Uncategorized

Apa yang Terjadi pada Tubuh Ibu Selama Masa Nifas?

Dibalik kebahagiaan kita menyambut si Kecil datang ke tengah-tengah keluarga ada 1 hal yang wajib dan pasti dialami oleh ibu melahirkan yaitu masa nifas. Mungkin untuk new mommy masa nifas itu adalah sesuatu hal yang baru dan belum familiar. Nah oleh karena itu mami mau sharing tentang 6 fakta masa nifas yang perlu kita ketahui. Karena kalau sampai penanganannya salah bisa mengalami infeksi bahkan kematian.

Fakta Masa Nifas

1. Apa itu masa nifas?

Masa nifas adalah masa setelah persalinan yang dimana saat masa nifas organ reproduksi kita dari bentuk hingga fungsinya akan perlahan-lahan kembali ke ukuran semula seperti sebelum hamil. Organ reproduksi seperti rahim, serviks dan vagina bentuk serta fungsinya akan kembali seperti semula. Biasanya masa nifas akan dialami oleh seseorang kurang lebih 60 hari setelah masa persalinan. Di masa nifas ini pasti akan mengalami pendarahan, yang mana pendarahan ini disebut dengan Lokia. Lokia ini terbagi menjadi 3 :

  • Lokia Lubra (Merah)
    Terjadi di hari pertama hingga hari ketiga setelah lahiran. Lokia lubra ini berupa keluarnya darah segar berwarna merah bersamaan dengan jaringan sisa-sisa plasenta, dinding rahim, lemak bayi, lanugo (rambut bayi) dan mekonium (kotoran bayi saat dalam kandungan). Lokia Lubra mengandung banyak kuman.
  • Lokia Serosa
    Hari ketiga sampai hari kesepuluh setelah melahirkan akan mengalami keluarnya cairan berwarna kekuningan. Kandungannya sekarang berupa serosa atau sisa-sisa pengaruh hormon dan lainnya.
  • Lokia Alba
    Hari kesepuluh sampai hari keempat belas setelah melahirkan, cairan yang keluar sudah berwarna putih biasa dan bening. Ini normal dan tandanya sudah memasuki tahap pemulihan.

Volume darah yang keluar saat masa nifas ini standar aja ya moms nggak terlalu banyak dan biasanya volume akan meningkat di hari ketujuh sampai hari keempat belas setelah melahirkan. Lalu perlahan akan menurun. Biasanya seorang wanita akan mengalami pendarahan setiap hari berturut-turut dalam waktu 6 minggu sampai darah kita sudah tidak ada lagi yang keluar.

2. Payudara membengkak dan kencang

Biasanya moms setelah kita melahirkan kita akan memproduksi hormon prolaktin. Hormon prolaktin ini yang membuat kita memproduksi ASI di payudara kita. Dan biasanya kita akan merasakan payudara kita mulai bengkak, kencang dan panas di hari ketiga setelah melahirkan. Biasanya kalau payudara sudah bengkak, kencang dan panas itu waktunya kita menyusui baby kita. Kita bisa menyusui secara langsung atau kita bisa memompa ASI kita untuk baby kita minum. Kalau misalnya payudara kita terasa benar-benar kencang dan sakit kita bisa kompres dengan air hangat sebelum dan sesudah menyusui.

3. Kesulitan BAK

Kesulitan BAK ini baru mami rasakan setelah mami operasi sesar di 1 minggu pertama. Jadi ternyata kesulitan BAK ini wajar terjadi karena adanya luka dan kerusakan pada jaringan kantong kemih dan uretra sehingga membuat kita saat membuang air kecil terasa sakit. Bahkan terkadang kalau sampai ada kerusakan saraf dan otot di bagian kantong kemih dan uretra itu akan menyebabkan kita kayak tiba-tiba BAK sendiri tanpa kita sadari seperti saat kita tertawa atau batuk. Itu biasanya karena ada kerusakan saraf atau otot di sekitar kantong kemih dan uretra. Biasanya kesulitan BAK ini setelah kita melahirkan akan hilang dengan sendirinya atau buat moms bisa juga senam kegel untuk mengatasinya. Senam kegel bisa menguatkan otot pelvis dan bisa mengontrol refleks BAK.

4. Rambut rontok

Buat ibu hamil atau baru melahirkan, rambut rontok adalah hal yang sangat wajar. Mami alami rambut rontok ini di 2 kelahiran mami yaitu Louisse dan Loewy. Jadi moms rambut rontok itu terjadi karena adanya peningkatan hormon yang terjadi pada saat kehamilan lalu pada saat melahirkan hormon itu menurun lagi. Dan biasanya rambut rontok ini akan kita alami 6 bulan pertama setelah melahirkan. Tapi moms mami punya tips untuk mengatasinya yaitu pakai shampoo yang mengandung bahan alami yang bisa mengcover dan menyehatkan rambut kita. Minimal rambut kita nggak parah rontoknya.

5. Perubahan emosi

Perubahan emosi ini mami rasakan di kelahiran pertama dan kedua. Jujur yang namanya new mommy yang biasanya cuma berdua sama suami tiba-tiba kita harus mengurus baby itu nggak mudah. Memang baby itu cute tapi kalau harus ngurus kan nggak gampang ya moms, apalagi kalau dia nangis yang ada lama-kelamaan kita mengalami perubahan emosi. Tiba-tiba kita sedih sendiri, marah banget, moody banget apalagi kalau sampai suami atau orang terdekat nggak bantu kita. Lama kelamaan kita akan merasakan yang namanya baby blues syndrome. Baby blues dan depresi setelah kita melahirkan harus kita awasi. Mami sendiri walaupun juga nggak mudah ngurus baby kembar tapi mami selalu berusaha untuk berpikir positif agar tidak stres. Pastinya support dari orang terdekat itu juga penting banget moms. Jadi sebelum kelahiran jangan lupa untuk ngomong dengan orang terdekat, salah satunya suami untuk jangan bikin kita marah dan harus membantu agar kita nggak merasa stres.

6. Penurunan berat badan

After melahirkan yang mami rasakan berat badan akan langsung turun 5 kg karena baby sudah keluar, air ketuban dan plasenta juga sudah keluar. Biasanya pada saat masa nifas ini perlahan-lahan kita juga akan turun berat badannya beberapa kilogram. Tapi ingat moms penurunan berat badan bukan konsentrasi kita pada masa nifas. Walaupun berat badan kita berkurang, kita tetap harus menjaga porsi makan kita secukup mungkin untuk memperkaya dan memberikan gizi serta nutrisi pada ibu, agar ibu cepat pulih badannya dan pastinya agar ASInya bagus.

Itu lah 6 fakta mengenai masa nifas yang wajib diketahui, agar jangan sampai kita salah penanganan yang mengakibatkan hal buruk. Kalau kita merasakan pendarahan sangat hebat, perut sakit, kantong kemih nyeri banget saat BAK nggak hilang-hilang sakitnya, demam, pucat dan menggigil segera ke dokter agar tidak terjadi infeksi lebih hebat lagi dan bisa segera ditangani ya moms.