Kesehatan

Perawatan Bayi Melawan Penyakit Laringomalasia

Mami mau cerita sedikit tentang perkembangan Laringomalasia yang dialami Luckie. Luckie dari lahir sudah memiliki Laringomalasia, jadi yang difokukan dokter saat Luckie masuk NICU karena paru-parunya belum berkembang adalah bagaimana agar paru-parunya bisa berkembang sebagaimana mestinya sehingga dia bisa menghirup napas seperti baby normal lainnya.

Pada saat itu ketika diketahui ada Laringomalasia, dokter ingin melihat perkembangan Luckie apakah Laringomalasianya Luckie makin membaik atau malah memburuk seiring dengan perkembangan usianya. Tapi ternyata di usia Luckie jalan 4 bulan, Luckie mengalami Bronkopneumonia (infeksi virus bagian paru) dan masuk ke rumah sakit, dirawat selama 7 hari 6 malam.

Saat dia dirawat di rumah sakit, dia sesak napas karena infeksi virus ditambah dengan Laringomalasianya yang membuat jalur napasnya tertutup sebagian karena kelainan laring. Laringomalasianya Luckie makin berat. Setelah Luckie keluar rumah sakit akhirnya kita memfokuskan bagaimana mengobati Laringomalasianya Luckie.

Jadi karena Laringomalasia, Luckie jadi sering mengeluarkan suara grok-grok, Luckie juga sering tersedak susu, sering mengalami sleep apnea (susah tidur) karena pasokan oksigen ke otak berkurang sehingga dia sering kaget dan sulit tidur.

Akhirnya mami memutuskan agar Luckie dicek dengan endoskopi dan hasilnya Luckie mengalami Laringomalasia stadium 3, jadi masih termasuk oke. Yang disarankan dokter nggak ada obat dan tindakan operasi, melainkan harus fisioterapi. Harus dibuat lehernya tegak dan kuat.

Jadi yang difokuskan dokter adalah bagaimana Luckie harus menguatkan leher dia, Luckie harus sering-sering tummy time. Pada saat gendong juga harus tegak sehingga lama kelamaan dengan kepala dia tegak, tulang lehernya kuat akhirnya Luckie bisa memperbaiki Laringomalasia yang dialami dan bisa bermapas dengan baik.

Perlahan-lahan melakukan fisioterapi akhirnya di usianya yang ke-6 bulan Luckie bisa tengkurap, saat tummy time bisa angkat kepalanya bahkan dalam waktu yang cukup lama. Pada saat dia makan duduknya juga sudah bagus banget. Dan Laringomalasia yang dialami Luckie sudah berkurang karena Luckie sekarang sudah bisa melihat mami dengan fokus.

Melihat mami dengan fokus ini mami jadikan acuan apakah Laringomalasianya Luckie sudah membaik atau belum karena Laringomalasia Luckie itu sempat mempengaruhi pasokan oksigen ke otak sehingga Luckie mengalami Atrofi Serebri atau pengecilan otak dan itu kena ke matanya. Karena otaknya mengalami pengecilan jadi Luckie hanya bisa melihat objek hitam putih yang besar. Jadi ketika dia dipanggil dia tidak bisa melihat ke sumber suara moms.

Setelah melakukan fisioterapi, Luckie sudah bisa melihat mami dengan fokus dan bahkan bisa merespon suara-suara yang ada di sekitar dia. Maka dari itu mami katakan Laringomalasianya Luckie sudah membaik. Kemudian posisi duduknya Luckie sudah bagus dan suara grok-grok akibat Laringomalasianya ini sudah hampir nggak ada. Sekarang terapi uap juga cuma sehari sekali di rumah.

Perkembangannya juga sudah lebih bagus dan bisa mengejar perkembangan London. Kalau tidur sudah bisa nyenyak nggak mengalami sleep apnea, minum susu sudah nggak pernah tersedak. Jadi, Laringomalasia Luckie setelah menjalani treatment selama 2 bulan sudah berhasil untuk hampir sembuh.

So, dari sharing mami kali ini mami simpulkan bahwa jangan mudah putus asa moms. Teruslah berusaha dan bersemangat, kalian semua pasti bisa karena tidak ada hasil yang mengkhianati usaha.