Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Mengalami OHSS saat Program Bayi Tabung, Perut Jadi Membesar 110cm!

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMoms. Karena banyak banget dukungan dari para mommy-mommy yang mungkin sekarang lagi program bayi tabung dan ingin tahu lebih detail mengenai penyakit OHSS, akhirnya mommy memutuskan untuk sharing hari ini. Kalau mommy ngomongin OHSS itu menjadi trauma buat mommy ya moms. Gimana enggak trauma moms, OHSS yang mommy alami itu sebanyak 2x.

Nah di sini mommy akan mengupas tuntas apa sih sebenarnya itu OHSS? Kenapa sih kita bisa OHSS? Apa yang harus kita hindari dan lakukan kalau sampai kita mengalami OHSS?

Apa Itu OHSS?

OHSS atau Sindrom Hiperstimulasi Ovarium adalah efek samping yang umum terjadi dari terapi kesuburan yang menghasilkan telur-telur di ovarium menjadi banyak karena obat-obatan yang digunakan selama program bayi tabung (IVF). Jadi ketika kita melakukan program bayi tabung, dokter sudah ACC, kita akan diberikan obat kesuburan yang disuntikkan ke perut kita selama 7-10 hari, tergantung dari telur kita sudah cukup besar atau belum dan juga tergantung dari dosis obat kesuburan yang diberikan dari dokter. Nah ketika obat kesuburan ini menginduksi sel telur kita, lalu sel telur kita bereaksi berlebihan atau abnormal daripada biasanya ini lah yang akan menyebabkan seorang wanita yang melakukan terapi kesuburan seperti program bayi tabung bisa mengalami komplikasi yaitu OHSS.

Ketika kita mengalami OHSS bagian ovarium kita membengkak, ketika ovarium kita membengkak, cairannya itu keluar. Cairannya keluar ke rongga perut, dada dan ini lah yang mommy alami. Cairan keluar, menumpuk ke rongga perut sampai dada bahkan jantung yang membuat kita enggak nyaman.

Gejala OHSS :

* Perut membesar tidak sesuai usia janin
* Kembung
* Banyak cairan
* Mual muntah
* Susah BAB dan BAK

Nah OHSS ini sendiri terdiri dari 3 macam :

1. OHSS Ringan

OHSS ringan ini adalah terjadi pembengkakan sedikit di ovarium sehingga cairannya keluar sedikit dari ovarium ke rongga perut yang akan menyebabkan nyeri perut ringan, mual muntah ringan dan kembung ringan. Biasanya kejadian ini akan berlangsung selama 1-2 minggu aja dari embrio transfer dan secara bertahap akan berkurang bahkan menghilang dengan sendirinya tanpa disadari ya moms.

2. OHSS Sedang

Ini mommy alami di program kehamilan bayi tabung yang pertama. Jadi OHSS sedang itu biasanya ada pembengkakan lebih besar sedikit di bagian ovarium sehingga menyebabkan keluarnya cairan ke rongga perut dan dada itu lebih banyak dibandingkan yang OHSS ringan tadi.

Yang mommy rasakan dari pengalaman mommy setelah mommy embrio transfer, 3 hari kemudian mommy itu sudah merasa kram perut, mual, muntah, kembung, terus enggak enak badannya. Lalu mommy merasa berat badan langsung naik sampai 2kg. Jadi dalam waktu kurang lebih seminggu mommy naik berat badan sampai 5kg dan mommy merasa ada cairan dalam perut mommy.

Cuma setelah mommy konsultasi sama dokter Nando, dokter Nando bilang banyakin aja makan putih telur ayam kampung. Jadi pada saat itu mommy makan 10 putih telur ayam kampung setiap hari, non stop untuk meredakan rasa kembung dan mengurangi cairan di perut mommy. Akhirnya setelah mommy sudah cek positif hamil, kurang lebih 1 bulan mommy alami OHSS sedang ini sampai mommy USG ovarium masih sempat bengkak sedikit. Setelah sebulan itu berangsur-angsur cairan di perut mommy itu mulai hilang, berkurang sampai akhirnya sudah enggak ada lagi.

