Kesehatan

Bolehkah Susu Kental Manis (SKM) Diberikan pada Balita?

Susu kental manis (SKM) adalah susu yang dibuat melalui proses evaporasi atau penguapan, serta biasanya memiliki kandungan protein yang rendah. Selain itu, SKM juga diberikan gula tambahan yang membuat kadar gulanya tinggi. Lantas, bolehkah susu kental manis diberikan kepada balita?

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), susu kental manis atau SKM sebaiknya tidak dikonsumsi oleh balita. Hal itu karena kandungan gula dalam susu kental manis yang lebih tinggi, dibandingkan kandungan proteinnya.

Misalnya, salah satu jenis susu kental manis yang dijual secara komersil menuliskan dalam satu takar porsi (4 sendok makan) memasok 130 kkal, dengan komposisi gula tambahan 19 gram dan protein 1 gram. Jika dikonversikan dalam kalori, 19 gram gula sama dengan 76 kkal.

Kandungan gula dalam 1 porsi susu kental manis tersebut lebih dari 50% total kalorinya, jauh melebihi nilai rekomendasi gula tambahan yang dikeluarkan oleh WHO. Adapun kadar gula tambahan pada makanan untuk anak yang direkomendasikan oleh WHO tahun 2015 yaitu kurang dari 10% total kebutuhan kalori.

Oleh karena itu, sebaiknya Moms tidak memberikan susu kental manis (SKM) kepada buah hati yang masih balita, ya.