Kesehatan

Anak Sering Makan Permen Karet, Adakah Bahayanya?

Rasanya yang manis membuat anak-anak gemar memakan permen, termasuk permen karet. Untuk anak-anak yang masih balita mungkin masih rawan tertelan, ya, Moms kalau makan permen karet. Sementara untuk anak usia di atas 5 tahun, mereka sudah lebih mengerti tentang permen karet ini.

Sebenarnya boleh-boleh saja si kecil makan permen karet. Namun, dalam jumlah yang tidak berlebihan. Sebab, biasanya dalam permen karet terdapat kandungan pemanis buatan.

Padahal menurut American Heart Association (AHA), anak 2-18 tahun hanya boleh makan gula maksimal 6 sdt atau setara 25 gram dalam sehari. Jumlah tersebut dari segala makanan atau minuman yang dimakan si kecil dalam satu hari tersebut.

Lantas, apa bahayanya jika anak sering makan permen karet, apalagi hingga mengonsumsinya berlebihan? Yang artinya bisa jadi pula ia mendapat asupan gula lebih dari batas normalnya dalam satu hari.

Mengutip dari situs Hellosehat, inilah dampak buruk yang patut orang tua waspadai!

1. Berisiko merusak gigi anak. Gula yang terkandung dalam makanan dapat berinteraksi dengan bakteri di mulut sehingga membentuk zat asam. Jika anak sering makan permen karet, maka zat asam pun akan semakin banyak. Zat tersebut bisa mengikir lapisan enamel gigi secara perlahan, hingga akhirnya gigi anak hitam dan berlubang.

2. Picky eater. Anak akan jadi pilih-pilih makanan, dan biasanya ia akan lebih memilih makanan yang manis atau berasa. Sementara makanan yang rasanya tawar, seperti sayuran, akan ia tolak.

3. Berisiko mengalami berbagai penyakit. Terlalu sering mengonsumsi permen membuat tubuh si kecil mendapatkan asupan gula berlebih. Selain itu, di dalam permen pun terdapat karbohidrat sederhana yang tidak bernutrisi dan terlalu cepat diserap oleh tubuh. Lantas apa dampaknya? Si kecil berisiko mengalami kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.

Itulah Moms beberapa risikonya. Mulai sekarang, yuk, batasi si kecil makan permen karet maupun jenis permen lainnya dan makanan manis lainnya, terutama yang mengandung pemanis tambahan serta buatan.