Growth

Cara Mengajarkan Anak Toilet Training

Toilet training merupakan tugas selanjutnya para ibu setelah anak kita sudah bisa berjalan, berdiri, berlari bahkan bisa berbicara dengan jelas dan cepat.

Toilet training adalah proses belajar anak untuk menggunakan toilet sendiri selayaknya orang dewasa, sehingga anak bisa BAK dan BAB sendiri tanpa harus menggunakan popok. Dan ternyata toilet training ini juga salah satu proses bagaimana kita bisa melihat apakah perkembangan anak kita normal atau tidak.

Pasti moms semua mau agar anaknya bisa segera toilet training dengan cepat dan tentunya nggak bikin kita stres kan? Berikut 9 stimulasi untuk anak agar bisa berhasil toilet training anti gagal dan cepat.

9 tips agar berhasil melakukan toilet training pada anak

1. Waktu memulai

Waktu untuk memulai toilet training ini penting. Biasanya start kita mengajarkan toilet training di usia 18 bulan, karena biasanya di umur 18 bulan anak kita sudah bisa berdiri dengan baik, berjalan dan berlari dengan baik. Selain itu di 18 bulan ini anak kita biasanya sudah bisa mulai berbicara yang dimengerti oleh kita walaupun nggak jelas banget tapi minimal kita bisa berinteraksi dengan anak kita dan kita tahu apa yang dia mau. Biasanya juga di umur 18 bulan ini anak kita sudah mulai memiliki jadwal yang teratur untuk BAB.

Untuk anak yang umur 18 bulan tapi belum menunjukkan perkembangan yang seperti mami bilang bukan berarti dia lambat berkembang ya moms. Tahap perkembangan anak itu berbeda-beda nggak ada yang sama. Loewy dan Louisse itu beda jauh moms perkembangannya. Biasanya kalau 18 bulan anak kita belum siap melakukan toilet training maka akan start di umur 20-24 bulan. Louisse start toilet training di 24 bulan. So, moms patokan umur ini jangan jadikan standart kita untuk membandingkan dengan anak lain ya.

2. Kesiapan anak

Kesiapan anak menggunakan toilet training itu penting banget. Kalau anak kita sudah siap kita sebagai ibu juga akan siap. Berikut adalah ciri anak kita sudah siap lepas popok :

  • Biasa anak kita akan mengeluarkan ekspresi saat BAK dan BAB
  • Anak tidak lagi BAB pada saat malam hari
  • Minta ganti popok
  • Ingin ikut ke toilet
  • Mengutarakan keinginan ke toilet

3. Berkenalan dengan Mr. Toilet

Jadi moms kenalan itu penting. Setelah anak memiliki waktu yang tepat untuk toilet training dan siap untuk toilet training, waktunya kenalan. Kenalan dengan toilet ini biasanya kita akan bawa anak ke toilet dan memperkenalkan berbagai barang di toilet beserta kegunaannya ke anak dengan bahasa yang mudah dimengerti. Moms juga bisa memberikan contoh ke si Kecil, lama kelamaan anak kita akan mengerti.

4. Bye-bye popok

Pada saat kita sudah melihat kesiapan anak kita untuk mulai menggunakan toilet training kita sudah harus komitmen untuk melepaskan popok dari anak kita. Jadi pada saat hari itu kita sudah mulai melepas popok anak mungkin akan sedikit capek di 1 hari full itu, karena anak kita yang biasanya pakai popok tiba-tiba dilepas, dia harus adaptasi dengan keadaan tersebut.

Awal lepas popok anak, yang mami rasakan pasti capek karena biasanya dia akan BAK dan BAB di popok, karena sudah lepas popok anak yang belum terbiasa akhirnya akan BAK dan BAB di celana, jatuh ke lantai, jorok kan moms? Tapi it’s okay moms, itu bagian dari proses pembelajaran. Lama kelamaan anak kita akan mulai mengerti. Melepas popok ini adalah komitmen, jangan setelah lepas popok lalu 1 atau 2 hari kemudian kita pakaikan popok lagi ke anak nanti kita ulang lagi capeknya mengajari anak dari awal dan si Kecil harus belajar untuk beradaptasi lagi.

