Ibu Menyusui

Serba Serbi Menyusui yang Perlu Ibu Baru Tahu Bersama dr. Elizabeth Margaretha

Menyusui anak ada tata caranya yang benar loh moms ternyata. Nah kali ini mami akan mengulik masalah menyusui ini dengan ahlinya yaitu dr. Elizabeth Margaretha. dr. Elizabeth Margaretha ini praktek di RS Grand Family sejak tahun 2018, sedangkan ia mendalami ilmu laktasi sejak dari 2017 tapi sebenarnya mulai belajar laktasi sejak mulai punya anak tahun yaitu tahun 2016-an. Berikut adalah beberapa poin penting yang mami bicarakan dengan dr. Elizabeth, langsung aja disimak yuk.

Apa sih rahasia kesuksesan biar dapat ASI yang banyak?

Kunci kesuksesan pertama dalam menyusui adalah mindset setiap orang. Karena kalau pikiran kita sudah berpikir yang negatif rata-rata ketakutan terus. Ketika mindset kita benar bahwa semua ibu di dunia pasti bisa sukses menyusui, kita rutin menyusui maka proses menyusui 99% sukses.

Yang kedua adalah posisi dan perlekatan. Rata-rata kegagalan orang di awal karena sulitnya merasakan menyusui yang nyaman. Kadang kita kalau lagi menyusui si anak nangis mulu lalu kita langsung berpikir apa jangan-jangan ASI nya yang nggak cukup. Padahal mungkin saja ketika anak rewel itu dia lagi nggak nyaman posisinya.

Untuk masalah perlekatan yang benar itu nggak hanya sekedar nempel puting ya moms, tapi areola dari kita juga harus masuk ke mulut baby. Dalam ilmu laktasi ada istilah Amubida (Areola, Mulut, Bibir dan Dagu). Areola adalah area yang melingkar hitam, jadi sebenarnya walaupun puting besar, kecil atau bahkan masuk ke dalam, seorang ibu tetap bisa menyusui. Areola itu harus masuk sebagian besar ke area mulut bayi, tapi ini sering buat ibu-ibu pada bingung karena kadang areola sebagian orang ada yang besar. Untuk kasus ini harus disesuaikan dengan kondisi payudara maminya yang penting nggak hanya menghisap di putingnya aja.

Selanjutnya untuk mulut. Mulut bayi harus membuka lebar. Ketika dia membuka lebar otomatis areolanya akan ikut masuk. Bibirnya jangan mingkem. Dan yang terakhir adalah dagu. Posisikan hidung sejajar dengan puting dengan demikian anak akan membuka mulut lebih lebar dan otomatis dagunya akan menempel di area bawah payudara.

Posisi menyusui itu kalau dari teorinya ada lebih dari 4 seperti, posisi cradle, posisi football, posisi cross cradle, posisi tiduran dan lain sebagainya tapi biasanya yang paling umum yang digendong biasa (cradle). Posisi cradle yang benar adalah telinga, bahu dan pinggang bayi harus 1 garis lurus ketika kita menyusui si Kecil dan baby dalam keadaan dibedong.

Posisi dan perlekatan sudah benar tapi kenapa ASI yang keluar tidak banyak?

Payudara kita itu tidak transparan, jumlah ASI yang keluar karena kita perah bukanlah keadaan yang sesungguhnya yang ada di dalam payudara kita. Payudara kita itu selalu ada isinya nggak pernah kosong. Hasil yang kita perah itu tergantung dari banyak faktor seperti pompa ASI, bagaimana penggunaan pompanya, ada direct brestfeeding atau nggak.

Tubuh kita akan memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan baby. DIrect breastfeeding itu penting, jangan hanya utamakan pompa aja. Ibu yang selalu brestfeeding akan lebih berhasil dalam menyusui daripada ibu yang hanya fokus memompa ASI saja.

Bagaimana menyiasati agar ibunya semangat menyusui walau keadaan puting nggak bagus?

Puting payudara itu memang berbeda-beda. Buat orang yang putingnya menonjol itu bagus karena memudahkan anak untuk mengenali dan perlekatannya oke. Tapi ketika kita punya puting rata kita bisa siasati agar puting bisa keluar. Buat pancing puting keluar ada beberapa cara seperti kita beli alat untuk pancing puting agar keluar atau bisa juga pakai alat penjepit. Kalau anaknya pintar tanpa alat seperti itu pun si anak akan bisa mengenali dan nantinya bisa lahap menyusu. Asalkan jangan dikenalkan dengan botol susu terlebih dahulu ya moms. Untuk ibu yang puting rata ketika mau menyusui bisa dengan bantuan sendok atau cup feeder daripada harus menggunakan botol susu agar nanti si Kecil tetap bisa belajar menyusu secara langsung ke payudara.

Kenapa payudara besar sebelah?

Sebenarnya banyak faktor seperti ada yang memang dari sananya sudah seperti itu, keaktifan kelenjar ASI dan kebiasaan mompa. Besar kecilnya payudara kita nggak melulu menjamin banyak sedikitnya ASI. Cara mengatasinya buatlah payudara yang lebih kecil untuk lebih aktif misalnya, pompa lebih dulu, susuin ke anak lebih dulu itu bisa membantu menyesuaikan ukurannya. Setelah selesai masa menyusui ukuran payudara kita bisa menciut dengan sendirinya jadi ukuran payudara yang tidak sama itu biasanya tidak akan terlalu terlihat.

Nah itu dia beberapa hal yang mami bahas bersama dengan dr. Elizabeth Margaretha. Untuk lebih jelasnya lagi moms bisa langsung lihat saja di video berikut ini ya.