Pregnancy

Kapan Ibu Hamil Boleh Dipijat? Simak Penjelasan Ini Moms!

Saat tubuh terasa pegal, enaknya langsung dipijat, ya, Moms. Namun, bagaimana jika Moms sedang hamil? Kira-kira kapan ibu hamil boleh dipijat?

Pijat saat hamil sebenarnya boleh saja dilakukan asal jangan di bagian perut, pinggul, pinggang, dan dada. Adapun bagian tubuh yang aman untuk dipijat saat hamil yaitu kaki dan punggung.

Sementara itu, untuk waktu pijat saat hamil, mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, sejumlah praktisi pijat biasanya tidak akan melakukan pijatan untuk ibu hamil pada trimester pertama. Sebab, kondisi trimester pertama terlalu rentan mengalami keguguran. Walau begitu, masih belum banyak penelitian yang mendukung anggapan tersebut.

Lantaran banyak kasus keguguran yang terjadi pada trimester pertama, beberapa terapis pijat dan dokter menyarankan untuk tidak melakukan pijat pada trimester pertama. Selain mencegah keguguran, pijat saat trimester pertama pun dapat memicu pusing dan mual, yang pada akhirnya menyebabkan kondisi morning sickness yang Bunda alami menjadi lebih parah.

Lantas, kapan ibu hamil boleh dipijat? Masih mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, ibu hamil disarankan melakukan pijat setelah usia kehamilan 12 minggu atau memasuki trimester kedua.

Terapis biasanya akan meminta surat keterangan dokter kandungan yang menyatakan bahwa ibu hamil aman untuk dipijat. Ibu hamil biasanya direkomendasikan untuk pijat jika morning sickness telah berkurang, tidak memiliki risiko tinggi keguguran atau kondisi tertentu seperti gangguan plasenta, tekanan darah tinggi, preeklampsia dan risiko komplikasi.

Lantas, bagaimana jika trimester ketiga? Perlu Moms tahu, pijat saat trimester ketiga kehamilan pun tidak disarankan. Sebab, waktu ini sudah mendekati persalinan sehingga bisa berpotensi memicu kontraksi.

Oleh karenanya, waktu aman untuk melakukan pijat saat hamil yaitu saat trimester kedua.