Uncategorized

Pengalaman Operasi Caesar Sebanyak 3x dan Pemulihannya

Mami sudah melakukan operasi sesar 3x. Dari 3x operasi sesar mami memiliki pengalaman yang berbeda. Kalau mami flashback untuk soal trauma di operasi sesar pertama mami trauma banget. Namanya baru pertama kali operasi sesar, keadaan telanjang, AC dingin banget, jarum suntiknya panjang, tebal dan lebar ditusuk ke tulang punggung di belakang untuk anestesi itu sakit banget ya moms.

Pada saat itu tegang banget dan pada saat ditusuk otomatis sakit, jadi trauma. Belum lagi saat dioperasi waktu itu mami di RS Grand Family, lampu operasinya kaya kaca moms jadi kelihatan perut mami lagi dibelek. Karena mami penasaran melihat, tapi akhirnya saat itu trauma parah.

Berbeda di operasi sesar kedua, kayak kita sudah tahu prosesnya, lebih rileks pada saat disuntik sudah nggak tegang banget, nggak terlalu sakit dan trauma. Di operasi sesar ketiga lebih rileks lagi.

Untuk pemulihan dan luka sayatan, di operasi sesar pertama mami luka di perut itu pemulihan untuk luka cepat banget, mami nggak merasa terlalu sakit di 3 hari pertama. Pas operasi sesar kedua juga masih oke walaupun lebih lama pemulihannya. Jadi pemulihan luka operasi sesar pertama 3 hari, yang kedua kurang lebih 5-6 hari baru lukanya benar-benar nutup dan nggak sakit lagi.

Saat operasi sesar ketiga sampai anak mami umur 3 bulan masih sakit lukanya, sampai nggak berani pakai celana ketat. Sepupu mami baru mengalami operasi sesar 2x, anaknya sudah 4 tahun, anaknya kalau duduk di perut yang ada bekas lukanya langsung teriak karena kesakitan.

Kalau untuk pemulihan di operasi sesar pertama lebih lambat, mami bed rest 1 bulan nggak berani gerak, di kamar tidur aja. Di operasi sesar kedua 10 hari mami bed rest, operasi sesar ketiga di hari ketiga sudah jalan kemana-mana padahal masih sakit. Dan nyatanya, semakin kita banyak gerak (tapi tidak berlebihan) setelah operasi sesar itu akan mempercepat pemulihan badan dan luka sayatan kita. Tapi beda halnya dengan luka sayatan di operasi sesar ketiga mami.

Jadi kalau operasi sesar pertama pendarahannya normal aja. Operasi sesar kedua lebih banyak sedikit daripada di operasi sesar pertama. Operasi sesar ketiga mami sampai pendarahan komplikasi di saluran kandung kemih. Yang harusnya nggak boleh sampai ada pendarahan di sana. Dikatakan, semakin banyak kita melakukan operasi sesar maka masalah dengan gangguan plasenta yang letaknya di dalam rahim atau di dinding rahim itu akan besar sehingga akan terjadi komplikasi seperti pendarahan berlebihan, kelahiran prematur, transfusi darah dan pengangkatan rahim secara bedah.

Kalau untuk komplikasi sama seperti yang mami bilang, cuma bedanya kalau di operasi pertama nggak ada komplikasi. Di operasi kedua mami kena masalah di lambung gara-gara salah dari dokternya. Jadi waktu itu mami kontraksi, tapi kontraksinya masih oke jadi dokternya nggak mau langsung sesar. Mami disuruh tunggu sampai jam 5 sore padahal di hari sebelumnya mami sudah puasa dari malam sampai jam 7 pagi. Pada saat dicek sampai jam 10 pagi kontraksinya masih oke. Maka dari itu dokter suruh mami tunggu lagi sampai jam 5 sore dan nggak boleh makan, jadilah lambung mami bermasalah.

Kalau di operasi sesar ketiga ini mami komplikasi, pendarahan di kantong kemih. Untuk yang lainnya sama aja, seperti gemetaran karena ruang operasi itu kan dingin banget, sakit punggung itu mami merasakan di operasi sesar ketiga lebih parah, mungkin ini karena anak mami kembar, yang lainnya juga adalah tekanan yang mami rasakan. Di operasi sesar pertama dan kedua mami nggak muntah tapi di ketiga mami muntah-muntah sampai cairan lambung keluar.

Intinya mami cuma mau share pengalaman mengenai operasi sesar yang mami alami. Bukan berarti apa yang mami alami kalian juga akan alami. Jangan takut operasi sesar, kalau baru pertama kali itu baik-baik aja nggak ada komplikasi karena kemungkinannya kecil banget, cuma bedanya mami sudah melakukan operasi sesar sampai 3x dan ketiga itu kembar.

Percaya moms semua perjuangan kalian para ibu-ibu itu memang jasa yang tiada taranya. Apalagi kalau misalnya kita sudah melihat anak kita tumbuh dengan sehat kayaknya rasa sakit itu sudah hilang dengan sendirinya. Setuju nggak?