Baby

Amankah Memberikan Air Tajin sebagai Pengganti ASI?

Air tajin merupakan cairan kental yang terdapat pada permukaan nasi saat dimasak. Air tajin dipercaya dapat menambah berat badan bayi, sehingga orang tua, khususnya pada zaman dahulu, memberikan untuk bayinya.

Bahkan ada pula yang memberikan air tajin untuk bayinya sebagai pengganti ASI. Lantas, apakah ini aman dilakukan, kususnya untuk bayi yang di bawah usia 6 bulan?

Mengutip dari situs Hellosehat.com, memberikan air tajin sebagai pengganti ASI adalah tindakan yang tidak dianjurkan. Apalagi diberikan pada bayi di bawah usia 6 bulan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bayi hanya diberikan ASI atau ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Artinya, tak seharusnya bayi diberikan makanan ataupun minuman lainnya selain ASI.

Kalaupun bayi di bawah usia 6 bulan membutuhkan asupan tambahan selain ASI, ini harus dilakukan sesuai anjuran dokter.

Air Tajin Hanya Boleh Diberikan Setelah Usia Bayi 6 Bulan

Beda jika Moms memberikan air tajin setelah usia bayi menginjak 6 bulan. Hal ini boleh-boleh saja dilakukan, karena bayi sudah bisa menerima MPASI atau makanan pendamping ASI.

Masih mengutip dari Hellosehat.com, jika diberikan dengan tepat, yakni salah satunya di atas usia 6 bulan, air tajin dapat bermanfaat untuk mengembalikan cairan tubuh bayi jika mengalami diare.