Kesehatan · Review Produk

Waspada! Bahaya Minum Air Dispenser dan Air Kran. Ini Solusinya!

Air adalah kebutuhan utama seluruh makhluk hidup di dunia yang harus dipenuhi. Rata-rata setiap manusia membutuhkan 8 gelas atau setara denga 2 liter air yang harus dipenuhi untuk menunjang sistem organ dalam tubuh kita. Air itu memang penting, tapi kita enggak boleh sembarangan memilih air yang kita konsumsi.

Menurut ketua departemen kesehatan publik WHO Maria Neira mengatakan bahwa air yang terkontaminasi itu sebagai penyebab kematian 500rb jiwa penduduk tiap tahunnya. Kenapa sih kita enggak boleh sembarangan memilih air untuk kita konsumsi apalagi untuk ibu hamil, anak-anak, balita, orangtua bahkan untuk orang-orang yang memiliki daya imun yang rentan? Mommy jelaskan alasannya ya moms.

Kita mulai dari air galon kemasan dulu ya moms. Namanya air galon kemasan memang sumber mata airnya terpercaya yaitu dari pegunungan dan lain sebagainya ya moms.

Tapi sayangnya menurut penelitian ternyata air galon kemasan plastik itu sudah terpapar dengan microplastics. Yang tentunya kalau kita konsumsi terus menerus akan membahayakan kesehatan belum lagi untuk proses UV dan microfilternya yang belum maksimal sehingga seperti bukti nyata yang kita lihat sekarang ini moms, air galon kemasan masih memiliki endapan zat besi, mangan yang tertinggal, belum lagi zat logam lainnya yang berbahaya untuk kesehatan. Apa yang kita lihat selama ini bersih ternyata enggak moms.

Bagaimana dengan air kran yang direbus? Bukannya air yang kita rebus itu bakterinya pada mati ya?

Jadi moms memang air yang kita rebus ada beberapa bakteri yang terbunuh karena suhu panas air mendidih tersebut. Tapi yang harus kita ingat, ada beberapa bakteri yang tetap bertahan hidup meskipun air itu direbus sampai mendidih, belum lagi klorin dan zat logam lain itu enggak bakal hilang.

Lalu bagaimana dengan air minum isi ulang? Jadi kalau air minum isi ulang kita pasti langsung kebayang depot air minum isi ulang ya moms yang biasa di jalanan itu.

Biasanya air minum isi ulang itu diproses dengan UV filter ini mikroba enggak bisa bertahan hidup lagi nih moms. Bahkan UV filter ini dapat membunuh kontaminan berbahaya seperti bakteri e-colli. Cuma yang jadi masalahnya air minum isi ulang itu kan biasanya di jalanan ya moms yang dipertanyakan adalah apakah alat pembersihnya itu sering dibersihkan? Alat penyaring filternya sering dibersihkan?

Jadi contoh ya moms, kita ke tempat air minum isi ulang nih namanya tempat depot air minum isi ulang kan melayani banyak customer, misal customer pertama ingin mengisi air lalu dia menggunakan pembersihnya nih, dibersihin galon dia terus diisi ulang. Lalu pas giliran kita, galon kita, kita kasih ke pegawainya, lalu si pegawai bersihin galon kita. Nah alat pembersihnya ini disterilkan dulu enggak? Kalau sampai enggak disterilkan nanti alat pembersih yang habis dia pakai untuk bersihin galon pertama ada bakterinya, yang ada bakterinya nempel di galon kita moms.

Belum lagi yang namanya alat penyaring atau filter juga harus sering-sering dibersihkan apalagi kalau sering digunakan kalau enggak ya sama aja bohong. Sudah gitu yang namanya depot air minum isi ulang itu biasanya di pinggir jalan yang macet, penuh dengan polusi udara dan debu yang bisa masuk ke dalam galonnya saat galon sedang diisi ulang. Dan masalah utamanya lagi, sumber air yang digunakan depot air minum isi ulang ini terpercaya enggak nih moms? Udah melalui uji lab belum?

Terus mana yang lebih baik untuk kita konsumsi?

Jadi untuk mengetahui mana yang baik untuk kita konsumsi mommy sudah melakukan eksperimen. Sekarang mommy sudah menyiapkan 1 gelas air kran yang sudah direbus lalu ada 1 gelas air galon kemasan di rumah yang selama ini mommy pakai. Mommy akan uji dengan menggunakan alat uji elektrolisa air. Jadi kegunaan alat uji elektrolisa air ini adalah untuk mengumpulkan zat padat terlarut yang kasat mata.

