Baby · Kesehatan

Bayiku Batuk Pilek Berdahak, Ternyata Bronkopneumonia

Mami memiliki bayi prematur, London dan Luckie yang lahir di usia 34 minggu jalan 35 minggu. Kalau Luckie memang dari awal lahir sudah masuk NICU 4 hari 3 malam karena paru-parunya belum berkembang dengan sempurna. Pada saat itu dirawat di NICU agar paru-parunya berkembang minimal bisa bertahan hidup tanpa alat pernafasan baru dipulangkan. Setelah 4 hari 3 malam Luckie pulang. Dari awal Luckie pulang, dia sering mengeluarkan suara grok-grok moms.

Mami tanya sama dokter, kata dokter nggak kenapa-kenapa. Ini terjadi karena paru-parunya belum berkembang sempurna. Luckie itu sering banget tersedak susu bahkan sempat dia kesedak susu sampai mukanya biru semua dan berhenti nafas selama 2 detik. Dari kejadian itu mami jadi lebih hati-hati kalau kasih susu dan kalau ngasih susu harus dari mami nggak boleh orang lain yang ngasih.

Seiring berjalannya waktu, Luckie usia 2 bulan sudah membaik. Jarang banget tersedak susu, suara grok-groknya sudah mulai berkurang. Tapi di usia 3 bulan mulai lagi suara grok-grok nya muncul. Mami kira memang paru-parunya masih belum berkembang dengan sempurna. Dan dia mulai tersedak susu lagi, anehnya lagi dia mulai batuk berdahak. Dari situ mami pikir mami kasih ASI aja itu juga nanti hilang sendiri, karena pengalaman dari anak-anak sebelumnya begitu. Tapi yang bikin mami bingung London dan Luckie berdua batuk berdahak, tapi Luckie nggak hilang-hilang batuk berdahaknya. Sesekali aja memang batuknya, tapi yang makin mami curiga Luckie kalau tidur bersuara.

Karena mami cukup bingung, akhirnya mami kirim video Luckie ke dokter. Dokter bilang Luckie sesak nafas dan Luckie harus dibawa ke rumah sakit segera. Besoknya mami langsung bawa Luckie ke RS. Kebetulan dokter yang biasa handle Luckie oper ke dokter yang lain karena dia lagi di luar kota. Dokter yang 1 ini ketika lihat Luckie dia bilang nggak kenapa-kenapa, ini baik-baik saja yang penting alerginya disembuhkan dulu. Lalu mami diminta beli alat nebulizer dan nanti akan dikasih obatnya, nanti digunakan di rumah biar dahaknya encer karena banyak dahak di paru-paru.

Besoknya yang biasa suara grok-grok itu keluar pas malam hari aja, tapi pas paginya suara Luckie juga mengeluarkan suara grok-grok, mami pikir ini makin parah. Lalu mami buru-buru ke rumah sakit dan ketemu dokter Markus dan beliau bilang kalau Luckie harus segera dirawat karena dia sesak nafas. Saturasi oksigen Luckie itu cuma 80 yang mana normalnya harus di angka 95 minimal.

17 April 2021 Luckie dirawat inap di RS Bunda Menteng. Jadi selama dirawat itu dia dipasang selang di hidung untuk dia minum, karena kalau dia minum langsung ditakutkan nanti pas minum susu dan kesedak cairannya masuk ke organ tubuh lain makin bahaya. Selain itu Luckie diinfus, diambil darah berkali-kali karena sempat nggak dapat nadinya. Luckie dipasang alat saturasi oksigen di kaki.

Di tanggal 17 April 2021 ini Luckie sempat mengalami masa kritis sampai 18 April 2021 di pagi hari. Luckie saturasi oksigennya di malam hari turun sampai 79. Semalaman dari tanggal 17 April 2021 itu mami gendong terus Luckie dengan posisi kurang lebih 45 ℃, saturasi oksigennya aman yaitu 100. Tapi di pagi hari tiba-tiba Luckie lagi tidur saturasi oksigennya turun terus sampai 70 dan nggak bisa naik.

Setelah serangkaian tes yang dilakukan, akhirnya Luckie didiagnosis menderita Bronkopneumonia yaitu adanya infeksi virus di paru-paru. Di paru-parunya dipenuhi oleh lendir banyak banget dan itu yang membuat jalan masuknya oksigen menyempit sehingga Luckie sesak nafas. Untungnya di tanggal 18 April 2021 di siang hari sudah sedikit membaik. Dokter juga dikasih terapi uap tiap 4 jam sekali dan dilakukan pengambilan lendir juga dari hidung dan mulut. Diharapkan agar bisa membuat jalur masuknya oksigen daripada kemarin.

Walaupun lendirnya sudah diambil nanti bisa muncul lagi moms ternyata. Jadi lendir itu akan terus nambah, tapi dengan diambil minimal jalan oksigennya akan lebih baik dan lendir ini akan benar-benar hilang ketika infeksi virus di paru-parunya hilang dengan penggunaan obat-obatan antibiotik yang sudah diberikan.

Di tanggal 18 April 2021 di malam hari Luckie sudah mulai membaik. Karena Luckie suka bengong-bengong mami pikir apakah mungkin karena kekurangan oksigen jadi begitu. Akhirnya Luckie di USG otak dan keluar hasilnya bahwa otak Luckie mengecil, kemungkinan besar karena Luckie sesak nafas jadi aliran oksigen ke otak kurang dan otak menyusut. Kemungkinan besar itu akan mempengaruhi semua kemampuan dia akan lebih lambat dari baby biasanya atau bahkan kurang pintar.

Lalu dokter syaraf juga ngecek Luckie di tanggal 19 April 2021, ternyata kaki Luckie kaku. Jadi dari kaki kaku ini akan mempengaruhi semua organ tubuhnya jadi lemah, maka Luckie akan diterapi.

Dari curhat mami kali ini mami cuma mau berpesan agar kalau kalian juga mempunyai anak yang mengalami sesak nafas, nafasnya grok-grok seperti Luckie segera bawa ke rumah sakit, jangan sampai kayak mami yang lumayan terlambat bawa Luckie ke rumah sakit. Karena anak yang usianya di bawah 2 tahun kekebalan tubuhnya belum sekuat anak-anak di atas 2 tahun atau orang dewasa, kalau dia kena virus sedikit aja itu bisa kena pneumonia.

Bronkopneumonia ini nggak hanya dialami oleh bayi prematur tapi bayi yang lahir normal pun bisa juga mengalaminya ya moms, cuma memang bayi prematur lebih riskan. Semoga bermanfaat.