, enggak mau ribet, enggak keluar banyak untuk operasional jadi bakar aja.

Dibandingkan dia harus tebang satu per satu jadinya dia kan harus bayar operasional untuk orang, belum lagi makan waktu cukup lama. Karena ada beberapa perusahaan yang demi keuntungan pribadi. Demi kepentingan pribadi mereka bakar itu hutan dan lahan jadinya apa? Polusi udara. Mommy memang enggak di sana tapi mommy merasakan gimana sih untuk melewati hari demi hari dengan polusi udara kabut tebal banget sampai warna abu enggak bisa kelihatan apa-apa. Yang bikin rakyat itu matanya jadi perih, infeksi tenggorokan bahkan yang lebih parahnya itu sampai infeksi paru-paru atau kanker paru-paru loh moms.

Memang kalau orang dewasa daya tahan tubuhnya mungkin masih oke ya moms bagaimana kalau bayi? Memang untuk gubernur Kalimantan Barat dan gubernur Riau sudah minta maaf pada rakyatnya atas kejadian ini dan minta pada rakyat jangan aktivitas dulu di luar sampai polusi udara membaik. But, kita kan di rumah ya moms polusi udara kan keluar masuk, jadi kita enggak mungkin menghindari sama yang namanya polusi udara di daerah sana.

Oke lah kita beli filter untuk memfilter udara agar kualitas udara di rumah lebih baik. But gimana untuk soal baby-baby, anak kecil, mereka punya daya tahan tubuhnya belum maksimal, belum kuat yang ada apa? Sekarang banyak banget teman-teman kita di Kalimantan, Riau itu yang terkena infeksi paru-paru, sinus, belum teman mommy belum lama ini ke Pontianak baru terbang 1 hari aja langsung sakit tenggorokan dan langsung balik. Bahkan sampai bandara Riau itu pun ditutup karena saking tebalnya itu kabut. Itu Indonesia darurat asap.

Dan menurut data yang mommy dapatkan, kebakaran hutan dan kebakaran lahan yang paling luas itu di Riau. Dia memakan 40.553 hektar. Kalimantan Tengah 24. 883 hektar, Kalimantan Barat 10.025 hektar dan karhutla ini terus terjadi di berbagai daerah entah itu di Jambi, Kalimantan Selatan, Maluku Utara dan lain-lain. Enggak berhenti-henti.

Kebakaran Riau ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc.

Memang pemerintah Indonesia sebenarnya sudah memberikan UU dan efek jera untuk para pelakunya mengenai kebakaran lahan ini. But apapun yang dilakukan pemerintah, tetap saja kebakaran lahan dan hutan terus meningkat. Sebenarnya itu kan tergantung dari manusianya lagi ya moms kalau menurut mommy.

Yang pengen mommy sampaikan di sharing ini sebenarnya adalah hai teman-teman memang hidup ini butuh uang, karena butuh uang otomatis kita butuh sesuatu yang perlu kita korbankan. Tapi pertanyaannya adalah kalau kita terus menerus membakar hutan, membakar lahan demi keuntungan yang sangat besar atau keuntungan diri sendiri dan yang ada menyebabkan polusi udara yang dimana polusi udara ini juga tempat kita hidup, tempat kita menghirup, percuma kan kalau misalnya kita punya banyak uang, perusahaan, investasi yang menguntungkan tapi kita sakit-sakitan karena polusi udara yang kita sebabkan sendiri?

Karena belum lama ini papa mommy baru meninggal karena kanker paru-paru, sedangkan polusi udara dengan kualitas sampai di atas 300 AQI apabila kita hirup terus menerus itu mengandung yang namanya karsinogen. Karsinogen itu terus menerus kita hirup bisa menyebabkan infeksi bahkan kanker paru-paru dan mommy enggak mau itu terjadi.

Jangan sampai orang-orang yang enggak tahu menahu soal ini, yang pengen hidup damai apalagi baby-baby kecil yang masih punya daya tahan tubuh yang sangat lemah bahkan orang-orang yang kita sayangi mungkin sampai terkena penyakit ini, karena kebakaran hutan yang enggak berhenti-berhenti. That’s all, sharing ini mommy sebagai salah satu bentuk kepedulian mommy. Yuk buat #IndonesiaBebasAsap.