Kesehatan

Mengenal Kondisi Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) yang Rentan Dialami Perempuan

Saat memasuki siklus menstruasi, Moms pasti pernah merasakan emosi yang tidak stabil atau mood swing. Kondisi ini dikenal dengan istilah premenstrual syndrome (PMS). Selain mood swing, kondisi PMS pun biasanya ditandai dengan timbulnya jerawat, payudara yang agak bengkak, hingga merasa sakit kepala.

Akan tetapi, jika gejala PMS yang Moms alami sudah semakin parah, bisa jadi Moms justru mengalami kondisi premenstrual dysphoric disorder atau PMDD. Lantas, apakah PMDD tersebut, dan apa bedanya dengan PMS? Yuk, simak penjelasan lengkapnya.

Mengutip dari laman Hellosehat.com, premenstrual dysphoric disorder (PMDD) adalah gangguan dengan serangkaian gejala yang jauh lebih parah dari PMS pada umumnya. Gejala PMDD kerap muncul 1-2 minggu sebelum hari pertama menstruasi. Lalu gejala akan hilang sekitar 2-3 hari setelah menstruasi terjadi.

Moms harus mewaspadai kondisi PMDD. Ini termasuk kondisi kronis yang serius. Bahkan penderitanya bisa jadi memerlukan perawatan medis untuk mengatasi gangguan ini. Mengapa hingga memerlukan perawatan medis?

Masih mengutip dari laman Hellosehat.com, umumnya gejala yang muncul pada penderita PMDD cenderung lebih parah dan ekstrem. Saking parahnya, ada yang sampai bisa mengganggu aktivitas sehari-hari hingga mengganggu hubungan dengan orang sekitar.

Bahkan, dalam kasus tertentu, perempuan yang mengindap PMDD pun bisa memiliki pikiran untuk bunuh diri. Wah, seram sekali, ya, Moms? Namun, ini biasanya terjadi pada ia yang memiliki riwayat depresi sebelumnya.

Adapun gejala PMDD yang perlu moms waspadai di antaranya:

  • Tubuh terasa sangat lemas dan lelah
  • Sulit konsentrasi
  • Jantung berdebar cepat
  • Mudah lupa
  • Sakit kepala parah
  • Paranoid
  • Koordinasi tubuh berkurang
  • Hot flashes
  • Kejang otot atau nyeri sendi
  • Perubaha mood yang ekstrem hingga muncul kecemasan atau depresi
  • Citra diri negatif
  • Pusing
  • Pingsan
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Perubaha nafsu makan, sakit perut, kembung
  • Mengalami gangguan pernapasan
  • Nyeri haid
  • Gangguan penglihatan
  • Kehilangan gairah seksual
  • Payudara nyeri
  • Gejala terkait retensi cairan, seperti pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, dan tangan, atau buang air kecil berkurang

Jika Moms atau ada kerabat yang mengalami PMDD, segera konsultasikan ke pakarnya, ya, untuk segera mendapat penanganan yang tepat.