Ibu Menyusui

10 Tips Jika Moms Ingin Melakukan Donor ASI, Catat!

Donor ASI merupakan sebuah kegiatan yang sah-sah saja dilakukan asalkan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Lagi pula, menjadi pendonor ASI adalah pekerjaan yang mulia karena dapat membantu bayi yang membutuhkan asupan ASI.

Jika memiliki stok ASI yang berlebih, Moms bisa saja, lo, menjadi pendonor ASI. Namun, sebelum melakukan donor ASI, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, agar ASI yang didonorkan dalam kondisi atau berkualitas baik. Oleh karena itu, Moms diharapkan dapat menjaga dan menerapkan pola hidup bersih serta sehat.

Melansir dari situs theAsianparent Indonesia, adapun tips-tips jika ingin melakukan donor ASI di antaranya:

  1. Tidak mengonsumsi alkohol
  2. Tidak merokok atau menggunakan produk tembakau atau obat-obatan rekreasional ilegal
  3. Tak memiliki tato, tindik badan, atau riasan permanen
  4. Tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko
  5. Mengonsumsi makanan sehat dan tidak menyebabkan alergi (khusus bagi pendonor yang memiliki alergi)
  6. Pendonor ASI harus mendapatkan pelatihan tentang kebersihan, cara memerah, dan menyimpan ASI
  7. Selalu mencuci tangan sebelum sebelum memompa ASI, pastikan menggunakan air mengalir dan sabun, kemudian keringkan dengan handuk bersih
  8. Rutin membersihkan alat pompa ASI
  9. Perah ASI di tempat bersih
  10. ASI perah harus disimpan pada tempat tertutup, botol kaca, kontainer plastik dari bahan polypropylene atau polycarbonate, botol bayi atau kantung ASI standar.

Berdasarkan panduan kesehatan, kegiatan donor ASI semestinya dilakukan melalui unit donor ASI, yang memiliki tim konsultan terlatih di bidangnya dengan standar sesuai prosedur internasional. Namun, ada pula beberapa ibu yang memiliki melakukan donor ASI atas dasar kekeluargaan dan saling percaya.

Jadi, apakah Moms berniat untuk menjadi pendonor ASI?