Pregnancy

Perbedaan Kontraksi Hamil Tunggal vs Hamil Kembar

Mommy masuk rumah sakit pada 24 November 2020 di usia kehamilan kembar 31 minggu karena mommy mengalami kontraksi yang cukup luar biasa. Di sharing kali ini mommy akan share tentang pengalaman kontraksi yang mommy rasakan dan bagaimana sih sebenarnya cara membedakan kontraksi palsu dan kontraksi asli.

Dulu pertama kali mommy hamil yang Louisse mommy enggak pernah mengalami kontraksi yang ada mommy malah memicu kontraksi. Tapi di kehamilan kedua pas hamil Loewy Axell itu mommy mengalami kontraksi palsu. Jadi waktu itu usia kehamilan mommy sudah 37 minggu, karena nunggu tanggal cantik untuk melahirkan yaitu 14 Februari 2019 jadinya belum melahirkan. Tapi ternyata di tanggal 7 Februari 2019 mommy merasakan kontraksi.

Jadi kontraksi yang pertama kali rasakan itu mommy merasa mules pengen BAB, agak nyeri-nyeri tapi pas ke toilet enggak keluar sama sekali cuma BAK. Terus tidur lagi tapi nyeri lagi kayak mau BAB, jadi bolak balik WC terus ada 10-20x tapi enggak bisa BAB. Sampai bikin enggak bisa tidur dan keringat dingin.

Setelah mommy cari tahu ternyata itu adalah kontraksi, buru-buru mommy ke rumah sakit untuk tes CTG yaitu tes untuk melihat level kontraksi yang kita rasakan. Setelah mommy sudah cek CTG selama 1 jam, ternyata dokter mengatakan kontraksi yang mommy rasakan itu masih level rendah belum waktunya persalinan. Cuma pada saat itu mommy takut nanti kalau anaknya beneran keluar, pecah ketuban jadi mommy langsung buru-buru pada hari itu mommy operasi sesar untuk melahirkan Loewy.

Tapi semenjak hamil kembar kontraksi sudah menjadi makanan sehari-hari mommy. Dan ternyata kontraksi itu banyak sekali macamnya moms. Dan kita harus membedakan agar kita bisa tahu mana kontraksi palsu dan kontraksi asli.

  • INFO PENTING : CTG adalah alat yang digunakan untuk memantau aktivitas dab denyut jantung janin, serta kontraksi rahim saat bayi berada di dalam kandungan. Melalui pemeriksaan ini dokter dapat mengevaluasi apakah kondisi janin sehat sebelum dan selama persalinan.

Macam-macam Kontraksi pada Ibu Hamil

1. Kontraksi Dini

Jadi kontraksi dini ini mommy sudah merasakan di hamil kembar dan hamil tunggal. Kontraksi dini bisa terjadi karena adanya penyesuaian akibat adanya kehamilan. Jadi kontraksi dini ini biasanya juga terjadi di trimester awal. Kalau hamil tunggal yang mommy rasakan dari pengalaman mommy sendiri, itu kram perut kayak mau menstruasi, tapi sebentar-sebentar hilang, hilang muncul terus. Tapi kram perutnya tidak menimbulkan nyeri dan tidak menimbulkan bercak darah.

Kalau sampai kontraksi dini lalu disertai dengan nyeri perut dan bercak darah segera ke rumah sakit karena takutnya embrionya lepas dari rahim alias kita mengalami keguguran seperti yang pernah mommy rasakan, adik ipar mommy rasakan bahkan adik mommy sendiri juga merasakan.

Di kehamilan tunggal, kontraksi dini yang mommy alami itu paling cuma 1 minggu pertama aja jadi enggak akan sepanjang trimester pertama. Bedanya kalau hamil kembar yang sekarang mommy rasakan kontraksi dini mommy rasakan sepanjang trimester awal. 3 bulan selalu kontraksi dini. Kenapa bisa begitu? Jadi penyesuaian perubahan tubuh yang mommy alami di rahim mommy itu jauh lebih besar, 2x lipat dibanding hamil tunggal sehingga kontraksi dini mommy rasakan sepanjang trimester awal. 3 bulan selama kehamilan tapi ya itu paling cuma kram perut aja sebentar datang dan pergi tentunya enggak ada bercak darah ya moms. Dan tentunya dokter juga support mommy dengan memberikan obat-obatan anti kontraksi dengan dosis yang rendah dan setiap hari mommy konsumsi.

