Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Alasan Melakukan Program Bayi Tabung

Kok masih mudah sudah program bayi tabung? Pertanyaan ini sering banget diberikan pada mommy. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah memangnya kosong berapa bulan? Jujur mommy itu kosong selama 6 bulan dari mommy sudah married.

Loh kok 6 bulan sudah program bayi tabung? Enggak bisa alami aja? Bukannya alami lebih bagus daripada bayi tabung? Toh biayanya juga lebih murah daripada bayi tabung dan banyak sekali persepsi di masyarakat bahwa bayi tabung itu kurang baik.

Sebelum mommy memberikan alasan kenapa mommy melakukan program IVF mari kita kenali dulu apa sih sebenarnya bayi tabung? Bayi tabung adalah proses kehamilan yang dilakukan di luar tubuh manusia. Di mana sperma dan sel telur dipertemukan di dalam 1 cawan dan setelah dipertemukan akan dibiarkan selama 3 hari sampai kita tahu apakah sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan menjadi sebuah embrio. Nah setelah mengetahui apa itu bayi tabung, mommy akan berikan alasan kenapa mommy masih muda melakukan program bayi tabung.

Alasan Melakukan Program Bayi Tabung

1. Mommy Tidak Subur

Mommy itu mulai haid dari mommy SMP, dan kalau haid bisa 2-3 bulan sekali. Orang lain siklusnya 30 hari bahkan 25 hari juga ada ya yang subur, mereka akan haid lagi, rutin. Sedangkan mommy 2-3 bulan baru bisa menstruasi lagi, enggak subur, enggak normal. Cuma dikarenakan mommy masih remaja dan memang merasa kalau menstruasi 2-3 bulan sekali bukannya lebih enak, bisa hemat pembalut, enggak usah repot dan kesakitan, jadi i don’t care.

Setelah mommy married, kejadian tersebut masih berlangsung. Bayangkan aja, kita kalau mau hamil otomatis kita harus punya sel telur yang subur dan matang, kalau mommy menstruasi 2-3 bulan sekali maka untuk presentasi hamil kebuang 2-3 bulan moms. Jadi mommy cuma bisa melakukan program hamil itu ketika mommy mens di 2 bulan kemudian. Yasudah 2-3 bulan dilewati, pas mommy program ternyata telur mommy banyak banget tapi telur enggak ada yang matang. Sedangkan sperma harus membuahi sel telur yang matang baru bisa jadi embrio. Kalau sel telur mommy itu tidak ada yang matang atau ukuran matangnya enggak sesuai standar yaitu 18mm otomatis sperma tidak bisa membuahi sel telur tersebut dan otomatis tidak ada kehamilan.

Mommy itu PCO (Polycistic Ovaries), jadi kalau dalam bahasa kedokteran adalah kejadian dimana seorang wanita itu memiliki sel telur yang sangat banyak tapi tidak ada yang matang satupun. Sehingga untuk ada presentasi terjadi kehamilan makin berkurang. Banyak orang beranggapan anak itu titipan dari tuhan jadi tunggu aja kalau tuhan sudah kasih pasti bakal hamil. Cuma moms mommy menemukan masalah lain lagi selain enggak subur, yaitu masalah kedua mommy di bawah ini.

2. Saluran Tuba Lengket

Jadi waktu itu di tahun 2011 atau 2010 kalau enggak salah, mommy melakukan operasi besar yaitu operasi usus besar. Mommy sempat usus buntu tapi dibiarkan karena masalah ekonomi jadi enggak operasi, dibiarkan selama 1 tahun yang akhirnya usus buntu itu bengkak dan pecah. Cairan dalam usus buntu itu lengket dan masuk ke bagian organ tubuh mommy termasuk usus besar mommy. Waktu itu perut mommy sampai besar banget. Kata dokter bisa selamat aja sudah syukur. Jadi waktu itu usus besar mommy dipotong setengah. Yasudah kirain setelah operasi sudah sehat, ternyata itu mempengaruhi saluran tuba mommy untuk proses kehamilan.

Jadi mommy sampai bingung kenapa enggak hamil, memang enggak subur tapi sudah makan obat subur, tapi kok tetap enggak hamil. Mommy coba cari di Google dan menemukan artikel yang meminta untuk coba cek tuba falopi apakah saluran tuba falopi itu lengket, enggak berfungsi atau dua-duanya.

Jadi waktu itu mommy langsung tes. Jadi waktu itu mommy melakukan pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG), dikenal juga dengan pemeriksaan Uterosalpingografi. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan sinar x dengan memakai cairan yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran tuba kanan dan kiri. Jadi cairan itu diumpamakan sebagai sperma, kalau bisa lewat berarti aman. Yang bagian kiri bisa lewat cairannya, sedangkan yang kanan mampet enggak bisa lewat cairannya.

Misal mommy sudah subur, telur sudah matang. Telur kan ada di kanan dan kiri, sperma masuk nih ke dalam perut kita lewat saluran tuba falopi itu yang kiri lewat tapi yang kanan enggak. Jadi presentasi mommy untuk hamil makin berkurang lagi.

That’s why mommy melakukan program bayi tabung. Karena selama 6 bulan mommy kosong dari mommy married, mommy itu boleh dibilang hampir tiap minggu konsultasi ke dokter, minum obat subur, suntik pemecah telur, dikasih tahu berhubungan badan kapan tapi enggak kunjung hamil.

Makanya dokter Robi di Grand Family yang menangani mommy, menyarankan untuk program bayi tabung aja. Nah itu adalah alasan kenapa mommy langsung program bayi tabung. Dan mommy program bayi tabung di IVF Menteng Morula Bunda dengan dokter Nando. Jadi begitulah alasan kenapa mommy walaupun masih muda tetap melakukan program bayi tabung, semoga bisa menjawab moms semua yang masih bertanya-tanya ya. See you di next #CurcolYukMom.