Ibu Menyusui

Ibu Menyusui Minum Alkohol, Apa Dampaknya?

Jika ibu hamil dilarang minum alkohol, lantas bagaimana dengan ibu menyusui? Moms, sebaiknya ibu menyusui pun tidak minum alkohol! Mengapa demikian?

Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, sebuah penelitian menemukan bahwa alkohol secara signifikan mengurangi kadar oksitosin sekaligus meningkatkan kadar prolaktin.

Apabila kadar oksitosin menurun atau rendah, maka ini bisa memengaruhi penundaan pengeluaran ASI. Pun jika semakin tinggi tingkat prolaktin, semakin lama juga penundaannya. Hal itu tentu saja menyebabkan penundaan yang signifikan dalam pengeluaran ASI.

Di samping itu, dampak busui minum alkohol pun dapat memengaruhi durasi menyusui.

Sebuah survei selama 1 tahun terhadap 587 ibu baru di Australia menemukan bahwa mereka yang minum lebih dari 2 minuman standar (10 gram atau 12,5 mL alkohol absolut) setiap hari, dua kali lebih mungkin untuk menghentikan menyusui pada 6 bulan setelah persalinan.

Itu artinya apabila Moms minum alkohol saat menyusui, bisa memengaruhi produksi ASI yang lebih sedikit, sehingga asupan ASI yang diterima oleh bayi pun jumlahnya sedikit.

Selain itu, ibu yang minum alkohol saat masih menyusui bayi pun dianggap tidak bisa merawat bayinya dengan baik. Apalagi jika minum alkohol sampai mabuk, jelas ini sangat tidak aman jika harus merawat bayi.

Oleh karenanya, Moms diharapkan tidak minum alkohol di masa-masa menyusui si kecil guna mencegah dampak-dampak buruk yang mungkin saja terjadi.