Kita akan masukkan kurang lebih 2 menit alat ini ke dalam gelas berisi air tadi. Di dalam gelas yang berisi air kran rebus ini alat elektrolisa bekerja lebih cepat, kenapa? Karena zat padat yang terlarut dalam air tersebut banyak banget dan kotor banget makanya bekerjanya lebih cepat dibandingkan gelas berisi air galon kemasan. Dalam waktu 30 detik di gelas air kran sudah menguning warnanya. Dalam waktu 1 menit 30 detik di bagian air kran itu sudah mendidih banget dan warnanya berubah hitam. Sedangkan untuk gelas berisi air galon mulai menguning di waktu 2 menitan. Di waktu 4 menit baru mulai terlihat berwarna hitam.

Jadi kenapa untuk air galon kasusnya lebih daripada air kran karena jumlah zat padat terlarutnya itu lebih besar di air kran. Sekarang yang kita lihat, air kran berubah menjadi hitam dan endapannya banyak banget sedangkan air galon berubah menjadi warna keruh kuning lalu di atasnya ada endapan kuning dan hitam sedikit.

Apa sih yang dimaksud dengan endapan ini?

Jadi air yang selama ini kita minum walaupun air kran yang sudah direbus dan dipercaya bakteri akan mati, ternyata masih ada beberapa bakteri yang bertahan hidup di suhu air mendidih dan ada beberapa zat padat yang enggak akan hilang walaupun direbus. Sedangkan air galon yang selama ini kita lihat bersih, harusnya juga sehat karena dari mata air pegunungan nyatanya masih memiliki kandungan zat besi dan mangan. Zat besi dan mangan ini kalau terus menerus diminum setiap harinya hanya akan membuat kerja di ginjal kita berat. Lama-lama yang ada gagal ginjal apalagi yang memiliki daya tubuh rendah atau yang memiliki masalah ginjal.

Berapa jumlah zat padat yang terlarut di air kran yang sudah direbus sama air galon kemasan?

Sekarang kita akan uji untuk tahu total jumlah zat padat berapa sih yang terkandung di air yang selama ini kita minum? Jadi mommy ini punya alat bernama TDS. TDS meter ini digunakan sebagai alat cek kemurnian air dan kadar mineral yang ideal untuk semua aplikasi pemurnian air.

Kita mulai dari air kran rebus dulu ya moms, setelah mommy cek jumlah zat padatnya adalah 358 ppm sedangkan air galon kemasan adalah 80 ppm.

Bagaimana cara tahu jumlah zat padat yang diperbolehkan untuk kita konsumsi setiap harinya?

  1. Jumlah zat padat >140 ppm = air minum biasa
  2. Jumlah zat padat >500 ppm berbahaya bagi kesehatan
  3. Jumlah zat padatnya itu 26-100 ppm itu adalah air minum yang mengandung mineral anorganik.
  4. Jumlah zat padatnya 1-25 ppm itu adalah air minum organik yang hanya sedikit mengandung unsur anorganik dan 0 ppm itu adalah air minum murni.

Semakin rendah ppm semakin bagus untuk diminum, semakin mudah diserap tubuh kita, semakin mudah juga untuk mengikat oksigen dalam tubuh. Air minum yang kita konsumsi dengan jumlah ppm makin sedikit akan semakin baik untuk tubuh kita, baik untuk lansia apalagi penderita ginjal karena itu enggak akan membuat ginjal kita bekerja berat moms.

Walaupun sebenarnya ini kelihatan sepele dan sering banget dibiarkan, tapi sebenarnya kalau sampai kita abaikan itu yang namanya bakteri e colli dan bakteri salmonella bisa masuk ke air yang kita konsumsi setiap hari dan bisa menyebabkan masalah serius untuk kesehatan kita kelak. Nah kalau begini gimana ya? Air galon enggak bagus, air kran yang direbus juga enggak bagus, air minum isi ulang juga kurang bagus, solusinya gimana?

Gunakan UV filter di rumah. Jadi mommy sendiri setelah melihat eksperimen yang mommy lakukan terhadap air galon kemasan, air galon plastik, air kran yang direbus, air galon yang juga sudah direbus, akhirnya mommy memberanikan diri untuk menggunakan UV filter Pureve di rumah.

