Baby

Mengenal Kondisi Sindrom Kepala Peyang pada Bayi, Simak Moms!

Moms, pernahkah mendengar kondisi kepala peyang pada bayi? Kepala peyang biasa dikenal juga dengan istilah sindrom kepala datar atau plagiocephaly merupakan kondisi yang terjadi ketika adanya titik datar yang berkembang di bagian belakang atau samping kepala bayi.

Akibatnya, membuat kepala bayi terlihat tidak simetris. Bahkan ada pula beberapa ahli menggambarkan kepala bayi yang mengidap sindrom ini terlihat seperti jajaran genjang jika diamati dari atas. Ternyata, sindrom ini pun lebih sering dialami anak laki-laki, karena diameter kepala anak laki-laki lebih besar daripada anak perempuan.

Lantas, apa penyebab kepala peyang atau sindrom kepala datar pada bayi? Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, salah satu penyebab dari kondisi ini yaitu posisi tidur bayi. Bayi yang tidur dalam posisi sama dan dalam waktu lama, seperti hanya tidur telentang selama berjam-jam setiap hari, dapat memicu kondisi kepala peyang. Oleh karena itu, untuk mencegahnya, seringlah mengubah posisi kepala bayi saat ia tidur, ke kiri ataupun ke kanan.

Masih mengutip dari theAsianparent Indonesia, ada pula cara lain yang dapat Moms lakukan untuk mencegah sindrom kepala datar atau kepala peyang pada bayi, di antaranya adalah:

  • Minimalkan tekanan di kepalanya dengan sering-sering menggendongnya.  
  • Ketika meletakkan bayi di tempat tidur, pastikan memosisikan kepalanya dengan cara yang benar sehingga mudah bagi bayi mendorong atau memutar kepalanya miring atau ke sisi yang berlawanan.
  • Tummy time. Sesekali tidurkan bayi dengan posisi tengkurap. Saat melakukan tummy time, Moms juga bisa ajak bayi mengobrol, bernyanyi, serta meletakkan mainan yang menarik perhatiannya dan mendorongnya untuk menggerakan kepala.

Itulah Moms sekilas informasi soal kondisi kepala peyang pada bayi atau sindrom kepala datar. Semoga bermanfaat untuk Moms.