Baby

Amankah Memberikan Oralit kepada Bayi?

Diare dapat terjadi pada siapa saja, tak terkecuali pada bayi. Saat bayi mengalami diare, tak jarang ada beberapa orang tua yang memberikan oralit kepadanya. Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, oralit adalah obat yang umum diberikan sebagai pertolongan pertama pada seseorang yang mengalami diare.

Oralit merupakan larutan yang digunakan untuk menggantikan cairan dan mineral tubuh yang hilang akibat dehidrasi. Kondisi dehidrasi sangat rentan dialami oleh mereka yang menderita diare. Pada bayi, kondisi dehidrasi tidak boleh dianggap sepele. Sebab, bisa saja berujung pada kematian.

Jika pada pemberian oralit pada orang dewasa adalah hal yang aman, tetapi bagaimana jika pemberian oralit pada bayi? Boleh dilakukan?

Masih mengutip dari theAsianparent Indonesia, penelitian menunjukkan bahwa oralit aman digunakan untuk segala usia, termasuk bayi dan anak-anak. Namun, Moms perlu memperhatikan aturan pemberian oralit pada bayi. Berikut ini adalah dosis dan aturannya.

Pada 4 jam pertama, berikan oralit kepada si kecil dengan dosis sesuai usianya yaitu:

  • 30-90 ml setiap jam untuk bayi di bawah 6 bulan.
  • 90-125 ml setiap jam untuk bayi berusia 6 bulan hingga 2 tahun.
  • 125-250 ml setiap jam untuk anak berusia di atas 2 tahun.

Untuk bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun, harus ditawarkan larutan oralit satu sendok teh setiap 1-2 menit.

Muntah dapat terjadi selama dua jam pertama pengobatan, terutama jika anak meminum larutan terlalu cepat. Jika bayi muntah, tunggu selama 5-10 menit lalu mulai berikan larutan oralit lagi, tetapi lebih lambat (misalnya 1 sendok setiap 2-3 menit).

Jadi pemberian oralit untuk bayi boleh dilakukan, ya, Moms. Namun, tetap ikuti aturannya dan jangan lupa konsultasikan juga kepada dokter.