Motherhood

3 Bahaya Silent Treatment atau Mendiamkan Anak sebagai Hukuman

Ketika anak berbuat salah atau menjengkelkan, biasanya emosi orang tua ikut tersulut. Tak jarang hal ini memicu orang tua menghukum anak. Salah satu hukuman yang masih sering dilakukan yaitu silent treatment atau mendiamkan si kecil.

Kira-kira, nih, adakah Moms yang sering melakukan hal itu kepada si kecil di rumah? Jika Moms melakukannya, lebih baik mulai sekarang jangan lagi menerapkan hukuman tersebut, ya.

Mengapa demikian? Sebab, mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, mendiamkan anak atas kesalahannya bukanlah tindakan yang benar. Beberapa psikolog bahkan menganggap silent treatment merupakan bentuk pelecehan terhadap anak.

Moms, berikut ini adalah 3 dampak silent treatment atau menghukum anak dengan cara mendiamkannya yang perlu diketahui!

1. Anak Jadi Frustasi

Silent treatment dapat menyebabkan anak menjadi frustasi karena ia mengalami kebingungan bagaimana seharusnya merespons orang tua yang mendiamkannya.

2. Membuat Anak Trauma

Silent treatment dapat menimbulkan pengalaman traumatis bagi anak. Apalagi jika dilakukan berulang kali sehingga menimbulkan pengalaman yang tidak menyenangkan bagi anak.

3. Memicu Gangguan Fisiologis

Muncul gangguan fisiologis sebagai respons stres anak menghadapi silent treatment dari orang tuanya. Gangguan seperti sakit kepala, sakit perut, gemetar, gugup bisa saja anak rasakan.

Moms tidak ingin, kan, si kecil merasakan dampak-dampak itu? Mulai sekarang, yuk, jangan lagi menerapkan hukuman silent treatment kepada anak.