Motherhood

Si Kecil Sering Menolak Saat Diberi Makanan Baru? Bisa Jadi Ia Mengalami Neophobia

Duh, pasti pusing, ya, Moms, kalau anak mulai susah atau bahkan menolak makanan yang kita berikan. Rasanya campur aduk, antara sedih, kesal, tetapi kita tetap saja tidak bisa memarahinya.

Memang, di masa tumbuh kembangnya, ada saja masalah atau gangguan makan yang bakal dialami si kecil. Seperti picky eater, selective eater, hingga food neophobia. Terkait food neophobia, Moms sudah pernah dengar istilah ini sebelumnyakah?

Meskipun sama-sama tergolong masalah makan pada anak, tetapi masing-masing jenis gangguan makan ini memiliki kondisi yang berbeda. Tak terkecuali food neophobia.

Perlu Moms ketahui, food neophobia merupakan rasa takut anak dengan makanan yang baru dilihatnya. Jika mengalami hal ini, si kecil kerap menolak makanan baru yang disodorkan kepadanya.

Bahkan bisa jadi anak menanggapinya dengan tangisan, amukan, dan teriakan saat Moms menyodorkan makanan baru ke dalam mulutnya.

Sebenarnya, food neophobia pada anak adalah hal yang wajar. Hanya saja, masih banyak orang tua yang tidak memahami hal ini dan langsung mencap perilaku makan anaknya dengan negatif.

Mengutip dari laman theAsianparent Indonesia, food neophobia dianggap sebagai tahap normal dalam perkembangan anak dan memengaruhi antara 50 dan 75% anak-anak. Biasanya terjadi antara usia 2-6 tahun dan kemudian hilang saat anak-anak tumbuh dewasa. 

Akan tetapi, dalam beberapa kasus, hal itu dapat berlanjut hingga dewasa. Mereka akan langsung menolak makanan baru saat disajikan, bukan saat dicicipi.

Apa Penyebab Anak Mengalami Food Neophobia?

Kondisi ini berkaitan dengan perilaku anak yang cenderung berhati-hati saat merespons hal baru. Maka dari itu, enggak heran kalau ia menolak makanan yang baru pertama kali dirasakan atau bahkan disajikan untuknya.

Di sisi lain, ini pun bentuk gambaran tentang penerimaan makanan dari aromanya. Jika aroma makanan dirasa asing oleh anak, tak menutup kemungkinan ia langsung menolaknya.

Sementara apabila suatu makanan dikenali dan diterima pada tingkat visual, bisa saja makanan itu akan dicicipi. Seleranya kemudian akan dinilai berdasarkan subjektifnya (positif atau negatif), yang pada gilirannya akan dikaitkan dengan citra visual. 

Itulah Moms penjelasan tentang food neophobia yang rentan dialami anak-anak. Kalau si kecil di rumah pernah mengalami jenis gangguan makan apa, nih, Moms?