Baby

Bayi Tidak Merangkak, Perlukah Moms Khawatir?

Salah satu tahapan perkembangan yang kerap dialami bayi yaitu merangkak. Namun, ada juga beberapa bayi yang tidak merangkak. Apakah buah hati Moms salah satunya?

Sebagian orang tua mungkin merasa khawatir ketika bayinya tidak melalui fase merangkak. Namun, sebagian lain ada yang merasa bangga karena bayinya langsung belajar berjalan tanpa merangkak.

Lantas, normalkah jika bayi tidak merangkak?

Melansir dari situs Breaking Muscle, merangkak termasuk dalam gerakan kontra level atau gerakan anggota tubuh berlawanan yang terkoordinasi. Merangkak adalah dasar dari pola berjalan.

Mengutip dari laman theAsianparent Indonesia, merangkak mengajarkan bahu dan pinggul bekerja sama secara terkoordinasi. Secara refleks, ketika merangkak, otot-otot di seluruh lengan, kaki, dan dada bekerja melalui saraf sensorik atau mechano-receptors yang terdapat di tangan dan kaki.

Saraf sensorik tersebut mengatur otot-otot di seluruh tubuh akan langsung berkontraksi untuk menguatkannya. Namun, apa jadinya jika bayi melewatkan fase merangkak dalam tahapan tumbuh kembangnya?

Perlu Moms tahu, tidak masalah jika bayi tidak merangkak. Sebab, pada dasarnya merangkak tidak ada dalam chart for milestones dokter. Bayi yang tidak merangkak pun tidak memengaruhi perkembangannya di kemudian hari. Maka dari itu, normal jika bayi tidak merangkak, atau justru ia merambat bahkan langsung berdiri.