2. Kontraksi Palsu

Biasa akan dirasakan oleh ibu hamil di awal trimester kedua start di usia kehamilan 4 bulan. Jadi kontraksi palsu ini biasanya jarang terjadi dan enggak konsisten. Jadi, tiba-tiba kita merasa perut kita agak aneh di waktu-waktu tertentu lalu agak sedikit kram, kencang. Kenapa ini bisa terjadi? Kontraksi palsu bisa terjadi di trimester kedua karena otot-otot rahim kita sedang mempersiapkan untuk persalinan kita nanti di trimester ketiga.

Nah kontraksi palsu yang mommy rasakan di hamil tunggal, itu pas photoshot naik gunung itu capek banget karena usianya sudah besar waktu itu, nah karena kecapekan, kurang minum dan makan pas lagi mau tidur perutnya kayak kencang tapi enggak menimbulkan nyeri. Rasa kencang yang kita alami itu paling beberapa menit aja dan datang lagi beberapa menit kemudian. Biasanya dengan kita tidur yang nyenyak, asupan makanan yang cukup dan minum air yang banyak akan berangsur hilang dengan sendirinya yang penting jangan kecapekan.

Bedanya kalau hamil kembar yang mommy rasakan, kontraksi ini sudah setiap hari mommy rasakan. Kontraksi palsu ini mommy alami di sepanjang trimester kedua moms. Jadi hamil kembar itu biasa mommy pagi aktivitas ringan, malamnya biasa sekitar jam 9 atau 10 malam pas mau tiduran 2 anak itu perut sudah enggak enak, kencang banget, mau tidur juga susah banget nyari posisi yang enak dan bisa bikin keringat dingin. Dan itu biasa mommy rasakan beberapa menit dan berulang-ulang, tapi untungnya karena mommy cukup rajin mengonsumsi obat anti kontraksi dari dokter yang dosisnya lebih tinggi sedikit dibandingkan di trimester pertama itu ngebantu, jadi lebih merilekskan rahim mommy, perut mommy enggak kencang dan mommy bisa tidur.

Kenapa sih ini bisa terjadi? Ini terjadi pada ibu hamil mau hamil tunggal ataupun hamil kembar. Jadi ini normal terjadi ya moms. Cara mencegahnya adalah, jangan kecapekan, jangan dehidrasi, jangan kurang asupan makan dan tentunya jangan stres.

3. Kontraksi saat Berhubungan Intim

Jadi biasanya di hamil tunggal, dokter akan menyarankan kepada suami istri untuk stop berhubungan intim di trimester pertama. Dan boleh melakukan hubungan intim lagi start di trimester kedua di usia kehamilan 4-7 bulan. Lalu akan stop lagi di usia kehamilan 8 bulan. Kenapa? Karena sperma ini mengandung suatu hormon yang bisa memicu kontraksi pada rahim, sehingga dikhawatirkan kalau ibu hamil tunggal itu berhubungan intim di usia 8 dan 9 bulan dimana sudah mendekati waktu persalinan tapi belum waktunya untuk melahirkan nanti bisa memicu kontraksi atau persalinan prematur.

Tapi ada juga beberapa moms yang melakukan hubungan intim untuk memicu kontraksi salah satunya mommy. Pada kehamilan pertama, Louisse Scarlett sudah 40 minggu enggak mau keluar karena mommy pengen kelahiran normal kalau bisa jangan sesar akhirnya mommy memicu kontraksi dengan berhubungan intim di usia kehamilan 37 minggu agar anaknya bisa cepat keluar.

Beda halnya dengan kehamilan kembar, di kehamilan kembar dokter akan menyarankan tidak boleh sama sekali berhubungan intim karena hamil kembar itu lebih rentan untuk memicu persalinan prematur atau kontraksi. Jadi di kehamilan kembar, mommy melakukan hubungan intim start di usia kehamilan 4-6 bulan dan pernah di kehamilan usia 6 bulan itu mommy habis melakukan hubungan intim perut mommy kram parah, nyeri parah sampai harus minum obat kontraksi, yang tadinya sudah minum jadi minum lagi. Kalau enggak itu sudah panas dingin dan susah tidur moms. Jadi belajar dari pengalaman mommy, moms jangan melakukan hubungan intim pada saat kehamilan kembar.

