Kesehatan · Pregnancy

Jangan Menahan Buang Air Kecil Saat Hamil, Bisa Terkena Penyakit Berbahaya!

Sering buang air kecil itu adalah keluhan yang umum dan wajar dirasakan oleh semua bumil. Keluhan BAK akan terus bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Kok bisa bumil BAK terus?

Di trimester 1 bumil akan memproduksi hormon hcG dalam tubuhnya. Yang mana hormon tersebut membuat produksi urin meningkat dan disertai dengan pembesaran ukuran rahim sehingga frekuensi BAK lebih banyak dari sebelum kita hamil. Sedangkan di trimester kedua rahim kita makin besar, begitupun baby kita yang semakin besar makin tertekan, yang mengakibatkan semakin tertekannya saluran kemih sehingga akan membuat frekuensi BAK bertambah.

Sedangkan di trimester 3, darah akan lebih banyak mengalir ke otot panggul terutama bagian ginjal. Ginjal akan menyaring darah lebih banyak dari biasanya dan itulah yang membuat frekuensi BAK akan lebih banyak lagi dari trimester 1 dan 2. Selain itu di trimester 3 baby akan semakin besar lagi, makin menekan bagian kantong kemih, uretra dan otot pelvis kita.

Sehingga nggak aneh kalau sampai kita ketemu bumil apalagi yang di usia kehamilan trimester 3 sering BAK. Lagi ngobrol, ketawa tiba-tiba air seni keluar dengan sendirinya, dan itu mami rasakan moms. Jadi ketika mami hamil di usia trimester ketiga jalan 8 bulan frekuensi BAK makin sering dibandingkan trimester sebelumnya apalagi ini hamil kembar.

Kenapa bumil nggak boleh menahan BAK?

Namanya bumil, frekuensi BAK banyak banget apalagi sudah trimester 3. Ketika bumil sedang kepepet, di jalan kita mau BAK nggak mungkin kita langsung buang, pasti kita tahan minimal sampai menemukan tempat untuk kita bisa BAK baru kita BAK, ya kan moms? Tapi ternyata praktek menahan BAK pada bumil itu sangat salah atau tidak diperbolehkan karena dapat menyebabkan Infeksi Saluran Kemih.

Infeksi Saluran Kemih adalah infeksi yang terjadi di salah satu bagian saluran berkemih kita atau uretra (saluran pelepasan air seni) dan biasanya ISK ini rentan terjadi pada wanita dibanding pria dan akan lebih rentan lagi terjadi pada bumil. Kok bisa?

  1. Karena ibu hamil memiliki sistem daya kekebalan tubuh lebih lemah
  2. Ibu hamil sering menahan BAK

Kenapa bumil kalau menahan BAK bisa menyebabkan ISK?

Jadi ketika bumil menahan BAK itu membuat bakteri tinggal lebih lama di saluran kemih kita, sehingga dapat memicu berkembang biaknya bakteri dari ISK itu.

Ciri-ciri ISK :

  1. Infeksi saluran kemih itu bisa menyebabkan nyeri panas saat kita BAK
  2. Ada darah dalam urin kita
  3. Demam
  4. BAK berbusa
  5. Warna urin keruh
  6. Merasakan nyeri di bagian perut bawah
  7. Terus merasa ingin BAK
  8. Buang air kecil tidak merasa tuntas

Jadi di tanggal 23 November 2020, di usia kehamilan mami hamil kembar 31 minggu, mami baru aja merasakan gejala ISK ini. Jadi mami sempat terjadi kontraksi kelahiran prematur tapi diiringi nyeri perut bagian bawah. Lalu memang yang biasanya mami sering BAK, saat itu frekuensi lebih sering lagi. 1 jam bisa 15x bolak balik ke toilet hanya untuk BAK. Mami pada saat BAK panas dan nyeri banget, kayak susah banget BAK tapi pengen BAK. Lalu pada saat mami sudah membersihkan organ miss V mami itu rasanya agak sakit. Dari sana berulang kali sepanjang malam mami BAK terus nggak berhenti sampai akhirnya mami dibawa ke RS, mami tes lab.

Hasil tes lab

Untuk hasil infeksi itu paling aman di bawah 5. Tapi angka mami sudah 4.7 sudah mendekati ke infeksi. Makanya mami merasakan gejala seperti itu. Dan dokter langsung memberikan mami antibiotik sebagai penanganan awal jangan sampai infeksi berlanjut sampai benar-benar ISK.

Apa sih penyebab ISK ini?

Jadi ISK ini disebabkan bakteri E Coli yang biasanya ada di saluran cerna dan bakteri E Coli ini pindah ke saluran uretra kita atau saluran kantong kemih kita biasanya karena kita kurang memperhatikan kebersihan bagian organ intim atau miss V kita.

Memang benar ISK itu bahaya?

ISK ini kalau misalnya nggak ditangani lebih lanjut dapat menginfeksi ginjal kita yang dapat membuat kontraksi, kelahiran bayi prematur, berat badan bayi rendah dan tentunya dapat membahayakan nyawa ibu dan calon baby kita. Dan kalau infeksi ini tetap dibiarkan itu juga dapat membuat kerusakan ginjal kita secara permanen. Kalau untuk ISK ini ada contoh kasus salah satunya artis Irish Bella. Irish Bella ini mengalami ISK sehingga membuat kedua baby kembarnya meninggal di dalam perut ibu. Jadi moms belajar dari pengalaman ini, kita harus hati-hati soal ISK dan jangan sampai kita cuek soal ISK, karena kita nggak mau sampai membahayakan kita pribadi dan calon baby kita.

Penanganannya bagaimana?

  1. Kita harus tahu dari awal gejala-gejala ISK ini kemudian segera datang ke dokter untuk diberikan antibiotik seperti mami. Mami konsumsi antibiotik sehari 2x.
  2. Jaga kebersihan organ intim kita
  3. Cuci tangan sesering mungkin
  4. Gunakan pakaian dalam berbahan katun
  5. Hindari minuman/makanan berkafein karena kafein itu bersifat geuretik (menarik cairan dalam tubuh) yang membuat kita terus menerus ingin BAK
  6. Lakukan double-P, jadi kalau sampai kita BAK, sudah BAK kita BAK lagi, tuntaskan BAK jangan sampai ada yang tersisa sehingga kita tidak akan membuat bakteri tertinggal di saluran kemih kita yang akan membuat mereka berkembang biak dan menginfeksi saluran kemih kita.

Nah itu dia seputar ISK dari ciri hingga penanganannya, semoga bermanfaat ya.