Kesehatan

BJ Habibie Meninggal Dunia | Apa Itu Terminal Lucidity? Sempat Sehat Sebelum Meninggal

11 September 2019 bapak Habibie mantan presiden kita tercinta meninggal dunia yang disebabkan karena penyakit jantung. Diberitakan bapak Habibie sebelum meninggal keadaannya malah berangsur baik dan stabil bahkan sudah bisa diajak bicara dan merespon.

Kenapa mommy hari ini mau bahas ini? Jadi setelah mommy baca artikel mengenai bapak Habibie mommy jadi teringat lagi sama papa. Jadi papa 28 Agustus 2019 meninggal dunia pada jam 10.45 malam. Papa sebelum meninggal keadaannya itu baik-baik banget. Pas mommy datang jam 4 sore papa malah makannya banyak banget. Padahal 2 – 3 hari sebelumnya papa enggak bisa makan. Setiap mommy minta papa makan, papa selalu bilang enggak bisa makan, percuma makan muntah lagi dan eneg bawaannya bahkan minum aja enggak bisa. Jadi ada 2 – 3 hari itu papa enggak makan, benar-benar kondisi papa itu lemah banget. Bayangin aja ya moms enggak makan dan minum, cuma mengandalkan infus aja, belum lagi muntah-muntah terus, merasakan kesakitannya di bagian paru-paru, sesak napas dan lain-lain.

Terus mommy bingung di hari Rabu itu tanggal 28 Agustus 2019 pas mommy datang papa itu kelihatannya memang mukanya pucat cuma mama mommy bilang papa hari ini makannya banyak banget sampai minta mama beliin bubur lagi di bawah, sudah habis beli lagi. Papa minta beli terus makan yang banyak minum juga banyak. Kalau kayak gini papa besok terus bisa pulang. Pas mommy datang papa makan terus memang, ya mommy happy cuma yang mommy pusingkan adalah kenapa muka papa sedikit pucat. Memang papa sudah bisa berdiri, terus maunya turun dari ranjang dia mau injak lantai terus jadi dia itu enggak mau tiduran malah duduk di sofa, peluk mama, ngobrol banyak sama mama pokoknya habisin waktu sama mama itu banyak banget, sudah gitu sambil makan dan minum.

Jadi malam sebelumnya papa mimpi buruk, papa mimpi enggak ngomong sama mommy cuma ngomong sama mama kalau dia mimpi dari atas ada putih-putih yang mau datang jemput, papa langsung syok makanya di Rabu 28 Agustus 2019 paginya mama telpon suruh mommy dan adik-adik datang cuma kan pada saat itu mommy enggak bisa karena mommy mesti ngantar anak dan enggak kepikiran. Terus mama juga bilang papa minta ganti kamar soalnya papa enggak mau di kamar ini karena papa mimpi buruk. Mommy sudah cari kamar tapi enggak ada, akhirnya terpaksa mau enggak mau tunggu sampai besok mungkin baru ada kamar kosong.

Jadi abis baca artikel bapak Habibie mommy baru merasa kenapa kondisi pasien yang sudah mau meninggal itu malah membaik? Mommy cari tahu. Akhirnya mommy tahu ini namanya Terminal Lucidity. Jadi ini adalah kejadian sebelum seorang pasien meninggal, dimana pasien mengalami kejernihan atau ketajaman mental beberapa saat sebelum ajal menjemput. Biasanya ini akan terjadi pada pasien yang enggak sadarkan diri, pasien yang koma, pasien yang lemah, pasien yang memiliki gangguan kejiwaaan dan biasanya pasien-pasien yang mengalami Terminal Lucidity itu yang biasanya punya gangguan terhadap tumor otak, kanker otak, meningitis, alzheimer pokoknya hal-hal yang berhubungan dengan otak, stroke dan lain-lain. Tapi itu juga memungkinkan kepada pasien seperti salah satunya mantan presiden kita bapak Habibie yang memiliki penyakit jantung, dia juga mengalami yang namanya Terminal Lucidity. Dan papa mommy itu kanker paru-paru stadium lanjut, dia juga mengalami Terminal Lucidity.

Jadi papa pas mengalami Terminal Lucidity itu beberapa jam kemudian meninggal. Terminal Lucidity itu di bagi menjadi 2 tahap. Ada seseorang yang mengalami Terminal Lucidity seminggu kemudian akan meninggal dunia dan ada yang beberapa jam kemudian akan meninggal dunia seperti salah satunya papa mommy. Jadi sebenarnya Terminal Lucidity ini bukan hal asing yang jarang ditemukan. Setelah mommy konsultasi sama teman-teman banyak yang bilang di antara kakeknya, neneknya juga mengalami hal serupa dengan papa mommy. Dari yang enggak bisa makan, tiba-tiba jadi makannya banyak banget. Terus sudah gitu mimpi, maunya komunikasi.

Salah satu cerita tentang Terminal Lucidity ini adalah dari seorang nenek yang berumur 91 tahun yang sudah menderita penyakit alzheimer selama 15 tahun terakhir. 5 tahun terakhir dia, dia sudah enggak bisa mengenal orang-orang sekitar dia. Tapi sebelum dia meninggal dunia, beberapa jam sebelumnya dia bisa berkomunikasi dengan anak perempuannya. Dia berkomunikasi tentang kematian, teman gerejanya dan beberapa jam kemudian dia pun meninggal dunia.

Dan masih ada salah satu cerita lagi ada seorang anak yang berumur 5 tahun, dia sudah koma selama 3 minggu di rumah sakit, beberapa jam sebelum dia meninggal dia membuka matanya dia berterimakasih kepada anggota keluarganya dan say goodbye pada keluarganya ssetelah itu beberapa jam kemudian dia meninggal dunia.

Terminal Lucidity ini sebenarnya sampai sekarang masih diteliti oleh para ilmuwan dan memang masih belum bisa dibuktikan. Tapi terminal lucidity ini sudah ada sejak 350 SM dan ditemukan 83 catatan yang sudah berusia 250 tahun tentang kondisi Terminal Lucidity ini. Dan Terminal Lucidity ini biasanya saksinya adalah para pendamping pasien. Nah papa mommy saksinya itu adalah mama mommy sendiri yang mengatakan benar-benar papa beda banget beberapa jam sebelum meninggal.

Sebenarnya Terminal Lucidity ini juga sebuah tanda ya moms yang dimana kita bisa tahu bahwa orang yang kita sayangi akan pergi. Coba kalau mommy sadar, mommy enggak sadar waktu itu, mommy cuma pikir bagaimana melawan kanker, pengobatan apa yang mesti mommy pilih, obat mana yang mesti mommy masukkan ke dalam tubuh papa biar enggak salah jadi mommy enggak peka akan tanda kepergian dari papa. Kalau mommy peka itu adalah tanda sebelum papa pergi mommy pasti bakal manfaatin waktu itu sebaik-baiknya dan enggak habisin waktu buat ngobrol di depan. Jadi moms pesan dari sharing kali ini adalah kalau misalnya orang-orang yang kita sayangi berbeda dari sebelumnya seperti sehat padahal sebelum-sebelumnya lemah, kita manfaatkan waktu itu jangan sampai kayak mommy ya. Itu bisa dimanfaatkan untuk say goodbye dengan orang yang kita sayangi moms.