MPASI

Cara Melatih Perilaku Makan yang Benar pada Anak, Moms Wajib Tahu!

Perilaku makan yang tidak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia anak berisiko menyebabkan anak mengalami GTM atau gerakan tutup mulut. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian multisenter Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yang dijelaskan melalui laman resminya.

Inappropiate feeding practice atau perilaku makan yang tidak benar sering kali terjadi saat awal pemberian MPASI serta saat fase penyapihan. Sebagai orang tua, tentu saja Moms harus menghindari kesalahan ini agar si kecil tidak mengalami GTM atau sederhananya mogok makan.

Oleh karena itu, Moms wajib tahu, nih, cara melatih perilaku makan yang benar atau feeding rules pada anak. Berikut ini cara atau hal-hal yang patut diperhatikan oleh orang tua dalam menerapkan feeding rules, mengutip dari laman IDAI.

Hal yang Dapat Dilakukan:

  1. Atur jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur, yaitu 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan kecil di antaranya. Susu dapat diberikan 2-3 kali sehari (500-600 ml/hari).
  2. Batasi waktu makan anak, tidak boleh lebih dari 30 menit.
  3. Buat lingkungan yang menyenangkan untuk makan. Biasakan makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan untuk makan bersama, sebaiknya tetap latih anak makan di meja makan.
  4. Dorong anak untuk makan sendiri. Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (menutup mulut, memalingkan kepala, dan menangis), tawarkan kembali makanan tanpa memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, Moms bisa akhiri proses makan. Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.

Hindari Melakukan Hal Ini:

  1. Jangan memaksa anak makan, apalagi sampai memarahinya.
  2. Jangan membiasakan anak makan sambil melakukan aktivitas lain seperti bermain, menonton televisi, berjalan-jalan atau naik sepeda.
  3. Jangan memberikan minuman lain selain air putih di antara waktu makan.
  4. Jangan menjadikan makanan sebagai hadiah.

Itulah Moms, cara-cara feeding rules yang dapat diterapkan pada anak agar ia memiliki perilaku makan yang baik sehingga bisa meminimalisasi GTM atau mogok makan.