Baby

5 Penyebab Berat Badan Bayi Susah Naik, Jangan Diabaikan!

Moms pasti merasa khawatir, dong, jika berat badan bayi susah naik. Apalagi berat badan merupakan salah satu faktor yang sangat diperhatikan dalam masa tumbuh kembang si kecil.

Perlu Moms ketahui ternyata ada sejumlah faktor yang membuat berat badan bayi susah naik. Apa saja itu?

5 Faktor Penyebab Berat Badan Bayi Susah Naik

Melansir dari situ Verywell family, inilah beragam penyebab berat badan bayi susah naik.

1. Pelekatan yang Buruk Saat Menyusui

Pelekatan yang baik memungkinkan si kecil bisa mengisap ASI dari payudara Moms dengan mudah tanpa ia kelelahan dan frustasi.

Sementara jika bayi tidak menyusu dengan benar atau hanya menempel pada puting susu, ia tidak akan dapat mengisap ASI secara maksimal.

2. Jarang Menyusu

Bayi baru lahir biasanya akan menyusu setidaknya setiap 2-3 jam sekali. Namun, jika ia ingin menyusu lebih sering, Moms bisa berikan untuknya.

Jangan sampai melewatkan jadwal pemberian susu untuk bayi. Sebab, hal ini bisa membuat bayi kelaparan dan berisiko pada berat badan yang tak kunjung naik.

3. Bayi Sedang dalam Kondisi Tidak Nyaman

Jika bayi merasa tidak nyaman atau sakit, berdampak pula pada rutinitas menyusu yang akan terganggu. Akibatnya, berat badan bayi pun sulit untuk naik.

4. Persediaan ASI Sedikit dan Lambat Memberikan ASI

Moms mungkin pernah mengalami keterlambatan dalam produksi ASI, yang berdampak juga pada terlambatnya pemberian ASI untuk si kecil.

Akhirnya hal itu mengurangi jumlah susu yang seharusnya diterima oleh bayi saat menyusui, hingga membuat ia sulit mengalami kenaikan berat badan.

5. Penakaran yang Tidak Sesuai Saat Bayi Diberi Susu Formula

Berat badan bayi susah naik pun bisa disebabkan ketika ia minum susu formula, tetapi ternyata takaran yang diberikan tidak sesuai. Hal itu mengakibatkan bayi mengalami kekurangan kalori yang seharusnya diberikan.

Itulah 5 faktor penyebab berat badan bayi susah naik. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya segera periksakan si kecil ke dokter spesialis anak sehingga bisa diberikan penanganan yang tepat.