Jadi ini adalah air filtrasi yaitu air yang sudah melewati 5x filter dan UV kita lihat hasilnya. Nah pertama kita coba dengan alat uji TDS untuk tahu ini ppm nya berapa. Dan ternyata ppm nya adalah 7ppm, jadi seperti yang mommy sudah bilang tadi 1-25 ppm itu adalah air organik yang masih memiliki sedikit unsur anorganik dan 0 ppm adalah air murni, semakin rendah ppm dia akan semakin mendekati ke arah air murni dan semakin bagus untuk kesehatan kita.

Selanjutnya kita akan uji dengan alat uji elektrolisa air untuk mengumpulkan zat padat yang terlarut yang kasat mata di air filtrasi di Pureve ini. Mommy akan coba selama 5 menit dan hasilnya di 1 menit 30 detik mulai ada perubahan warna ya moms yang akan kita lihat ada atau tidaknya endapan di air filtrasi Pureve ini. Setelah 5 menit berubah menjadi kuning. Pertanyaannya kok jadi kuning? Emang bagus diminum?

Jadi alat uji elektrolisa ini mengandung besi dan alumunium kalau sampai terkena air yang mengandung oksigen itu otomatis akan terjadi oksidasi dan itu terjadi di semua air mineral, air minum yang kita konsumsi walaupun air murni sekalipun. Kalau kena alat uji elektrolisa pasti ada proses oksidasi atau proses karat. Tapi yang pertama kali sekarang kita lihat adalah di air ini bersih enggak ada endapan sama sekali.

Lalu alat uji eletrolisa ini kerjanya lambat banget, kenapa? Semakin rendah jumlah ppm atau zat padat yang terkandung dalam air, maka alat ini akan semakin lambat bekerjanya.

Kok bisa sih air minum dari UV filter Pureve itu beda hasilnya dengan air galon kemasan dan air kran yang direbus? Enggak ada endapan sama sekali. Jadi moms Pureve UV filter itu memiliki 5 filter di dalam dispensernya moms.

1. PP Spun

Filter yang pertama ini memiliki ukuran 5 mikron yang berfungsi untuk menyaring kontaminan mikro dalam air.

2. GAC

Jadi filter ini berfungsi untuk menyerap bau, warna pestisida, zat organik dan zat klorin dalam air

3. CTO (Clorin, Taste, Odor)

Jadi filter ini berfungsi untuk menyerap bau, warna pestisida, zat organik dan zat klorin dalam air yang masih tertinggal di tahap filter sebelumnya yaitu filter GAC. Jadi double proteksi dan double cek lagi benar-benar dicek apakah benar warna pestisida, bau, zat klorin dan zat lain itu benar-benar sudah bersih di filter ini loh moms.

4. Membran RO

Jadi filter ini adalah jantung dari filtrasi yang dimana dia itu memisahkan material berdasarkan bentuk dan ukuran molekulnya dengan pori-pori membran sebesar 0,001 mikro. Yang dimana filter RO ini memeras air baku menjadi air murni dan membuang virus, bakteri dan logam berat di air tersebut sehingga air filter dari Pureve aman untuk dikonsumsi.

5. Post Carbon

Jadi kegunaan filter ini adalah meningkatkan citarasa alami air setelah melewati begitu banyak filtrasi

6. UV Water Sterilizer

Ternyata UV ini gunanya untuk menginaktifkan 99.9% virus, bakteri, mikro organisme atau apapaun yang ada di dalam air sebelum kita konsumsi.

Jadi dari pribadi mommy setelah mommy mengenal UV Filter dari Pureve ini untuk mommy konsumsi setiap harinya mommy happy banget karena mommy sudah dikenalkan produk sebagus ini, kenapa enggak kenal dari awal agar bisa minum air yang benar bersih dan sehat. Karena kalau kita terus menerus mengonsumsi air yang memilki zat yang membahayakan untuk tubuh kita, akan menyebabkan ginjal kita berat bekerja, belum nanti akan menimbulkan masalah kesehatana nantinya.

Dan mommy sendiri terbantu banget sama marketing Pureve karena sebelum pemasangan UV filter dispenser Pureve ini mereka ngecek dulu sumber mata air di rumah mommy sudah aman belum, kalau belum kita biasa akan dikasih solusi untuk menggunakan filter dan lain sebagainya. Apapun yang kalian pilih, pilihlah air yang akan dimunim dengan kualitas yang bagus dan menyehatkan tubuh kita dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan kemudian hari.

Nah buat moms yang penasaran seperti apa eksperimen yang mommy lakukan, klik video di bawah ini ya.