Jadi mommy memang merasa enggak enak sih moms tapi masih bisa mommy atasi kembung dan gejala OHSS tadi dengan memperbanyak makan putih telur ayam kampung. Kalau menurut mommy OHSS sedang ini masih oke ya moms dan masih bisa diatasi komplikasi dari program bayi tabung mommy yang pertama ini. Dan biasanya buat para moms yang sampai mengalami OHSS biasanya itu presentasinya 70% itu program bayi tabungnya berhasil. Jadi walaupun kita mengalami OHSS ini jangan sedih karena ternyata kita bisa positif hamil dari program bayi tabung yang sudah kita jalankan moms.

3. OHSS Berat

Ini berat banget buat mommy juga untuk flashback lagi, mommy merasa ini penting banget untuk dishare. Jadi OHSS berat ini bisa kita rasakan karena adanya pembengkakan yang sangat besar di ovarium kita dan cairan bebas keluar ke rongga perut, dada bahkan sampai ke jantung. Dan itu mommy rasakan di program bayi tabung kedua.

Dari pengalaman mommy setelah embrio transfer, 3 hari kemudian mommy sudah merasakan perut enggak enak banget, cairan banyak banget di perut mommy, kembung banget, setiap makan langsung muntah, jadi benar-benar susah banget untuk masuk makanan, susah BAB dan BAK. Tidur apalagi, susah banget ya moms padahal pada saat itu kita juga lagi nungguin hasil bayi tabungnya positif atau enggak, harusnya mommy makan makanan yang bernutrisi agar program bayi tabungnya berhasil.

Jadi pada saat itu mommy cek berat badan mommy dalam 3 hari setelah embrio transfer naik 5kg. Sebenarnya enggak papa naik tapi yang wajar-wajar aja, kalau sampai drastis kan serem juga ya moms. Saat itu mommy tetap makan putih telur ayam kampung sesuai dengan anjuran dari dokter yaitu 10 biji per hari.

Lalu setelah itu, mommy diemin aja makin hari berat badan mommy makin bertambah, perut mommy makin besar. Sampai akhirnya dalam kurun kurang lebih 1 bulan berat badan mommy 20kg. Lebih besar daripada pas mommy mau lahiran. Lingkar perut mommy besar banget, 110cm. Baru juga nungguin hamil atau enggak masa perut sudah sebesar itu, cairan dimana-mana semua keisi ke perut sampai ke dada, jantung, tulang punggung mommy kerendam, usus juga kerendam.

Enggak bisa ngapa-ngapain moms, setiap hari keluar keringat dingin terus. Bahkan ketika tiduran dan mau bangung enggak bisa bangun sendiri mesti dibantuin, karena tulang punggung kerendam sama cairan lama banget, enggak ada tenaga. Sesak napas juga, detak jantung kencang banget. Mommy merasa surga sudah dekat, sudah pusing deh. Mommy sama daddy sudah stres banget.

Mommy kan enggak bisa makan, nangis terus kerjaannya, sampai bagian vagina mommy bengkak besar banget karena cairannya turun ke sana. Sudah enggak tahan akhirnya ke dokter. Inget banget pada saat itu sedang lebaran, bayangin aja. Dokter Nando juga lagi cuti, makanya diganti sama dokter lain. Enggak pas banget timingnya mommy masuk ke rumah sakit.

Mommy dicek segala macam sampai nginap di rumah sakit 5 hari, pertama kali mommy rawat inap 5 hari itu mommy dikasih cairan lewat pembuluh vena enggak boleh minum dan lain-lain dulu akhirnya setelah dicek, 2 hari di rumah sakit tanpa tindakan ternyata dokter memutuskan mommy untuk melakukan tindakan Parasentesis itupun mommy yang paksa untuk keluarin cairannya gimana caranya. Jadi Parasentesis itu adalah tindakan mengeluarkan cairan dari perut.

Waktu itu mommy ingat mommy dibawa ke ruangan lalu perut mommy dibelek, dibius lokal, dimasukin jarum yang panjang banget sampai ke perut terus dimasukin selang akhirnya cairannya keluar. Cairan yang keluar itu pun kuning kental, cairan tubuh kita. Itu pertama kali mommy mengeluarkan 5 liter dari perut dan rasanya sudah enakan. Lalu pulang ke rumah.

