Pregnancy

Program Bayi Tabung Bisa Deteksi Kelainan Genetik, Benarkah?

Salah satu program hamil yang bisa Anda dan pasangan lakukan untuk segera mendapat momongan adalah prosedur bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Mengutip dari situs Alodokter, melalui program bayi tabung, nantinya sel telur dan sperma akan digabungkan di laboratorium. Setelah sel telur berhasil dibuahi, embrio akan dipindahkan ke dalam rahim agar bisa berkembang dan terjadi kehamilan.

Program bayi tabung dapat meningkatkan peluang kehamilan bagi pasangan yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Misalnya, mengalami gangguan ovulasi, gangguan fungsi sperma, riwayat pengangkatan tuba falopi, disfungsi seksual, serta endometriosis.

Selain itu, program bayi tabung juga memiliki sederet kelebihan, salah satunya adalah dapat mendeteksi kelainan genetik pada calon buah hati Anda dan pasangan. Kok, bisa, ya?

Masih mengutip dari situs Alodokter, dalam program bayi tabung, sel telur yang dibuahi akan melalui tes genetik praimplantasi (preimplantation genetic diagnosis) sebelum ditanam di dalam rahim. Nah, tujuan dari tes ini yaitu untuk memeriksa kelainan genetik pada embrio.

Apabila ditemukan embrio dengan kelainan genetik, maka embrio tersebut akan dieliminasi. Kemudian, dokter akan memilih dan menanam embrio yang sehat tanpa kelainan genetik.

Jadi benar, ya, kalau program bayi tabung ini bisa mendeteksi kelainan genetik pada calon buah hati Anda. Lantas, adakah yang tertarik untuk mulai menjalani program bayi tabung?