Motherhood

Buah Hati Moms Makan Hanya Sedikit? Mungkin Ia Mengalami Small Eater

Moms, pernahkah mendengar istilah small eater? Ini merupakan salah satu jenis gangguan makan yang kerap dialami anak di masa tumbuh kembangnya.

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), small eater adalah gangguan makan pada anak yang ditandai dengan sejumlah keluhan, yaitu anak makan sangat sedikit dan status gizinya kurang, padahal orang tua sudah menerapkan feeding rules yang benar.

Dalam beberapa litleratur, small eater disebut juga infantile anorexia, yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan penolakan makanan dan menyebabkan bayi gagal tumbuh. Kondisi ini umumnya terjadi saat fase transisi bayi ke MPASI atau makan sendiri, yaitu usia 6 bulan hingga 3 tahun.

Lantas Mom, apa, ya, penyebab anak mengalami small eater?

Mengutip dari laman theAsianparent Indonesia, small eating sering dikaitkan dengan kebutuhan emosional bayi. Seiring bertambahnya usia, bayi mulai mengembangkan keinginan untuk membuat keputusan sendiri, termasuk soal pilihan makanan.

Oleh karenanya, tidak heran jika si kecil menolak makanan yang Moms berikan, atau mereka memakan tapi hanya sedikit-sedikit. Si kecil juga sengaja menolak makanan untuk mendapatkan perhatian dari Moms.

Faktor-faktor seperti depresi dan gangguan makan yang Moms alami juga dapat menyebabkan small eating pada bayi.

Ibu yang mengalami depresi biasanya menunjukkan keterlibatan yang kurang positif saat memberi makan kepada anak. Semua ini dapat membahayakan kondisi emosional bayi dan mungkin menyebabkan mereka menolak makan.

Lalu, menurut US National Library of Medicine National Institutes of Health, bayi yang tumbuh dalam keluarga disfungsional atau pola pengasuhan yang tidak optimal juga lebih berisiko menjadi small eater.

Faktor emosional dan perilaku orang tua terhadap pemberian makan adalah alasan signifikan yang bisa memicu gangguan makan pada anak.

Gejala Small Eater

  • Si kecil makan dengan porsi sedikit
  • Biasanya lebih tertarik dengan bermain dibandingkan makan
  • Berhenti makan setelah beberapa gigitan
  • Selalu mengatakan tidak lapar
  • Berat badan tidak bertambah atau mengalami penurunan

Itulah Moms penjelasan tentang small eater yang kerap dialami anak. Jika buah hati Moms mengalaminya, segera konsultasi ke dokter anak, ya.