Baby

Pengalaman Bayi Prematur Sesak Nafas dan Masuk NICU | Biaya Masuk NICU

Di tanggal 21 Desember 2020 tepatnya jam 8.30 mami memutuskan untuk melakukan operasi sesar, yang mana pada saat itu usia janin mami baru akan menuju 35 minggu. Pada saat operasi itu masih 34 minggu 3 hari. Ketika persalinan memang mami dalam keadaan sadar, jadi mami tahu saat dokter mau mengeluarkan anak mami yang kedua itu agak susah, nyangkut dan setengah badannya sebelah kiri terlilit tali pusat. Sedangkan anak pertama terlilit tali pusat di lehernya.

Pada saat anak mami pertama keluar di jam 9.05 London nggak nangis sama sekali, padahal biasa baby kan nangis ketika baru keluar ya moms. Langsung dokter buru-buru kasih ke dokter anak di samping mami entah lagi ngapain intinya lagi dibantu dengan alat agar ketahuan kenapa kok nggak nangis. Anak mami yang kedua jam 9.08, Luckie itu pas dia keluar nangisnya kencang banget kayak baby pada umumnya. Mami sempat skin to skin dan menyusui juga ke Luckie, cuma mami merasa aneh karena dia kayak agak sesak nafas dan badan dia agak biru. Untuk anak pertama, London karena ada masalah jadi dia nggak bisa skin to skin dengan mami.

Nah selesai mami operasi mami masuk ke ruang pemulihan tapi mami sama sekali nggak bisa istirahat, bahkan sempat mami mengeluarkan darah di urin yang mana harusnya nggak ada, kantong kemih harusnya nggak mengeluarkan darah jadi ternyata ada sedikit komplikasi. Intinya kondisi mami juga kurang bagus, mami di ruang pemulihan lama. Mami sampai 7 jam baru balik ke kamar. Lalu pada saat itu mami sampai ke kamar dikabarkan anak mami yang pertama setelah dibantu alat pernafasan dan jantung manual akhirnya bisa adaptasi dan bisa nangis serta nafas layaknya baby biasanya tapi berbeda dengan baby kedua. Yang awalnya dia nangis kencang ternyata dia sekarang harus pakai alat pernafasan, dikatakan jantung dia lemah dan sesak nafas, paru-parunya nggak kuat nafas.

Luckie paru-parunya belum mengembang dikarenakan mungkin saaat suntik pematangan paru-paru lebih banyak ke anak pertama sehingga paru-paru anak kedua belum mengembang dengan sepenuhnya, maka dari itu kalau dia nggak pakai alat pernafasan jadi sesak nafas dan badan dia biru semua itu karena oksigennya nggak jalan ke otak. Jadi di hari kedua pas mami jenguk sudah makin baik tapi masih banyak lebam merah, setiap dia nangis nafasnya turun walaupun dia pakai alat pernafasan. Saturasi oksigennya bisa turun sampai 80 kalau dia nangis padahal rata-rata normal itu 93-100.

Hari ketiga di ruang NICU Luckie dikatakan kuning sehingga harus disinar biru dan masih pakai alat pernafasan cuma pernafasannya sudah lebih baik dari hari kedua. Di hari keempat mami dibolehkan pulang tapi Luckie belum karena masih harus diobservasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab saturasi oksigennya turun ketika dia menangis. Di hari kelima mami ditelpon dokter untuk coba datang ke RS belajar menggunakan dot. Jadi keadaan Luckie saat hari kelima sudah lepas alat pernafasan, setiap dia nangis nafasnya turun tapi masih normal.

Di tanggal 26 Desember 2020 mami datang dan belajar gunakan dot dan kasih susu ke Luckie karena sementara dia nggak diperbolehkan untuk menyusu langsung ke mami supaya nggak capek, dan agar takaran susu yang diminum ada standarnya sehingga bisa mencapai berat badan yang diinginkan sama dokter.

Keadaan si Kembar pada saat di rumah sampai hari ketiga baik-baik saja walaupun mami sempat nggak tidur karena dengar nafasnya masih sedikit bersuara, agak bikin mami khawatir. Dari dokter dan suster juga menyarankan untuk terus diperhatikan kalau tiba-tiba muka Luckie berwarna biru langsung bawa ke RS terdekat takutnya sesak nafas lagi.

Pengalaman mami setelah mempunyai baby kembar prematur mami sedikit takut ya moms. Siapa yang mau orangtua lihat anaknya masuk NICU kan moms. Tapi untuk moms jangan khawatir karena biasanya kalau baby yang prematur usia 34 minggu-an memang paru-paru belum berkembang sudah biasa kata dokter, dan mami juga bersyukur hanya paru-paru nggak ke organ tubuh yang lain.

Untuk biayanya di tanggal 21 – 26 Desember 2020 mami menghabiskan sampai 45 juta. Nah itu dia pengalaman mami semoga bermanfaat dan see you di next #CurcolYukMoms.