Kesehatan

Mengatasi Nyeri Punggung Akut dengan Metode Akupuntur

16 Oktober 2019 tiba-tiba daddy bilang dia enggak bisa bangun dari kasur alias dia sakit pinggang. Jadi memang sempat 2 hari sebelumnya dia ngeluh sakit pinggang cuma sempat diurut-urut, namanya kita cuma orang biasa ya paling urut-urut juga sembarangan ya moms. Yang kita percaya kan tidur di lantai bakal sembuh taunya malah makin parah dan akhirnya daddy minta untuk pergi ke dokter. Jadi sakit pinggang atau punggung ini memang kasusnya banyak banget. Menurut studi Amerika Serikat dikatakan bahwa tingkat sakit punggung / sakit pinggang / low back pain besar dialami pada orang-orang yang aktivitasnya banyak dilakukan dengan duduk.

Biasa untuk metode pengobatan sakit pinggang ini bisa dengan obat biasa yaitu paracetamol dan lain-lain tapi sekarang sudah dilarang, lalu ada akupuntur, ada juga pijit tradisional dan yang terakhir kalau sudah sampai parah bisa dioperasi. Jadi sakit pinggang ini enggak bisa diremehkan ya moms. Sebenarnya sakit pinggang ini biasa terjadi karena ada kelainan di bagian tulang belakang atau di bagian tulang itu ada syaraf yang salah. Nah karena baru pertama kalinya daddy sampai sakit kayak gini akhirnya mommy memilih alternatif untuk akupuntur karena menurut mommy obat enggak terlalu ngefek apalagi paracetamol untuk pereda sakit aja ya moms. Jadi buru-buru kita ke akupuntur di Kelapa Gading.

Jadi sebenarnya sebelum mommy ke akupuntur mommy juga belum terlalu mengenal apa itu akupuntur cuma taunya itu ditusuk jarum. Jadi ternyata akupuntur itu adalah metode yang menggunakan media jarum yang tipis dan ditusukkan ke bagian wajah atau punggung / tulang belakang kita / bagian lain yang sakit. Untuk meredakan rasa sakit yang kita derita.

Jadi ketika jarum suntik ini ditusukkan ke bagian kulit kita otomatis akan menstimulasi 2 hormon dalam tubuh kita yaitu endorfin dan dinorfin. Dimana 2 hormon ini berperan untuk pembawa pesan ke bagian otak kita untuk proses penyembuhan terhadap rasa sakit yang kita derita.

Jadi mommy telpon ke klinik akupunturnya dan setelah mommy survei ternyata memang semua rata-rata klinik akupuntur itu bukanya cuma dari pagi sampai jam 10, paling maksimal jam 12 siang. Jadi kita buru-buru langsung pergi dari PIK ke Kelapa Gading. Pas kita sudah sampai di Kelapa Gading kita nunggu karena ada beberapa pasien juga yang melakukan akupuntur ini. Pas giliran daddy, daddy masuk dan disuruh tiduran jadi shinse ini menemukan ada tulang yang agak lebih besar, tulangnya sudah bengkok, ada salah urat juga. Jadi dia mulai urut-urut daddy bagian tertentu untuk direnggangkan dulu biar enggak begitu tegang. Setelah diurut shinse lalu tusukin 8 jarum kecil ke bagian kulit daddy di bagian pinggang dan itu enggak keluar darah sama sekali sih moms.

Abis ditusuk dia ada pakai kayak 1 alat itu kayak panas, kayak mungkin pemanas gitu jadi didiamkan selama 15 menit lalu bagian jarum itu dikaitkan dengan kabel-kabel dimana juga ada mesinnya mommy juga kurang ngerti. Selama 15 menit daddy melakukan akupuntur, after itu daddy bilang sih masih sakit. Kata shinse ini wajar karena masih bengkak nanti lusa datang lagi untuk melakukan metode akupuntur lagi. Tapi after perjalanan pulang itu kurang lebih 30 menit daddy bilang sudah agak enakan soalnya lehernya sudah mulai agak bisa bergerak kalau tadi pagi dia duduk sakit, mau napas aja sakit dan semalaman enggak bisa tidur sampai dia bilang mau beli obat tidur aja buat tidur karena dia capek banget.

Jadi setelah mommy lihat nih ternyata metode akupuntur ini ketika dia tusukin jarum suntik ke bagian kulit yang kita sakit itu kayak merenggangkan bagian otot yang tegang jadi lebih kendor otomatis bagian yang kencang tadi yang sakit tadi lebih agak relax. Kalau relax otomatis lama kelamaan sembuh. Dan memang akupuntur ini enggak bisa dijadikan sebagai pengobatan utama ya moms ini kalau cuma sakit punggung biasa okay tapi kalau misalnya sudah ada kelainan dari tulang belakangnya, syarafnya ini memang sudah harus ke rumah sakit atau harus melakukan tindakan operasi agar jangan sampai kita diamkan terlalu lama, karena bisa mengakibatkan cacat berdasarkan penelitian Amerika Serikat.

Kalau untuk obat kayak paracaetamol itu sudah enggak diijinkan sih moms. That’s all untuk pengalaman kita akupuntur, so far sih kita menghabiskan biaya Rp. 300.000. Menurut mommy harganya enggak terlalu mahal yang penting kan bisa cepat sembuh. Kalau buat daddy sendiri dia sudah merasa agak enakan dan mungkin beberapa hari ke depan kita akan ulang lagi biar sakitnya daddy itu benar-benar sembuh. Dari shinsenya juga bilang kalau daddy mau duduk juga harus yang benar jangan setengah pantat, jangan angkat kaki kayak biasanya terus juga tidur di kasur tapi yang rata enggak boleh di lantai dan yang paling penting enggak boleh sembarangan urut.