Setelah sudah pulang 2 hari kemudian besar lagi, bengkak lagi sama lagi seperti sebelumnya, masuk rumah sakit lagi rawat inap 3 hari kalau enggak salah, ambil lagi cairannya itu 8 liter. Pulang lagi, 3 hari lagi balik lagi rumah sakit lakukan Parasentesis lagi sampai akhirnya mommy minta tolong sampai kering kalau bisa, jadi waktu itu terakhir sampai keluarin 12 liter. Total semua mommy mengeluarkan 25 liter cairan dalam tubuh mommy karena OHSS.

Dan akhirnya, thanks God walaupun bengkak lagi tapi enggak parah, masih bisa diterima moms. Banyakin makan putih telur ayam kampung sampai 20 butir, banyakin asupan cairan pokoknya dicoba terus moms kalau bisa diatasi sendiri enggak usah ke rumah sakit, enggak usah melakukan Parasentesis lagi. Jadi mommy mengalami OHSS berat ini sampai usia kehamilan 3 bulan ya moms. Mommy 3 bulan itu perut sudah kayak hamil 6 bulan 7 bulan tapi berangsur dari usia hamil 3 bulan itu bertahap cairannya berkurang bahkan sampai benar-benar hilang.

Itu cerita OHSS mommy dan kalau misal ditanya mommy habisin berapa untuk OHSS, itu sudah kayak 1x program bayi tabung. Mahal banget, tapi mau gimana daripada mommy menderita dan mommy enggak dapat nutrisi sama sekali dan benar-benar merasa kayak mau meninggal. Itu menderita banget enggak bisa makan dan ngapa-ngapain. Itu benar-benar sebuah penderitaan besar banget, trauma yang besar juga buat mommy.

Di kehamilan ketiga ini mommy enggak mengalami OHSS sama sekali karena kehamilan ketiga ini mommy itu cukup masukin embrio yang difrozen ke dalam perut, enggak melakukan terapi suntik obat kesuburan ulang ke perut.

Jadi kalau kita enggak mau sampai mengalami OHSS jangan buru-buru langsung embrio transfer, jadi mendingan embrionya dibekukan dulu tunggu sampai 1-3 bulan, rahim kita sudah bagus, ovarium enggak bengkak lalu embrio transfer itu akan meminimalisir OHSS. Agar enggak sampai terjadi OHSS seperti yang mommy alami di kedua kehamilan mommy sebelumnya.

Buat moms yang sekarang sedang atau berencana program bayi tabung enggak usah worry. Tenang aja moms karena OHSS ini hanya dialami 3-8% dari seluruh wanita yang melakukan bayi tabung dan OHSS itu tadi ada 3 tingkat yaitu ringan, sedang dan berat. Yang berat itu dialami hanya 1% dari wanita yang melakukan program bayi tabung, Jadi mommy termasuk orang yang sangat beruntung bisa mengalami OHSS berat ini. Tapi mommy enggak menyesal, sedih dan takut, karena mommy jadi ada pengalaman yang bisa dishare, mommy positif hamil dan mommy akhirnya punya anak kedua yang super lucu walaupun sudah melalui OHSS yang berat di awal.

Siapa aja sih yang bisa mengalami OHSS?

Biasanya wanita berumur di atas 35 tahun, yang mengalami PCOS (yang biasa menstruasinya terlambat), wanita yang memiliki tingkat esterogen tinggi selama terapi kesuburan dan memiliki riwayat OHSS sebelumnya kayak mommy. Pertama kali OHSS sedang, pas terapi kesuburan kedua mommy mengalami OHSS berat.

That’s all mengenai OHSS, tenang aja moms, mungkin sekarang moms sedang mengalami mual, muntah dan kembung setelah embrio transfer jangan lupa untuk perbanyak nutrisinya, jangan lupa perbanyak cairan dalam tubuh dan yang paling penting konsumsi putih telur ayam kampung 10 biji setiap hari, itu bisa mengatasi kembung yang kita rasakan.