Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Sempat Gagal, Ini Perjuangan Tya Ariestya Menjalani Program Bayi Tabung

Siapa sih yang nggak tahu sama selebriti moms, Tya Ariestya? Pasti moms semua tahu ya. Tya Ariestya adalah satu dari banyak wanita yang juga memutuskan untuk mempunyai buah hati lewat bayi tabung. Di kesempatan hari ini, mami mau sharing obrolan mami bersama Tya tentang bayi tabung. Bagaimana perjuangannya, seperti apa tantangannya hingga apa yang membuatnya memutuskan untuk melakukan bayi tabung? Yuk simak obrolannya berikut ini.

Apa alasan Tya Ariestya memilih untuk bayi tabung?

Tya Ariestya : Pada saat itu edukasi tentang bayi tabung bisa dibilang hampir nggak ada sama sekali dan waktu itu umur aku 29 tahun. Nikah umur 28 tahun dan pada saat menikah dapat suami yang well prepared. Dia sebelum menikah harus cek semuanya sampai akhirnya ketahuan kalau aku punya kelainan hormon yang namanya PCOS (gangguan hormonal yang menyebabkan pembesaran ovarium dengan kista kecil di tepi luar).

Ada hormon yang nggak seimbang, masa suburnya jadi nggak jelas boleh dibilang malah nggak punya masa subur, terus bisa dibilang hormon laki-lakinya lebih banyak dari hormon perempuan. Biasanya ada beberapa tanda bahwa kita menderita PCOS seperti tumbuh bulu halus di sekitar mulut (kumis) dan di sekitar puting payudara. Biasanya wajahnya lebih berminyak dan berjerawat serta kelebihan berat badan. Cuma ketika aku divonis PCOS berat badanku hanya 46 kg. Jadi ternyata aku itu punya genetik diabetes.

Akhirnya saat menikah kita sudah tahu kan kalau aku akan kesulitan hamil tapi enggak mau baru nikah langsung bayi tabung. Kita punya target, suami aku waktu itu 34 tahun dia bilang untuk coba alami sambil aku minum obat. Jadi kita pergi ke dokter aku minum obat PCOS, aku dapat obat diabet terus aku dikasih vitamin tambahan.

Selama 1.5 tahun tidak putus minum obat itu sampai akhirnya naik berat badan. Muka jerawatan, minyakan dan setelah 1.5 tahun suami memutuskan untuk ke dokter untuk ikut program hamil berbantu. Untuk case aku, ditawarin beberapa macam inseminasi atau bayi tabung dengan persentase keberhasilan.

Ketika inseminasi keberhasilannya itu rata-rata 10% sedang untuk bayi tabung rata-rata keberhasilan 40% dengan kondisi aku pada saat itu PCOS dan memang sperma suami waktu itu lagi nggak bagus karena waktu itu suami aku perokok. Jadi dokter menyarankan aku untuk bayi tabung, karena untuk inseminasi persentase di kondisi aku menurun dari yang 10% jadi paling cuma 5%. Sementara di kondisi bayi tabung dari 40% bisa naik ke 60% karena aku rajin olahraga dan masih muda. Semakin muda persentase keberhasilan semakin tinggi. Memang kalau secara harga itu bisa kayak 1:3. Mungkin inseminasi kalau jaman aku dulu tahun 2015 adalah 10-19 juta, bayi tabung itu sekitar 60-80 juta.

Akhirnya aku dan suami mikir kita masih muda kalau kita bayi tabung sekarang kita masih punya banyak waktu. Yang pertama chance keberhasilan semakin tinggi, kedua ketika kita tidak berhasil kita masih punya semangat nih untuk coba lagi dan untuk kumpulin uangnya lagi. Akhirnya memutuskan untuk bayi tabung.

Habisin berapa untuk 3x bayi tabung sampai hamil?

Tya Ariestya : Kalau di kehamilan aku pertama sekitar 60 jutaan sampai hamil, dan yang kedua waktu itu aku sudah punya simpanan. Kalau bayi tabung ketika PCOS telurnya lebih banyak, yang biasanya orang-orang cuma punya telur 1 atau 2 kita bisa sampai 30 an. Jadi waktu yang pertama itu dapat banyak, cuma memang qualitynya biasanya PCOS itu lebih di bawah dibanding yang normal.

Akhirnya telur aku diketemuin sama sperma suami yang jadi embrio ada 4. Grade nya aku lupa, yang dimasukin kalau enggak salah yang execellent dan good, sisanya punya 2 good. 2 dimasukin yang 2 disimpan, yang 2 dimasukin itu jadi Kanaka. Setelah itu di program bayi tabung kedua aku tinggal transfer embrio aja kan 2, tapi enggak jadi. Yang ketiga aku ulang proses dari awal lagi dan jadi Anugerah.

Nah itu enaknya kalau kita coba bayi tabung dari muda semangat kita juga beda, terus juga secara stimulasi obat juga pastinya lebih bereaksi baik.

Apa bedanya dari bayi normal?

Tya Ariestya : Totally nggak ada yang different. Justru dokter Nando lebih meyakinkan kita, dia bilang dengan mendapatkan anak dari proses bayi tabung biasanya orang yang melakukan bayi tabung akan lebih memperhatikan asupan pada saat kehamilan dan sebelum kehamilan. At the end anaknya jadinya pintar. Tapi bukan berarti yang nggak bayi tabung itu tidak bagus ya.

Nah itu adalah sedikit dari obrolan mami dan Tya Ariestya mengenai bayi tabung. Lalu ada kah program bayi tabung yang sedang dijalankan Tya Ariestya saat ini? Masih bersediakah Tya untuk melakukan program bayi tabung untuk yang keempat kalinya? Yuk simak lanjutan obrolan mami dengan Tya Ariestya di video berikut ini.