Pregnancy

Mengenal Pemeriksaan TORCH untuk Ibu Hamil, Cek Moms!

TORCH adalah singkatan dari beberapa nama penyakit infeksi, yakni Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex virus, dan Sifilis. Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, pemeriksaan TORCH dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang dihasilkan tubuh ketika terserang mikroorganisme penyebab penyakit-penyakit infeksi tersebut.

Pemeriksaan TORCH dapat dilakukan saat hamil trimester pertama. Selain itu, bisa juga dilakukan pada bayi baru lahir yang menunjukkan gejala-gejala penyakit infeksi yang tergolong ke dalam TORCH, seperti:

  • Sakit kuning (jaundice)
  • Tuli
  • Pembesaran hati dan limpa
  • Kejang
  • Keterlambatan pertumbuhan
  • Kelainan jantung
  • Berat dan panjang badan yang lebih kecil dari bayi seusianya
  • Katarak
  • Trombositopenia

Tahapan tes TORCH

Masih mengutip dari situs theAsianparent, berikut ini tahapan-tahapan TORCH yang dapat dilakukan:

  1. Dokter akan mengikat lengan atas dengan menggunakan alat khusus agar vena di lengan menggembung dan terlihat jelas.
  2. Lalu, dokter akan menusukkan jarum ke dalam vena dan memasang tabung steril untuk mengumpulkan sampel darah.
  3. Dokter akan mensterilkan bagian tubuh yang akan dijadikan tempat pengambilan sampel darah. Biasanya, sampel darah akan diambil dari pembuluh darah vena di lengan.
  4. Ikatan pada lengan akan dilepaskan agar darah dapat mengalir dengan sendirinya ke dalam tabung sampel.
  5. Setelah dirasa cukup, dokter akan mencabut jarum dan memasang perban pada titik tusukan jarum.

Sampel darah yang telah diambil akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa IgM dan IgG TORCH. Dari hasil pemeriksaan, dokter akan menilai apakah pasien sedang, pernah, atau tidak mengalami infeksi.