4. Kontraksi Persalinan Prematur

Jadi kontraksi persalinan prematur ini akan kita alami di usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Jadi kontraksi ini biasanya lebih konsisten, 10-20 menit kita biasanya akan merasakan kram dan nyeri perut dan itu akan hilang tapi akan berulang lagi dan berlanjut sampai 1 jam bahkan 2 jam kemudian seperti yang mommy rasakan. Kalau hamil tunggal seperti yang sudah mommy ceritakan di awal sharing tadi ya moms, di kehamilan kedua mommy merasa mulas, berasa mau BAB itu juga kontraksi persalinan prematur. Tapi itu masih belum persalinan yang sesungguhnya nih moms.

Sedangkan yang mommy rasakan di kehamilan kembar mommy itu biasanya kalau kontraksi memang setiap hari ya moms, kram, nyeri, sesak nafas apalagi mommy sudah di trimester akhir. Mommy di usia kehamilan 31 minggu itu sesak nafas kalau mommy tiduran pasti sesak nafas, kemaren 23 November 2020 pas mommy lagi tiduran sesak nafas hilang, tapi perutnya turun moms. Jadi si janin, mommy merasakan banget lagi rebutan turun ke bagian vagina, bagian vagina mommy sakit banget moms. Pas dipegang perutnya sakit, jadi enggak cuma nyeri tapi beneran pas dipegang itu sakit dan babynya itu menekan bagian miss v mommy dan kantung kemih sehingga mommy 1 jam bisa bolak balik ke WC 10-15x dan BAK sakit banget.

Terus yang mommy rasakan mommy panas dingin, sudah minum obat kontraksi enggak ngefek, enggak bisa tidur, berusaha untuk menenangkan tapi ujungnya tetap enggak bisa bahkan mommy pas ke toilet itu miss v mommy merasa kayak ada pembukaan gitu lebih lebar, syok mommy. Jadi di tanggal 24 November 2020 mommy langsung datang ke rumah sakit dan tes CTG ternyata hasilnya kontraksi mommy itu sedang tapi sering, yang dikhawatirkan dokter kalau sampai mommy pulang dan mommy enggak disupport dengan obat-obatan nanti kontraksinya berlanjut dan bisa jadi persalinan yang sesungguhnya padahal usia kandungan belum cukup masih 31 minggu.

Akhirnya mommy diputuskan untuk rawat inap, mommy diinfus anti kontraksi. Dokter menyarankan untuk 1×24 jam terus infus terus biar kontraksinya hilang. Mommy sekarang sih sudah merasa enakan, enggak kram, sudah relax, enggak kontraksi lagi dan si janin kayak sudah naik lagi posisinya enggak menekan bagian vagina mommy lagi makanya mommy agak sesak nafas lagi moms.

Nah pas mommy tanya kok bisa begitu ke dokter, dokter menjelaskan bahwa kontraksi itu terjadi ketika kita kelelahan, dehidrasi, kurang asupan makan dan memang resiko rentan pada ibu hamil kembar pada saat kontraksi itu babynya rebutan mau cari jalan keluar, kalau kita diamkan terus menerus nanti yang ada air ketubannya pecah.

Selain infus anti kontraksi, mommy juga dimasukkan obat kematangan paru jadi untuk mempersiapkan kalau sampai amit-amit mommy mengalami persalinan prematur, paru-paru kedua baby mommy sudah matang saat dilahirkan, sehingga tidak menimbulkan komplikasi.

Kontraksi persalinan prematur itu bisa dialami oleh siapa aja? Ibu hamil kembar, serviks atau rahim seorang ibu itu abnormal, ibu hamil yang mengonsumsi narkoba atau perokok, terlalu kelelahan.

Semoga sharing mommy kali ini bisa membantu moms semua agar dapat membedakan mana kontraksi asli dan mana yang palsu ya moms.