Kalau mami sendiri saat toilet training biasa akan lepas popok di pagi sampai sore hari, tapi kalau di malam hari mau tidur mami masih pakaikan popok sampai anak mami sudah teratur dan mengerti bahwa dia BAK dan BAB di pagi dan sore hari itu di toilet. Mami akan lepas popok di malam hari ketika anak mami malamnya sudah nggak BAK dan BAB. Sama seperti saat Louisse, dia di umur 2.5 tahun baru benar-benar sudah lepas popok full.

5. Gunakan alarm

Ini sebenarnya alarm otomatis dalam diri sendiri ya moms. Kita akan setel waktu misal jam 7 pagi anak bangun dan lepas popok, nah kita akan per 2 jam sekali bawa anak kita ke toilet, dudukkan di pispot mau dia BAK atau BAB atau bahkan nggak BAK dan BAB sama sekali itu nggak masalah, dudukkan 15 menit. Setelah 15 menit angkat anak dan biarkan dia main. Nanti di jam 9 ulangi lagi hal tersebut jadi per 2 jam sekali ulang terus pola ini, lama kelamaan anak kita akan mengerti walaupun memang mungkin dia BAK dan BAB masih tetap nggak di toilet, kadang masih di ruang tamu atau tempat lain tapi lama kelamaan anak kita pasti akan mengerti untuk BAK dan BAB di toilet.

6. Gunakan pispot

Jadi memang kalau di toilet kita langsung gunakan dudukkan si Kecil di toilet yang biasa untuk orang dewasa itu agak sulit, apalagi untuk anak kita yang baru pertama kali melakukan toilet training. Jadi belilah pispot untuk anak agar pas dengan ukuran anak kita sehingga anak kita juga nyaman untuk menggunakan toilet. Kalau misal anak kita duduknya sudah nggak nyaman jadi males toilet training kan moms.

7. Mengajari anak untuk membasuh, membilas, memakai celana, mencuci tangan setelah menggunakan toilet

Kalau kita mengajarkan untuk membasuh, membilas sendiri itu biasanya harus di umur 4 – 5 tahun, tapi biasanya toilet training start di bawah umur 2 tahun ya moms. Jadi untuk membasuh, membilas alat kelamin anak kita yang bantu. Dengan kita membantu tersebut sudah menjadi contoh untuk si Kecil moms. Kita biasakan setelah anak kita setelah BAK dan BAB kita bilas bersih setelah itu kita flush jadi dia perhatikan polanya. Lama kelamaan anak kita akan mengerti walaupun dia memang belum bisa membasuh dan membilas sendiri.

8. Pujian

Jadi moms mau stimulasi apapun nggak luput dari pujian termasuk untuk toilet training. Jangan lupa untuk memberikan pujian pada anak kita. Anak kita bisa duduk 15 menit anteng di pispot aja itu sudah langkah awal kesuksesan toilet training, kita tetap berikan pujian. Berikan ucapan positif. Jadi anak akan bangga terhadap dirinya sendiri dan akhirnya dia akan menjadi lebih baik lagi ke depannya. Berbeda halnya kalau kita marah-marah terus yang ada kita hanya akan membuat dia stres dan memiliki masalah emosional akhirnya takut lepas popok, karena kalau dia lepas popok dia akan BAK dan BAB sembarangan yang ujungnya akan dimarahin sama kita. Nggak mau kan si Kecil seperti itu moms?

9. Konsisten dan sabar

Jujur, komitmen untuk melepas popok anak kita adalah sebuah hal yang berat di awal karena setiap kali coba toilet training itu selalu merasa belum siap. Ketika mami sudah menyiapkan diri mami, mami harus komitmen. Capeknya paling cuma seminggu, tapi selepas 1 minggu kita akan mendapatkan hasilnya, kita nggak perlu beli popok lagi dan anak kita sudah bisa BAK serta BAB di toilet sendiri.

Sabar itu juga penting. Kalau anak kita BAB di lantai itu kan jorok banget dan kita harus capek bersihin dan pengennya kita pakaikan popok aja. Tapi moms sabar dan komitmen itu penting banget. Ketika kita sudah komitmen ajarkan anak toilet training jangan berubah lagi karena komitmen dan sabar itu kunci utama anak bisa lepas popok dan bisa menggunakan toilet sendiri.

Itu dia tips untuk toilet training ke si Kecil. Semoga bermanfaat dan tetap semangat ya moms mengajarkan toilet training ke si Kecil.